Pada Senin 20 Juli 2026 sekitar pukul 09.45 WIB, harga minyak mentah Brent naik 2,51 persen menjadi US$90,31 per barel menurut data Refinitiv. Level ini mengembalikan kontrak ke zona di atas US$90 yang terakhir disentuh lebih dari sebulan sebelumnya.
West Texas Intermediate (WTI) ikut menguat 2,25 persen ke US$84,35 per barel dari penutupan Jumat di US$82,49. Pergerakan terjadi seiring eskalasi militer dan ancaman di Selat Hormuz yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia.
Berbeda jauh dari unggahan yang menyatakan “Harga minyak dunia telah kembali normal guys”, data pasar berjangka justru memperlihatkan reli kuat. Klaim serupa “Harga minyak dunia ambruk pada awal perdagangan” juga tidak terbukti di sesi Asia Senin pagi.
Tabel Harga Minyak Brent dan WTI Terkini
| Kontrak | Harga (US$/barel) | Perubahan Harian | Penutupan Sebelumnya | Perubahan Sepekan |
|---|---|---|---|---|
| Brent | 90,31 | +2,51% | 88,10 | ~+15,9% |
| WTI | 84,35 | +2,25% | 82,49 | ~+15,5% |
Angka sepekan untuk Brent sekitar 15,9 persen. WTI mencatat kenaikan sekitar 15,5 persen pada periode yang sama.
Lonjakan mingguan itu menjadi yang paling besar sejak April bagi Brent. Untuk WTI, rekor sejenis tercatat sejak awal Maret.
Konten viral berjudul “Listeners! Harga minyak dunia kembali melonjak hampir 5” sempat menarik perhatian. Kini penguatan harian di atas dua persen melanjutkan momentum serupa meskipun skala beda.
Eskalasi AS-Iran dan Ancaman di Jalur Vital

Amerika Serikat meneruskan serangan pada malam kesembilan ke Iran. Kuwait dan Bahrain melaporkan serangan baru yang diklaim berasal dari Iran.
AS juga memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Iran merespons dengan ancaman akan mengambil tindakan atas kapal-kapal yang dinilai melanggar ketentuan di Selat Hormuz.
Selat Hormuz menjadi jalur krusial karena dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak global. Gangguan di sana langsung memengaruhi persepsi risiko pasokan oleh para trader.
Ancaman navigasi tersebut membuat pasar menaikkan premi risiko. Optimaise News mencatat sensitivitas harga meningkat tajam setiap kali berita serupa muncul.
Lalu Lintas Kapal Turun Drastis dan Insiden Kebakaran

Pada hari Minggu hanya empat kapal yang tercatat melintas di Selat Hormuz. Angka itu turun dari rata-rata delapan kapal per hari sebelumnya.
Penurunan volume pelayaran ini terjadi seiring memanasnya situasi di sekitar kawasan. Trader melihatnya sebagai sinyal tekanan nyata terhadap arus pasokan.
Sejak Jumat satu VLCC berukuran raksasa serta tiga tanker produk memasuki zona muat. Langkah tersebut tampak sebagai upaya mengamankan kargo di tengah ketidakpastian.
UKMTO melaporkan sebuah kapal mengalami kebakaran di barat laut Kumzar, Oman. Lokasi insiden berdekatan dengan gerbang masuk Selat Hormuz.
Kejadian kebakaran menambah daftar kekhawatiran keamanan navigasi. Kombinasi ancaman militer dan insiden fisik mempertebal bayangan gangguan rantai pasok.
Stok Global Paling Ketat dan Pandangan Analis
Analis Barclays menyatakan stok minyak dunia kini berada pada kondisi paling ketat dalam lima tahun terakhir. Mereka menilai pasar belum sepenuhnya memasukkan risiko gangguan pasokan ke dalam harga.
Kondisi inventaris sempit membuat setiap berita dari Hormuz berdaya dorong lebih besar. Reli sepekan hampir 16 persen mencerminkan akumulasi kekhawatiran tersebut.
Level Brent di atas US$90 menjadi penanda psikologis yang kembali dicapai. Optimaise News menyoroti bahwa kombinasi stok ketat dan eskalasi geopolitik menciptakan lingkungan bullish jangka pendek.
Pasar tampak mensyaratkan premi lebih tinggi untuk risiko navigasi di jalur kunci. Jika ketegangan berlanjut, volatilitas harian berpotensi tetap tinggi.
Data Refinitiv pada 09.45 WIB menjadi acuan utama pergerakan Senin pagi. Baseline penutupan Jumat dipakai untuk menghitung perubahan harian.
FAQ: Tanya Jawab Harga Minyak dan Situasi Hormuz
Apa pemicu utama lonjakan harga minyak Senin 20 Juli 2026?
Eskalasi militer AS-Iran termasuk serangan malam ke-9, laporan serangan ke Kuwait dan Bahrain, serta ancaman Iran terkait aturan di Hormuz. Data Refinitiv merekam kenaikan pada pukul sekitar 09.45 WIB.
Berapa besar kenaikan sepekan Brent dan WTI?
Brent naik sekitar 15,9 persen sementara WTI sekitar 15,5 persen. Ini menjadi lonjakan mingguan terbesar sejak April untuk Brent dan sejak awal Maret untuk WTI.
Mengapa Selat Hormuz sangat memengaruhi harga minyak?
Sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia melewati selat tersebut. Penurunan lintasan menjadi hanya empat kapal pada Minggu menggambarkan tekanan di jalur vital itu.
Bagaimana penilaian analis terhadap stok minyak global?
Analis Barclays menyebut stok global paling ketat dalam lima tahun. Pasar dinilai belum sepenuhnya memasukkan risiko pasokan sehingga harga masih bisa bereaksi kuat terhadap berita baru.







