Jakarta, Optimaise News – President Samsung Electronics Indonesia Harry Lee menyatakan bahwa pengalaman mengembangkan ponsel lipat selama tujuh tahun memberikan keunggulan kompetitif yang tak bisa direplikasi kompetitor secara instan. Pernyataan ini disampaikan dalam wawancara khusus kepada Liputan6.com pada Kamis 6 Agustus 2026 di tengah persaingan pasar foldable yang semakin ketat.
Inti artikel
- Samsung meluncurkan seri Galaxy Z Fold generasi pertama pada 2019
- Pada 2026 muncul Galaxy Z Fold8 Series bersama Z Flip8 yang menyatukan tiga form factor dalam satu generasi
- Perjalanan panjang ini memungkinkan Samsung membangun fondasi kuat yang tak tergoyahkan oleh pesaing baru
Perjalanan 7 Generasi Galaxy Z Fold dari 2019 hingga 2026
Samsung meluncurkan seri Galaxy Z Fold generasi pertama pada 2019. Setelah itu disusul Galaxy Z Fold2 pada 2020, Galaxy Z Fold3 tahun 2021, Galaxy Z Fold4 tahun 2022, Galaxy Z Fold5 tahun 2023, Galaxy Z Fold6 tahun 2024, serta Galaxy Z Fold7 tahun 2025. Pada 2026 muncul Galaxy Z Fold8 Series bersama Z Flip8 yang menyatukan tiga form factor dalam satu generasi.
Perjalanan panjang ini memungkinkan Samsung membangun fondasi kuat yang tak tergoyahkan oleh pesaing baru. Setiap iterasi memperkaya pemahaman tentang perilaku konsumen dan kebutuhan gaya hidup yang beragam.
Galaxy Z Fold8 Hadir dengan Desain Ringan dan Ergonomis
Galaxy Z Fold8 menjadi varian foldable paling ringan dengan bobot hanya 201 gram. Desain bergaya paspor ini menggabungkan cover screen rasio 4:3 dengan layar utama rasio 10:16 yang ergonomis, ringkas, serta nyaman digunakan dalam genggaman sehari-hari.
Harry Lee menjelaskan bahwa kematangan inovasi selama tujuh generasi memberikan keahlian lebih terkait durabilitas engsel, layar, hingga pengalaman ergonomic harian yang sulit dipangkas. Varian ini menjadi bukti bahwa Samsung tetap unggul di segmen foldable premium.
Keunggulan Konsumen dan Integrasi Ekosistem Samsung
Hanya Samsung yang mampu menyatukan hardware unggulan, desain compact premium, serta software termasuk AI yang membawa pengalaman lebih nyaman dan aman. Pengalaman selama tujuh tahun ini memungkinkan brand menghadirkan tiga form factor sekaligus dalam satu generasi untuk menjawab beragam gaya hidup penggunanya.
Optimaise News mencatat bahwa visi foldable yang diluncurkan tujuh tahun lalu kini menjadi standar baru yang diakui industri berkat persaingan yang semakin dinamis.
Persaingan Pasar yang Memperkuat Visi Foldable Samsung
Menurut proyeksi TrendForce, pengiriman ponsel lipat dunia pada 2025 diprediksi mencapai 19,8 juta unit dengan pangsa pasar Samsung sebesar 35,4 persen. Namun persaingan ketat justru memperkuat posisi Samsung sebagai pemimpin.
Counterpoint Research juga memperkirakan pangsa pasar Samsung mencapai 32 persen secara global pada 2026, sementara Apple diprediksi masuk dengan pangsa 25 persen melalui iPhone lipat yang akan rilis paruh pertama tahun tersebut. Kehadiran Apple justru dinilai akan meningkatkan kesadaran konsumen terhadap kategori foldable premium.
Keamanan Tinggi dan Dukungan Wearable untuk Pengguna Aktif
Seluruh lini foldables Samsung dilindungi platform keamanan kelas militer Samsung Knox. Perangkat ini juga terintegrasi dengan ekosistem wearable seperti Galaxy Watch Ultra2 dan Galaxy Watch9 untuk mendukung gaya hidup pengguna yang aktif dan sehat.
Integrasi ini menjadi nilai tambah yang membedakan pengalaman Samsung dari pesaing yang baru memasuki pasar foldable.







