Emas spot dunia rebound ke US$4.066 per ons pada malam 24 Juli 2026 waktu Vietnam. Kenaikan sekitar US$16 itu muncul di tengah PMI AS kuat, yield Treasury 4,70 persen, dan indeks dolar 101,39.
Inti artikel
- Emas spot dunia rebound ke US$4.066 per ons pada malam 24 Juli 2026 waktu Vietnam
- Kenaikan sekitar US$16 itu muncul di tengah PMI AS kuat, yield Treasury 4,70 persen, dan indeks dolar 101,39
- Batangan SJC di Vietnam hanya naik 500.000 VND ke jual 140,5 juta VND per ounce
Batangan SJC di Vietnam hanya naik 500.000 VND ke jual 140,5 juta VND per ounce. Harga emas hari ini memperlihatkan divergensi tajam antara pasar global dan lokal yang masih di zona bawah.
Spot dan Futures: Level US$4.066 serta Pemicu Pemulihan Tipis
Harga spot emas menyentuh US$4.066 per ons. Futures Comex untuk Agustus 2026 berada di dekat US$4.063 per ons.
Pemulihan tipis datang setelah aksi jual sebelumnya. Minyak tinggi dan yield naik sempat tekan harga. Aksi beli muncul lagi saat level rendah diuji.
Pantauan Optimaise News mencatat level ini sebagai penanda awal stabilisasi. Pedagang menunggu penutupan di atas ambang untuk konfirmasi.
| Instrumen | Level | Catatan |
|---|---|---|
| Emas Spot | US$4.066/ons | +US$16 |
| Futures Comex Agustus 2026 | US$4.063/ons | Dekat spot |
| SJC Batangan Jual | 140,5 juta VND/ounce | +500.000 VND |
| SJC Beli-Jual 24 Juli | 135,5 sampai 140,5 juta VND | Masih zona bawah |
| Brent | US$97,67 | Turun dari di atas 102 |
| WTI | US$89,76 | Stabil relatif |
| Yield 10 tahun | 4,70% | Tekanan emas |
| DXY | 101,39 | Dolar kuat |
SJC Batangan vs Cincin: Naik 500 Ribu tapi Masih di Kisaran Bawah

Harga jual batangan SJC ditutup 140,5 juta VND per ounce. Kenaikan 500.000 VND terjadi di sesi 24 Juli.
Kisaran beli-jual 135,5 sampai 140,5 juta VND per ounce. Posisi ini tetap di zona bawah meski ada perbaikan tipis.
Pergerakan cincin dan perhiasan sering berbeda. Ritel Vietnam lebih pilih batangan karena likuiditas tinggi. Di Indonesia acuan serupa lewat harga emas org dan harga emas pegadaian yang mengikuti arus global.
PMI AS 53,6, Yield 4,70%, Dolar 101,39: Tekanan Jangka Pendek

Composite PMI AS Juli mencapai 53,6. Angka ini tertinggi dalam delapan bulan. Jasa di 53,6 dan manufaktur di 53,8.
Data tunjukkan ekonomi AS masih ekspansi. Yield obligasi 10 tahun menginjak 4,70 persen. Indeks dolar DXY di 101,39.
Yield tinggi membuat obligasi lebih menarik. Emas tak memberi bunga jadi kalah saing. Dolar kuat juga menekan harga komoditas. Itulah tekanan jangka pendek yang dirasakan pasar.
Minyak, Selat Hormuz, dan Kalender The Fed 29 Juli
Brent berada di sekitar US$97,67 per barel. Harga sempat melampaui US$102 sebelum turun. WTI dekat US$89,76.
Ketegangan di Selat Hormuz tetap risiko. Gangguan pasokan bisa dorong inflasi dan ubah ekspektasi suku bunga.
Rapat The Fed 29 Juli jadi kalender penting. Keputusan dan pernyataan pejabat bisa gerakkan emas cepat. Data klaim pengangguran juga dipantau sebagai penanda lanjutan.
Zona US$4.067 sampai US$3.998 yang Dipantau Pedagang
Penutupan di atas US$4.067 perbaiki prospek. Momentum beli berpeluang berlanjut jika level itu ditembus dengan volume.
Breakdown di bawah US$4.030 buka fokus support sekitar US$3.998. Checklist praktis ritel: awasi breakout 4.067, jaga support 3.998, pantau Fed 29 Juli, serta berita Hormuz atau Laut Merah.
Sintesis level global, SJC Vietnam, dan acuan lokal Indonesia memberi peta lengkap. Emas tetap lindung nilai meski fluktuasi harian tajam. Investor bisa bandingkan harga emas hari ini dengan harga emas org serta harga emas pegadaian sebelum ambil posisi.







