Informasi lowongan kerja yang menjanjikan gaji menggiurkan kerap menjadi umpan di media sosial. Baru-baru ini, sebuah unggahan Facebook mengklaim adanya rekrutmen Penggerak HAM dari kementerian terkait untuk 2026.
Inti artikel
- Informasi lowongan kerja yang menjanjikan gaji menggiurkan kerap menjadi umpan di media sosial
- Baru-baru ini, sebuah unggahan Facebook mengklaim adanya rekrutmen Penggerak HAM dari kementerian terkait untuk 2026
- Postingan itu menawarkan bayaran bulanan Rp7 juta hingga Rp21 juta
Postingan itu menawarkan bayaran bulanan Rp7 juta hingga Rp21 juta. Disebutkan pendaftaran dilakukan secara daring tanpa biaya, dilanjutkan wawancara melalui Telegram, serta terbuka bagi lulusan SMA sampai usia 65 tahun dengan batas kuota 200 posisi di seluruh negeri.
Penempatan dijanjikan sesuai domisili sebagai penggerak di desa yang sadar hak asasi manusia. Namun Optimaise News memeriksa informasi tersebut dan menemukan bahwa tidak ada program rekrutmen resmi semacam itu.
Tautan yang dibagikan mengarah ke domain mencurigakan yang sama sekali tidak berafiliasi dengan lembaga pemerintah. Informasi sejenis biasanya bertujuan mengumpulkan data pribadi warga.
Kementerian HAM tidak pernah meluncurkan skema rekrutmen massal dengan pola seperti di unggahan. Publik dianjurkan selalu mengecek keabsahan lowongan melalui kanal resmi sebelum mengklik tautan atau mengisi data. Melaporkan konten palsu ke pihak platform juga langkah penting agar hoaks tidak semakin menyebar.


