Surabaya, Optimaise News – Kantor SAR Kelas A Surabaya menutup monitoring aktif terhadap KMP Mutiara Sentosa II pada Minggu, 9 Agustus 2026, di hari ketujuh setelah kebakaran kapal di perairan utara Pulau Madura, Jawa Timur. Empat hari penyisiran laut dan udara tidak menemukan indikasi bangkai kapal maupun korban tambahan.
Inti artikel
- Empat hari penyisiran laut dan udara tidak menemukan indikasi bangkai kapal maupun korban tambahan
- Keputusan itu disampaikan Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya Nanang Sigit PH saat menyambut helikopter yang sempat dipakai pemantauan
- Optimaise News merangkum, status beralih ke posisi siaga rutin untuk kedaruratan lain di wilayah kerja Surabaya
Keputusan itu disampaikan Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya Nanang Sigit PH saat menyambut helikopter yang sempat dipakai pemantauan. Optimaise News merangkum, status beralih ke posisi siaga rutin untuk kedaruratan lain di wilayah kerja Surabaya.
Keputusan hari ketujuh: nol indikasi korban tambahan
Monitoring aktif dimulai setelah operasi SAR khusus dialihkan menjadi kegiatan pemantauan pada Rabu, 5 Agustus 2026. Selama empat hari, personel dan alutsar dikerahkan menelusuri kawasan utara Madura.
Nanang menjelaskan alasan penghentian secara tegas. “Dengan tidak adanya tanda-tanda korban yang mungkin belum ditemukan, maka kami mengakhiri kegiatan monitoring aktif,” katanya, mengutip keterangan yang dihimpun dari Antara, Minggu (9/8).
Rantai keputusan ini melengkapi langkah sebelumnya. Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii sudah mengalihkan operasi SAR khusus kebakaran menjadi operasi kesiapsiagaan setelah seluruh korban di kapal terdata dan dievakuasi. Monitoring lanjutan baru ditutup setelah penyisiran tambahan tetap kosong.
Aset laut dan udara yang dipakai menyisir utara Madura
Di laut, tim memakai KN SAR 249 Permadi dan satu unit RIB Pos SAR Sumenep. Dari udara, helikopter Basarnas AW139 HR1301 memperluas cakupan area pencarian.
Tujuan pengerahan itu mencari tanda keberadaan kapal atau orang yang mungkin belum tertemukan. Hingga monitoring berakhir, tidak ada indikasi baru. Berdasarkan sumber yang dihimpun Optimaise News, kedatangan heli ke pangkalan menjadi momen resmi pengumuman penutupan fase aktif.
Rekap final 238 orang: selamat dan meninggal per kapal evakuator
Data manifes disinkronkan antara kesyahbandaran dan operator. Total orang di atas KMP Mutiara Sentosa II dipastikan 238: 233 selamat dan lima meninggal dunia.
Pembagian korban selamat per kapal pengevakuasi adalah sebagai berikut. KM Meratus Pematang Siantar mengangkut 110 orang, TB Hasnur 62, KN Permadi sembilan, Selaras Mas 13, KRI Nala 30, dan KMP Mutiara Ferindo I delapan orang.
Lima korban meninggal dievakuasi lewat KM Meratus Pematang Siantar (dua), KRI Nala (dua), dan KMP Mutiara Ferindo I (satu). Matriks di bawah menyandingkan peran kapal penolong pada fase evakuasi dengan aset yang dipakai fase monitoring lanjutan.
| Kapal / aset | Selamat | Meninggal | Fase |
|---|---|---|---|
| KM Meratus Pematang Siantar | 110 | 2 | Evakuasi |
| TB Hasnur | 62 | 0 | Evakuasi |
| KN Permadi / KN SAR 249 Permadi | 9 | 0 | Evakuasi + monitoring laut |
| Selaras Mas | 13 | 0 | Evakuasi |
| KRI Nala | 30 | 2 | Evakuasi |
| KMP Mutiara Ferindo I | 8 | 1 | Evakuasi |
| RIB Pos SAR Sumenep | , | , | Monitoring laut |
| Helikopter AW139 HR1301 | , | , | Monitoring udara |
Angka di tabel hanya merefleksikan data sinkronisasi manifes dan alokasi alutsar yang sudah diumumkan pejabat Basarnas dan SAR Surabaya. Investigasi penyebab kebakaran masih menjadi ranah KNKT, di luar penutupan monitoring.
Kantor SAR Surabaya kembali ke posisi siaga rutin
Dengan berakhirnya monitoring aktif, personel Kantor SAR Kelas A Surabaya ditempatkan kembali pada status standby. Fokus mereka kini mengantisipasi kedaruratan lain di wilayah pantauan, bukan lagi penyisiran khusus kasus Mutiara Sentosa II.
“Selanjutnya, beralih posisi standby untuk kondisi kedaruratan yang lain,” ujar Nanang. Alur tunggal dari operasi SAR khusus, pengalihan ke kesiapsiagaan, monitoring empat hari, hingga penutupan di hari ketujuh sudah selesai di tingkat operasional lapangan.
Publik dan keluarga korban yang ingin menelusuri penyebab kebakaran diminta menunggu proses investigasi formal. Tim SAR regional sudah menutup fase pencarian aktif tanpa indikasi korban tersisa.







