Yogyakarta, Optimaise News – Veda Ega Pratama meraih peringkat ketiga sesi practice Moto3 Inggris 2026 di Sirkuit Silverstone, Jumat (7/8/2026), dengan catatan 2 menit 09,639 detik. Pembalap Honda Team Asia asal Gunungkidul itu hanya kalah 0,071 detik dari Valentin Perrone dan lolos langsung ke Q2.
Inti artikel
- Pembalap Honda Team Asia asal Gunungkidul itu hanya kalah 0,071 detik dari Valentin Perrone dan lolos langsung ke Q2
- Posisi tersebut datang setelah FP1 yang sempat merosot ke urutan ke-16
- Optimaise News mencatat rebound itu jadi modal kuat jelang kualifikasi Sabtu malam WIB
Posisi tersebut datang setelah FP1 yang sempat merosot ke urutan ke-16. Optimaise News mencatat rebound itu jadi modal kuat jelang kualifikasi Sabtu malam WIB.
Peningkatan yang terlihat sejak menit-menit awal
Di FP1, Veda sempat berada di zona tengah lalu terlempar ke posisi terbawah. Saat sisa waktu lima menit, grafik menunjukkan ia di urutan ke-16, sementara Hakim Danish dari A-M MSi Racing di posisi ke-11.
Ia naik ke ketujuh, sempat melorot ke sembilan, lalu menutup FP1 di peringkat keempat. David Almansa (LM-D Intact GP) menjadi yang tercepat pada sesi itu dengan 2:10,533 detik, unggul 0,532 detik dari Veda.
Pada practice penentu 14 slot Q2, Veda tampil lebih berani. Mesin Honda yang ditungganginya dipacu maksimal di lintasan sepanjang 5.900 meter, dan top speed-nya mencapai 235,2 km/jam, salah satu yang kencang di kelompok Honda.
Mengapa jaraknya hanya sepertus dua detik di Silverstone
Persaingan papan atas sangat rapat. Perrone (Red Bull KTM Tech3) memuncaki practice dengan 2:09,568 detik, sering dikaitkan dengan flying lap di menit akhir dan bantuan slipstream.
Scott Ogden (CIP Green Power) di rumah sendiri hanya tertinggal 0,010 detik di P2. Veda di P3 terpaut 0,071 detik dari Perrone, artinya tiga pembalap itu dipisahkan selisih yang hampir tak terlihat mata telemetri.
Brian Uriarte (Red Bull KTM Ajo) dan Casey O’Gorman (SIC58 Squadra Corse) menyusul di peringkat empat dan lima. Hanya 14 rider tercepat yang masuk Q2 otomatis, sehingga tiap sepersepuluh detik di trek Inggris berharga mahal.
Rekor Q2 tanpa perlu tes Q1 di sirkuit Inggris
Tiga besar itu memastikan Veda tidak perlu melewati Q1. Ia mencatat putaran terbaik pada putaran ke-11, serupa tempo adaptasi yang digambarkan sesudah jeda musim tiga pekan.
Sementara itu, rekan senegara Mario Suryo Aji (Idemitsu Honda Team Asia) mengunci P8 di practice Moto2 dan juga lolos Q2. Catatan Optimaise News menunjukkan dua wakil Indonesia sama-sama bypass sesi penyisihan.
Hakim Danish finis ke-16 dengan 2:10,359 detik, tertinggal 0,791 detik dari puncak, sehingga wajib berjuang lewat Q1. Batas zona lolos ke-14 (Ryusei Yamanaka) hanya lebih cepat 0,115 detik dari Danish.
| Pos | Pembalap | Tim | Waktu / Gap |
|---|---|---|---|
| 1 | Valentin Perrone | Red Bull KTM Tech3 | 2:09.568 |
| 2 | Scott Ogden | CIP Green Power | +0.010 |
| 3 | Veda Pratama | Honda Team Asia | +0.071 |
| 4 | Brian Uriarte | Red Bull KTM Ajo | +0.100 |
| 5 | Casey O’Gorman | SIC58 Squadra Corse | +0.183 |
| 14 | Ryusei Yamanaka | A-M MSi Racing | +0.676 |
| 16 | Hakim Danish | A-M MSi Racing | +0.791 |
Potensi naik podium untuk pembalap muda Indonesia di trek yang penuh ujian
Meski baru hari pertama di Silverstone, gap 0,071 detik ke pemuncak practice memberi sinyal bahwa jarak podium Moto3 bisa sangat tipis. Rebound dari urutan ke-16 di FP1 ke P3 practice menandakan ritme balap Veda sudah stabil.
Kecepatan puncak 235,2 km/jam di lintasan panjang memperlihatkan set-up Honda Team Asia mampu bersaing di spektrum top speed, bukan hanya di tikungan teknis. Kualifikasi Moto3 dijadwalkan Sabtu (8/8) pukul 19.45 WIB, gerbang posisi start menjelang balapan utama.
Bagi pembaca di Indonesia, hasil Jumat ini melampaui sekadar latihan. Ia memadukan kronologi jatuh-bangkit dalam sehari, tiket Q2 otomatis, dan ambisi podium rookie di sirkuit yang menuntut keberanian full gas.




