Hari ke-7: 18 Korban KM Nurul Salsa Masih Dicari

Operasi SAR KM Nurul Salsa hari ke-7: 59 selamat, 1 tewas, 18 hilang. Area diperluas 2.924 NM² di Selayar-Pangkep dengan 6 SRU dan armada gabungan.

Author Image

Adel

Hari ke-7: 18 Korban KM Nurul Salsa Masih Dicari

Operasi pencarian penumpang kapal motor yang tenggelam di perairan Sulawesi Selatan memasuki hari ketujuh pada 21 Juli 2026. Data gabungan per 20 Juli menunjukkan 59 orang selamat termasuk dua penyintas terbaru, satu orang meninggal, dan 18 masih berstatus hilang dari total 78 penumpang KM Nurul Salsa.

Inti artikel

  • Operasi pencarian penumpang kapal motor yang tenggelam di perairan Sulawesi Selatan memasuki hari ketujuh pada 21 Juli 2026
  • Kapal motor itu meninggalkan Pulau Jampea pada 15 Juli 2026 dengan destinasi Pelabuhan Benteng, Selayar
  • Mesin bermasalah di barat Pulau Polassi sebelum kapal terbalik dan tenggelam

Kapal motor itu meninggalkan Pulau Jampea pada 15 Juli 2026 dengan destinasi Pelabuhan Benteng, Selayar. Mesin bermasalah di barat Pulau Polassi sebelum kapal terbalik dan tenggelam. Tim SAR memperbesar cakupan kerja menjadi 2.924 mil laut persegi yang dibagi lima sektor serta didukung enam unit SRU.

Peristiwa ini menyoroti kerentanan transportasi laut antar pulau dan pentingnya respons cepat lintas wilayah. Nelayan lokal berperan langsung dalam penyelamatan, sebuah pola yang relevan bagi komunitas pesisir dan pelaku usaha kecil di jalur laut padat. Optimaise News merangkum perkembangan terbaru berdasarkan fakta lapangan yang tersedia.

Dua Penyintas Bertahan Empat Hari di Atas Gabus

Asmal atau Jamsal berusia 24 tahun dan Nurmiati berusia 46 tahun ditemukan nelayan KM Bari-Baria 05 di perairan Pulau Sanipa, Pangkep. Penemuan terjadi 19 Juli sekitar pukul 13.00 WITA. Keduanya dalam kondisi lemas, masih memakai pelampung, dan bertahan di atas gabus setelah empat hari mengapung.

Awalnya lima orang berada di rakit gabus yang sama. Tiga rekan meninggal karena kelelahan. Dua penyintas menghabiskan dua malam bersama jenazah rekan mereka. Mereka akhirnya melepaskan tubuh-tubuh itu setelah tanda pembusukan mulai muncul agar bisa bertahan lebih lama.

Penemuan rakit gabus berisi tas dan KTP kemudian dijadikan petunjuk lanjutan bagi tim pencari. Fakta ini membantu memetakan kemungkinan arah hanyut korban yang belum ditemukan. Kondisi fisik dua penyintas yang lemah menekankan betapa beratnya bertahan di laut terbuka tanpa pasokan.

Lima Penumpang Lain Selamat di Rumpong Perbatasan

Lima Penumpang Lain Selamat di Rumpong Perbatasan

Selain dua orang di atas gabus, lima penumpang lain berhasil selamat. Mereka berpegangan rumpong di perairan perbatasan Selayar-Pangkep. Koordinasi bupati setempat mempercepat proses evakuasi dan penjemputan mereka ke daratan aman.

Keberhasilan ini memperlihatkan nilai kerja sama antarkabupaten ketika bencana maritim melintasi batas administrasi. Nelayan dan aparat lokal menjadi mata rantai pertama yang sering mendeteksi korban sebelum kapal SAR besar tiba di lokasi. Peran komunitas pesisir ini menjadi pelajaran praktis bagi wilayah dengan rute penyeberangan padat.

Salmawati berusia 34 tahun tercatat sebagai satu-satunya korban meninggal yang telah teridentifikasi hingga data 20 Juli. Status 18 orang sisanya masih dalam kategori hilang sehingga tekanan pada tim penolong tetap tinggi memasuki hari ketujuh.

Perluasan Area dan Armada yang Dikerahkan

Perluasan Area dan Armada yang Dikerahkan

Area pencarian diperluas hingga 2.924 mil laut persegi. Wilayah itu dibagi menjadi lima sektor agar patroli lebih terstruktur. Enam unit SRU dikerahkan berdasarkan analisis arus laut, angin, serta pemodelan SARMAP agar prediksi posisi hanyut lebih akurat.

Armada yang dikerahkan antara lain RB Mataram 220. Turut serta KN SAR Puntadewa, KN SAR Kamajaya 104, dan KN SAR Pacitan. Dukungan laut juga datang dari KRI Marlin 877 serta KRI Hiu 634. Seluruh elemen dilengkapi dukungan TNI, Polri, BPBD, Syahbandar, dan para nelayan yang familiar dengan kondisi setempat.

Dari Posko SAR Benteng, Muhammad Arif Anwar bertindak sebagai SMC yang mengendalikan seluruh operasi. Pengaturan sektor dan rotasi armada dijalankan agar cakupan tetap luas tanpa tumpang tindih. Temuan rakit gabus dengan dokumen identitas memperkuat keyakinan bahwa pencarian di sektor tertentu masih relevan.

Setiap hari penundaan meningkatkan risiko bagi mereka yang masih mengapung. Cuaca dan arus di Selayar-Pangkep bisa mengubah posisi hanyut dalam hitungan jam. Itulah sebabnya perluasan area dan penambahan SRU dilakukan segera setelah data baru masuk.

Tanya Jawab Seputar Insiden KM Nurul Salsa

Kapan dan di mana KM Nurul Salsa tenggelam?
Kapal berangkat 15 Juli 2026 dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng di Selayar. Mesin bermasalah di barat Pulau Polassi lalu kapal terbalik dan tenggelam di perairan tersebut.

Berapa jumlah penumpang yang masih dicari?
Per data gabungan 20 Juli terdapat 18 orang masih hilang. Total penumpang 78 orang dengan rincian 59 selamat, satu meninggal (Salmawati, 34 tahun), dan 18 belum ditemukan.

Bagaimana dua penyintas terakhir ditemukan?
Asmal atau Jamsal (24) dan Nurmiati (46) dijemput nelayan KM Bari-Baria 05 di perairan Pulau Sanipa, Pangkep, pada 19 Juli sekitar pukul 13.00 WITA. Mereka bertahan di atas gabus dengan pelampung setelah empat hari.

Siapa yang memimpin operasi dan apa petunjuk terbaru?
Muhammad Arif Anwar sebagai SMC mengendalikan dari posko di Benteng. Rakit gabus berisi tas dan KTP dijadikan acuan lanjutan untuk memetakan arah pencarian.

Optimaise News akan terus memantau perkembangan operasi SAR di Selayar dan Pangkep. Keluarga korban dan masyarakat pesisir menanti kabar lebih lanjut seiring hari ketujuh berjalan. Koordinasi antarlembaga dan bantuan nelayan tetap menjadi tulang punggung upaya penyelamatan yang masih berlangsung.

Adel
Redaktur Tren

Adel adalah redaktur tren Optimaise News. Meliput Google Trends, topik viral, dan isu hangat harian di Indonesia. Menyusun artikel tren agar pembaca paham kenapa topik naik dan apa konteksnya, bukan hanya meniru judul yang sedang ramai.