Harga emas melonjak signifikan dipicu oleh geopolitik yang semakin tegang di Timur Tengah serta pelemahan dolar AS. Bandar pasar yakin perang akan memperpanjang tren positif ini di tengah ketidakpastian global.
Inti artikel
- Harga emas melonjak signifikan dipicu oleh geopolitik yang semakin tegang di Timur Tengah serta pelemahan dolar AS
- Bandar pasar yakin perang akan memperpanjang tren positif ini di tengah ketidakpastian global
- Secara global, harga emas spot terus menunjukkan kekuatan di tengah ketidakpastian geopolitik
Pergerakan ini tercatat pada 31 Juli 2026, di mana harga spot emas dunia naik ke level US$4.108,72 per ons, meningkat 0,15 persen dalam satu hari dan 1,86 persen dalam dua hari berturut-turut.
Pergerakan Harga Emas Global dan Lokal
Secara global, harga emas spot terus menunjukkan kekuatan di tengah ketidakpastian geopolitik. Kenaikan ini mencerminkan permintaan yang solid dari investor dan bank sentral dunia yang mencari aset pelindung.
Di Indonesia, harga emas Antam juga turut naik menjadi Rp2.623.000 per gram setelah kenaikan Rp7.000 per hari sebelumnya. Angka lokal ini menjadi acuan utama bagi masyarakat yang berinvestasi dalam emas batangan.
Faktor Pendukung Naiknya Harga Emas

Beberapa faktor utama mendukung kenaikan harga emas ini. Geopolitik di Timur Tengah yang memanas karena konflik berkepanjangan menjadi pendorong utama, karena meningkatkan permintaan akan aset pelindung seperti emas di tengah risiko ekonomi.
Selain itu, melemahnya indeks dolar AS hingga 99,86, terendah sejak 16 Juni 2026, juga mendukung harga emas dalam dolar AS. Kondisi ini menciptakan iklim yang menguntungkan bagi investor emas di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
Optimaise News menilai bahwa sintesis antara faktor geopolitik dan moneter menjadi gambaran utuh yang mendorong harga emas melonjak. Investor global kini melihat emas sebagai pilihan lebih menarik dibandingkan aset lain yang tidak stabil.
Harga Antam dan Spread Buyback Terbaru

Harga emas Antam terkini berada di Rp2.623.000 per gram dengan spread buyback sebesar Rp225.000 per gram. Spread ini menjadi pertimbangan penting bagi investor ritel di Indonesia yang sering khawatir tentang biaya transaksi tersembunyi.
Untuk informasi lebih lengkap, berikut perbandingan harga emas global dan lokal menurut data terkini:
| Aspek | Harga Global | Harga Lokal (Antam) |
|---|---|---|
| Harga | US$4.108,72 per ons | Rp2.623.000 per gram |
| Perubahan Harian | +0,15% | +Rp7.000 |
| Spread Buyback | N/A | Rp225.000 per gram |
| Perubahan Dua Hari | +1,86% | Terukur positif |
Spread buyback yang tinggi dapat menjadi biaya tersembunyi bagi investor. Manajemen spread yang baik sangat penting untuk mengoptimalkan pengembalian investasi emas batangan.
Dampak Kebijakan Fed dan Inflasi AS
Kebijakan Federal Reserve dan inflasi AS juga memengaruhi pasar emas secara signifikan. Indeks PCE AS turun 0,1% pada Juni, tetapi inflasi diproyeksikan kembali naik akibat konflik Timur Tengah yang memengaruhi harga minyak dan rantai pasok global.
Peluang kenaikan suku bunga Fed pada September turun ke 61% dari 77% sebelumnya. Hal ini dapat memberikan dorongan lebih lanjut pada harga emas karena ekspektasi penurunan suku bunga di masa depan.
Klaim pengangguran AS mingguan naik ke 197.000, meski masih di bawah perkiraan pasar. Data ini menunjukkan perlindungan tenaga kerja yang lebih baik di Amerika Serikat, meskipun tren mingguan naik 9.000 dari level terendah.
Outlook Harga Emas dan Strategi Investor
Prediksi analisis menunjukkan harga emas tembus US$4.150 hingga US$4.200 menurut Kepala Strategi Komoditas TD Securities Bart Melek. Tren kenaikan bulanan pertama dalam lima bulan ini menjadi sinyal positif bagi investor yang ingin memanfaatkan momentum saat ini.
Bandar pasar seperti dari TD Securities optimis dengan pernyataan Bart Melek yang menekankan resistensi harga emas di level tertentu. Tren ini dapat berlanjut jika faktor geopolitik tetap mendominasi pasar komoditas.
Untuk investor emas batangan di Indonesia, kelola spread dengan membeli emas saat harga rendah dan menghindari pembelian impulsif. Diversifikasi dengan emas batangan dan emas perhiasan juga disarankan untuk perlindungan aset jangka panjang, terutama menghadapi volatilitas pasar global.







