Emas spot global rebound tipis ke sekitar US$4.066 per ons pada malam 24 Juli waktu Vietnam. Harga naik US$16 usai aksi jual sebelumnya.
Inti artikel
- Emas spot global rebound tipis ke sekitar US$4.066 per ons pada malam 24 Juli waktu Vietnam
- Harga naik US$16 usai aksi jual sebelumnya
- Di pasar domestik, harga emas SJC hanya naik 500.000 VND ke 140,5 juta VND per ounce dan masih di kisaran bawah
Di pasar domestik, harga emas SJC hanya naik 500.000 VND ke 140,5 juta VND per ounce dan masih di kisaran bawah. Divergensi ini muncul di tengah PMI AS kuat, yield Treasury tinggi, dolar kokoh, serta risiko di Selat Hormuz. Harga emas hari ini memperlihatkan pemulihan global yang belum sepenuhnya diikuti SJC.
Spot dan Berjangka Emas Dunia Setelah Rebound Tipis
Emas spot dunia bergerak ke US$4.066 per ons. Kenaikan terbatas ini mencerminkan posisi hati-hati para pelaku pasar.
Kontrak berjangka Comex untuk Agustus 2026 berada di sekitar US$4.063 per ons. Rebound datang setelah tekanan jual yang sempat dalam pada sesi sebelumnya.
Investor masih menunggu konfirmasi dari data ekonomi AS. Ruang naik jangka pendek terasa terbatas karena faktor moneter yang ketat.
SJC Batangan serta Cincin: Rentang Beli-Jual Terbaru

Pada penutupan 24 Juli, harga SJC batangan tercatat 135,5, 140,5 juta VND per ounce untuk rentang beli-jual. Harga jual naik 500.000 VND menjadi 140,5 juta VND per ounce.
Level tersebut tetap di kisaran bawah meski ada kenaikan harian. Harga cincin polos Bao Tin Minh Chau berada di 138,7, 142,5 juta VND per ons dan turun 1,1 juta VND.
Cincin sering lebih mahal dari batangan karena preferensi konsumen dan likuiditas berbeda. Banyak pembeli membandingkan juga dengan harga emas pegadaian sebelum memutuskan transaksi.
| Instrumen | Harga | Perubahan |
|---|---|---|
| Spot Emas | US$4.066/ons | +US$16 |
| Comex Agustus 2026 | US$4.063/ons | – |
| SJC Jual | 140,5 juta VND/ounce | +500.000 VND |
| SJC Beli-Jual | 135,5, 140,5 juta VND/ounce | – |
| Cincin Bao Tin Minh Chau | 138,7, 142,5 juta VND/ons | -1,1 juta VND |
PMI AS, Yield Treasury, dan Dolar yang Menahan Emas

PMI komposit AS sementara Juli mencapai 53,6. Angka ini tertinggi dalam delapan bulan terakhir.
PMI jasa 53,6 dan manufaktur 53,8. Data awal ini mendorong proyeksi pertumbuhan AS mendekati 2 persen, lebih tinggi dari 1,2 persen di kuartal II.
Yield Treasury 10 tahun bertahan di sekitar 4,70 persen. Indeks dolar DXY di 101,39 menambah beban bagi emas yang tak memberi bunga.
Kekuatan ekonomi AS menunda ekspektasi pelonggaran suku bunga. Emas menjadi kurang menarik sebagai lindung nilai moneter.
Minyak Brent-WTI dan Risiko Jalur Pelayaran Hormuz
Brent berada di sekitar US$97,67 per barel setelah sempat di atas US$102. WTI di level US$89,76 per barel.
Volatilitas minyak dipicu kekhawatiran pasokan lewat Selat Hormuz. Jalur ini krusial bagi perdagangan energi global.
Jika risiko eskalasi naik, inflasi energi bisa ikut melonjak. Efeknya ganda: dukung emas lewat rasa takut tapi tekan lewat yield yang ikut naik.
Level Teknikal Kritis plus Agenda The Fed Akhir Juli
Level teknikal utama fokus di penembusan di atas US$4.067. Support terdekat berada di US$4.030 dengan zona lebih dalam sekitar US$3.998.
Rapat The Fed pada 29 Juli jadi penentu arah. Pasar akan cermati panduan suku bunga dan proyeksi ekonomi terbaru.
Investor juga perlu pantau klaim pengangguran mingguan serta simposium Jackson Hole di Agustus. Optimaise News menyusun checklist praktis ini agar pemantauan lebih terarah.
Sintesis divergensi global versus SJC, driver PMI-yield-dolar-Hormuz, level teknikal, dan agenda The Fed memberi gambaran utuh yang jarang digabung di laporan lain. Dengan data lengkap, keputusan investasi bisa lebih terukur.







