Harga Emas Fluktuatif: Support US$3.970–US$4.149

Ibrahim Assuaibi (Traze) petakan support US.970–3.856 dan resistance US.063–4.149. Geopolitik Timur Tengah, pemilu sela AS, dan The Fed jadi penentu arah

Author Image

Dyah

Harga Emas Fluktuatif: Support US$3.970–US$4.149

Rantai eskalasi di Timur Tengah yang menekan harga minyak dan inflasi Amerika Serikat akan menentukan apakah emas dunia bertahan di zona support atau menembus resistance sepekan ke depan. Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi menilai pergerakan emas cenderung fluktuatif, dengan support US$ 3.970 dan US$ 3.856 per troy ounce serta resistance US$ 4.063 dan US$ 4.149.

Menurut pantauan Optimaise News, empat sentimen utama—geopolitik, politik dalam negeri AS, kebijakan bank sentral, serta pasokan-permintaan—menjadi penentu arah harga.

Empat pendorong volatilitas: geopolitik, politik AS, The Fed, dan pasokan-permintaan

Ibrahim Assuaibi menjelaskan fluktuasi emas dunia tidak berdiri sendiri. Ia memetakan empat pendorong yang saling terkait: tensi geopolitik, dinamika politik Amerika Serikat, sikap bank sentral AS, serta keseimbangan pasokan dan permintaan.

Keempat faktor itu, menurutnya, membentuk ruang gerak harga dalam sepekan ke depan. Trader yang mengabaikan salah satunya berisiko salah membaca arah koreksi atau rebound.

Peta level teknikal: dua support dan dua resistance yang dipantau trader

Peta level teknikal: dua support dan dua resistance yang dipantau trader

Pada Minggu (19/7/2026), Ibrahim membeberkan level teknikal yang dipantau pelaku pasar. Zona bawah dan zona atas digambarkan sebagai penanda skenario koreksi versus penguatan.

Level teknikal Harga (US$ per troy ounce)
Support pertama 3.970
Support kedua 3.856
Resistance pertama 4.063
Resistance kedua 4.149

Ia menyatakan, “(Harga emas) bisa terkoreksi, kemungkinan support pertama di US$ 3.970 per troy ounce. Apabila melemah kembali, support kedua harga emas di US$ 3.856 per troy ounce.” Peluang rebound juga tetap terbuka.

“Kemudian seandainya harga emas dunia kembali menguat maka resistance kedua di US$ 4.149 per troy ounce,” katanya, setelah menyebut resistance pertama di US$ 4.063.

Blokade Laut Merah dan serangan silang AS–Iran: jalur ke kenaikan biaya logistik

Blokade Laut Merah dan serangan silang AS–Iran: jalur ke kenaikan biaya logistik

Dari sisi geopolitik, eskalasi di Timur Tengah dinilai kembali meningkat. Amerika Serikat menyasar infrastruktur di Iran, sementara Iran membalas dengan serangan masif ke pangkalan-pangkalan AS di kawasan itu.

Di jalur laut, Houthi Yaman melakukan blokade di Laut Merah. Blokade tersebut dinilai berpotensi mendorong kenaikan harga minyak mentah, menaikkan biaya transportasi dan logistik, lalu menekan inflasi serta harga barang turunan.

Optimaise News mencatat rantai kausal ini sebagai jembatan antara konflik regional dan valuasi emas. Tekanan inflasi yang lahir dari biaya logistik sering menjadi bahan bakar bagi pergerakan safe-haven.

Risiko pemilu sela AS dan opsi suku bunga The Fed jika inflasi kembali naik

Di ranah politik AS, Kongres kembali melontarkan kritik tajam terhadap Donald Trump usai eskalasi perang. Pemilu sela untuk pemilihan anggota DPR kian dekat, dan muncul kekhawatiran Partai Republik bisa dikalahkan Partai Demokrat.

Isu perang yang mendorong inflasi, kenaikan kebutuhan pokok, serta kenaikan harga gasolin menjadi narasi yang membayangi. Sentimen politik itu dapat menambah volatilitas di pasar komoditas.

Sementara itu, indeks harga konsumen dan indeks harga produsen di AS sempat turun. Namun, kondisi perang yang kembali memanas dinilai bisa mengerek inflasi ulang.

Dalam skenario itu, bank sentral AS kemungkinan mempertahankan suku bunga atau bahkan menaikkannya. Ibrahim mengingatkan, “kalau inflasi tinggi, Bank Sentral bisa saja akan menaikkan lebih dari dua kali suku bunga dan ini akan berdampak terhadap penurunan harga emas dunia, maupun logam mulia.”

Implikasi bagi investor: skenario koreksi versus rebound dalam sepekan

Dari sisi pasokan-permintaan, bank sentral terus menambah cadangan emas. Cadangan emas Bank Sentral Amerika tercatat 244 ton pada kuartal I 2026.

Pada periode yang sama, pembelian bank sentral global naik 17 persen dibanding kuartal sebelumnya. Motifnya dinilai strategis menjaga stabilitas cadangan devisa, bukan spekulasi jangka pendek ala investor ritel.

Bagi investor, sepekan ke depan berarti menimbang dua skenario: koreksi ke support jika dolar dan suku bunga menguat, atau rebound ke resistance jika tensi geopolitik dan permintaan bank sentral mendominasi. Pemantauan level US$ 3.970–US$ 4.149 menjadi acuan praktis tanpa menebak arah tunggal.

FAQ

Siapa yang memberi proyeksi level emas sepekan ke depan?

Ibrahim Assuaibi, Direktur PT Traze Andalan Futures, dalam keterangan pada Minggu (19/7/2026).

Berapa level support dan resistance yang disebut?

Support di US$ 3.970 lalu US$ 3.856 per troy ounce; resistance di US$ 4.063 lalu US$ 4.149 per troy ounce.

Faktor apa yang paling menyambungkan konflik ke harga emas?

Blokade Laut Merah dan eskalasi AS–Iran dinilai bisa menaikkan minyak dan biaya logistik, lalu menekan inflasi yang memengaruhi valuasi emas.

Bagaimana sikap The Fed dalam skenario inflasi naik lagi?

Bank sentral AS bisa mempertahankan suku bunga atau menaikkannya; jika inflasi tinggi, opsi kenaikan lebih dari dua kali disebut berpotensi menekan harga emas.

Dyah
Redaktur Hiburan

Dyah adalah redaktur hiburan Optimaise News. Meliput film, selebriti, drama Asia, dan industri hiburan regional. Menyusun berita hiburan berbasis rilis, unggahan resmi, dan konteks industri agar pembaca mendapat ringkasan yang jelas, bukan sekadar copas judul viral.