Presiden Prabowo Subianto memperingatkan kabinet soal aliran keluar kekayaan Indonesia yang mencapai ratusan miliar dolar AS tiap tahun. Pernyataan itu disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Senin 20 Juli 2026, dengan merujuk data lembaga internasional termasuk PBB.
Inti artikel
- Presiden Prabowo Subianto memperingatkan kabinet soal aliran keluar kekayaan Indonesia yang mencapai ratusan miliar dolar AS tiap tahun
- Ia menekankan angka tersebut setara ribuan triliun rupiah dan menjadi tantangan bersama
- Estimasi ratusan miliar dolar AS per tahun bukan hitungan internal semata
Ia menekankan angka tersebut setara ribuan triliun rupiah dan menjadi tantangan bersama. Prabowo mengajak seluruh unsur pimpinan politik, teknokrat, budaya, hingga masyarakat menyelesaikan tanpa saling menyalahkan, karena pelaku ekonomi dalam dan luar negeri sudah sama-sama mengetahui distorsi ini.
Skala Aliran Keluar Kekayaan yang Disebut Data Internasional
Estimasi ratusan miliar dolar AS per tahun bukan hitungan internal semata. Lembaga seperti PBB telah mencatat outflow tersebut secara berulang dalam laporan perdagangan global.
Skala kebocoran ini membuat Indonesia sulit mengejar posisi negara terkaya di dunia meski memiliki sumber daya melimpah. Kekayaan yang seharusnya membuat rakyat lebih kaya raya justru menguap ke luar negeri setiap tahun.
Prabowo menggarisbawahi bahwa data internasional sudah terbuka. Pemerintah tinggal memanfaatkan temuan itu untuk aksi kolektif, bukan perdebatan lama.
Rantai Praktik yang Dinilai Membuat Ekonomi Terdistorsi

Rantai praktik yang disebut meliputi pemalsuan laporan perdagangan, underinvoicing, transfer pricing, dan penyelundupan. Masing-masing saling menopang sehingga nilai ekspor-impor tampak lebih rendah dari realitas.
Underinvoicing membuat barang keluar dicatat murah, sementara transfer pricing menggeser laba ke yurisdiksi lain. Penyelundupan menutup celah fisik yang tersisa. Pelaku ekonomi domestik dan asing sudah lama paham distorsi ini terjadi di rantai pasok Indonesia.
Optimaise News mencatat bahwa Prabowo membingkai rangkaian itu sebagai fakta yang harus diakui bersama. Ia menolak fokus mencari siapa yang salah, melainkan mendorong perbaikan sistem.
Ironi Sawit: Produsen Terbesar tapi Minyak Goreng Sempat Hilang

Contoh paling absurd yang diangkat adalah kelapa sawit. Indonesia produsen terbesar dunia, namun minyak goreng sempat hilang dari pasaran dalam hitungan minggu.
Ironi itu memperlihatkan bagaimana distorsi perdagangan bisa memutus pasokan dalam negeri. Rakyat menanggung dampak langsung, sementara nilai tambah mengalir ke luar.
Prabowo memakai kasus sawit untuk menggambarkan bahwa kebocoran bukan soal angka abstrak. Ia terkait langsung ketersediaan barang pokok dan daya beli harian masyarakat.
Mandat Kolektif Pemimpin Politik hingga Budaya
Presiden menegaskan pernyataannya bukan ajang mencari kesalahan. Seluruh unsur pimpinan politik, teknokrat, budaya, dan masyarakat memegang mandat rakyat yang sama untuk menyelesaikan persoalan.
Ia mengaitkan kebocoran dengan kondisi riil seperti gaji guru yang masih rendah dan kemiskinan ekstrem yang belum tuntas. Dana yang bocor seharusnya bisa memperkuat sektor-sektor itu.
Dalam sekitar 18 bulan pertama, pemerintah disebut telah menuntaskan lebih dari 100 persoalan strategis. Capaian itu menjadi modal untuk menutup celah aliran keluar kekayaan secara lebih sistematis.
Tantangan di Tengah Pergolakan Global
Sidang kabinet paripurna ini berlangsung sebagai evaluasi paruh tahun menjelang pidato kenegaraan HUT RI ke-81. Konteks global yang penuh pergolakan membuat penutupan kebocoran semakin mendesak.
Prabowo mengingatkan bahwa pelaku ekonomi di dalam dan luar negeri sudah mengetahui distorsi tersebut. Yang dibutuhkan sekarang adalah kolaborasi lintas unsur agar Indonesia tidak terus kehilangan sumber daya.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hadir di barisan menteri selama sidang. Suasana tetap fokus pada penjabaran tantangan bersama tanpa tudingan personal.
Tanya Jawab Seputar Pernyataan Prabowo
Berapa estimasi aliran keluar kekayaan yang disebut Presiden?
Ratusan miliar dolar AS atau setara ribuan triliun rupiah setiap tahun, merujuk data lembaga internasional termasuk PBB.
Apa saja rantai praktik yang dinilai menyebabkan distorsi?
Pemalsuan laporan perdagangan, underinvoicing, transfer pricing, dan penyelundupan yang saling terkait.
Mengapa contoh sawit diangkat dalam sidang?
Untuk menunjukkan absurditas: Indonesia produsen kelapa sawit terbesar dunia sempat kehilangan minyak goreng berminggu-minggu akibat distorsi pasok.
Siapa yang diminta ikut menyelesaikan menurut Prabowo?
Seluruh unsur pimpinan politik, teknokrat, budaya, dan masyarakat yang memegang mandat rakyat, dengan penekanan bukan untuk saling menyalahkan.







