Makassar, Optimaise News – Toyota HiAce B 7463 WDA yang membawa rombongan keluarga asal Makassar dan Gowa menabrak truk Hino dari belakang di KM 76+600/A Tol Pandaan-Malang arah Malang. Peristiwa itu terjadi Selasa 22 Juli 2026 sekitar pukul 18.09 WIB. Bodi HiAce belah dan hancur lebur. Tiga orang tewas di tempat, termasuk anak berusia 10 tahun, sementara lima penumpang lain luka-luka dari lintas generasi dewasa, anak, dan balita.
Inti artikel
- Peristiwa itu terjadi Selasa 22 Juli 2026 sekitar pukul 18.09 WIB
- Bodi HiAce belah dan hancur lebur
- Manuver mendahului yang gagal diduga menjadi pemicu utama
Manuver mendahului yang gagal diduga menjadi pemicu utama. Sopir HiAce Awang Darmawan selamat tanpa luka serius. Optimaise News merangkai kronologi lengkap dari percobaan mendahului, benturan, daftar korban, hingga jalur evakuasi ke dua rumah sakit berbeda. Korban kecelakaan maut Toyota HiAce asal Makassar di jalur tol ini menyoroti dampak satu keluarga utuh.
Manuver Mendahului di KM 76 yang Berujung Benturan Keras
HiAce melaju di lajur Tol Pandaan-Malang saat mencoba mendahului kendaraan lain. Laju diduga terlalu kencang. Jarak aman dengan truk Hino DA 8984 CH yang dikemudikan Adolfus Gelu tidak terjaga.
Benturan belakang terjadi keras. Bagian depan HiAce menabrak bodi belakang truk. Dampaknya langsung membelah struktur kabin dan bodi hingga hancur lebur. Kondisi fisik kendaraan yang terbelah menjadi elemen visual utama di lokasi. Polisi masih mendalami detail manuver itu di TKP.
Sopir HiAce Awang Darmawan berhasil keluar dari kabin yang rusak parah. Statusnya apakah anggota keluarga atau sopir sewa travel masih digali petugas. Tidak ada indikasi luka serius pada dirinya. Truk Hino relatif lebih utuh dibanding HiAce yang ambruk.
Tiga Korban Jiwa dan Lima Luka, Termasuk Anak serta Balita

Tiga korban jiwa berasal dari rombongan yang sama. Mereka adalah Burhanuddin (46 tahun), Oktavia Tristanto (40 tahun), dan Ahdan Wal Mutawaq (10 tahun). Proporsi anak-anak menonjol: satu tewas usia 10 tahun plus dua luka usia 2 dan 8 tahun dalam satu mobil.
Lima korban luka meliputi Erniawati (40 tahun), Putri (28 tahun), Yusdalofa (42 tahun), Yusuf Sulaiman (2 tahun), dan Bilgis Nur Fara (8 tahun). Rombongan mencakup tiga generasi. Dewasa, anak sekolah, dan balita terdampak sekaligus. Niat liburan keluarga asal Sulawesi berakhir duka, Hiace mereka hancur di jalur cepat.
Semua penumpang merupakan satu keluarga besar dari Makassar dan Gowa, Sulawesi Selatan. Mereka hendak berwisata di Malang Raya. Tidak ada kerabat lokal yang menemani di tempat kejadian. Dampak human impact terasa berat karena seluruh generasi dalam satu rombongan.
Keterangan Resmi Satlantas Polres Malang soal Penyebab

Kanit Gakkum Satlantas Polres Malang menyatakan penyebab awal adalah gagal menjaga jarak aman. Manuver mendahului diikuti laju yang terlalu kencang. Olah TKP dan penyelidikan masih berjalan penuh.
Nomor polisi kedua kendaraan sudah dicatat lengkap. HiAce B 7463 WDA dan Hino DA 8984 CH. Saksi dan rekaman CCTV tol sedang dikumpulkan. Status sopir HiAce Awang Darmawan sebagai bagian keluarga atau sewa masih diklarifikasi lebih lanjut.
Tidak ada indikasi faktor lain seperti rem blong atau cuaca buruk yang disebut resmi. Fokus polisi tetap pada jarak dan kecepatan saat manuver. Laporan lengkap menunggu hasil forensik dan keterangan saksi tambahan.
Evakuasi Jenazah ke RSSA dan Perawatan di RS Lawang Medika
Tiga jenazah dievakuasi ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Proses identifikasi dan penanganan forensik dilakukan di sana. Keluarga dari Sulawesi Selatan diharapkan segera tiba untuk pengurusan lebih lanjut.
Lima korban luka dibawa ke RS Lawang Medika. Kondisi mereka bervariasi dari luka ringan hingga sedang. Yusuf Sulaiman usia 2 tahun dan Bilgis Nur Fara usia 8 tahun mendapat perhatian khusus karena usia dini. Perawatan medis berjalan di unit gawat darurat.
Timeline penanganan singkat. Dari benturan sekitar 18.09 WIB, evakuasi ke dua rumah sakit berbeda selesai dalam hitungan jam. Tidak ada kerabat lokal di Malang yang mendampingi. Petugas dan relawan membantu proses awal.
Rombongan Keluarga dari Sulawesi Selatan Menuju Malang Raya
Rombongan ini berangkat dari Makassar dan Gowa dengan tujuan wisata Malang Raya. Mereka sekeluarga besar dalam satu HiAce. Niat liburan berubah menjadi tragedi di KM 76. Optimaise News mencatat tidak ada anggota yang tinggal di Malang sebelumnya.
Keluarga yang masih di Sulawesi Selatan sedang mempersiapkan perjalanan ke Malang. Mereka akan menjemput jenazah di RSSA dan menemui korban luka di RS Lawang Medika. Proses pemulangan jenazah ke tanah air menunggu kepastian administrasi.
Kecelakaan ini menyoroti risiko perjalanan jauh rombongan lintas pulau. Tiga generasi dalam satu kendaraan terpapar risiko yang sama. Penyelidikan Satlantas Polres Malang diharapkan memberi kejelasan bagi keluarga yang berduka.







