Harga emas dunia dan Antam naik di akhir pekan dipicu melemahnya dolar serta potensi konflik Timur Tengah, meski data inflasi mereda sementara. Emas spot ditutup di US$4108.72 pada Jumat setelah naik 0,92 persen Kamis dan 0,15 persen Jumat. Antam naik Rp7000 menjadi Rp2.623.000 per gram dengan buyback Rp2.398.000 dan spread Rp225.000.
Inti artikel
- Emas spot ditutup di US$4108.72 pada Jumat setelah naik 0,92 persen Kamis dan 0,15 persen Jumat
- Antam naik Rp7000 menjadi Rp2.623.000 per gram dengan buyback Rp2.398.000 dan spread Rp225.000
- Pergerakan ini menandakan investor domestik semakin aktif meski inflasi AS yang turun 0,1 persen Juni mendukung sentimen positif
Pergerakan ini menandakan investor domestik semakin aktif meski inflasi AS yang turun 0,1 persen Juni mendukung sentimen positif. Namun, faktor geopolitik di Timur Tengah tetap menjadi penggerak utama yang perlu dipantau.
Faktor Pendukung Naiknya Harga Emas
Melemahnya dolar AS ke posisi 99,86 yang terendah sejak 16 Juni 2026 menjadi pendorong utama. Pelemahan mata uang ini memberikan dorongan bagi aset seperti emas sebagai pelindung nilai.
Data PCE inflasi AS yang turun 0,1 persen Juni sesuai ekspektasi juga mendukung. Peluang kenaikan suku bunga Fed September turun jadi 61 persen dari 77 persen. Klaim pengangguran mingguan AS naik 9000 pekerja dari level terendah 57 tahun menjadi sinyal inflasi yang relevan untuk pasar lokal.
Dampak Konflik Timur Tengah terhadap Pasar Emas
Analisis dari Bart Melek menegaskan perang yang tidak segera berakhir dapat mendorong harga emas melewati resistensi US$4150 hingga US$4200. Bandar pasar yakin perang bakal berlarut sehingga mereka tetap optimis dengan outlook harga emas yang cenderung naik.
Potensi eskalasi konflik ini juga mendorong minyak naik yang berpotensi memperburuk inflasi global. Investor emas di Indonesia perlu waspada terhadap dampak rantai pasok dan biaya hidup yang naik.
Harga Antam versus Pasar Dunia

Harga Antam naik Rp7000 menjadi Rp2.623.000 per gram dengan buyback Rp2.398.000 dan spread Rp225.000. Dibandingkan pasar dunia yang lebih fleksibel, harga Antam ini sedikit lebih tinggi untuk mempertimbangkan spread yang harus ditanggung ritel Indonesia.
Perbandingan ini menunjukkan bahwa meski pasar dunia lebih murah secara langsung, Antam tetap populer di kalangan investor lokal karena kemudahan akses dan perlindungan terhadap inflasi di dalam negeri.
Perbandingan Imbal Hasil Emas dan Instrumen Lain
Emas menawarkan perlindungan terhadap inflasi sementara instrumen seperti saham atau obligasi memiliki risiko lebih tinggi. Perak ikut naik 2,3 persen ke US$58,99 pada Kamis dan 0,06 persen ke US$59,02 pada Jumat sehingga komoditas lain turut terdampak.
Untuk investor ritel, emas menjadi pilihan aman dibandingkan aset berisiko tinggi. Klaim pengangguran AS yang naik 9000 menjadi sinyal penting bagi investor domestik untuk memantau inflasi lokal.
Outlook Harga Emas untuk Agustus 2026
Harga emas diprediksi masih tetap tinggi dalam Agustus dengan pemantauan terhadap data HPE dan klaim pengangguran sebagai sinyal inflasi lokal. Investor domestik disarankan untuk terus mengamati pergerakan harga emas karena bisa memberikan peluang untung meski ada risiko dari spread Rp225.000 yang harus diperhitungkan.
Sintesis harga emas spot harian dengan harga Antam menunjukkan gambaran lengkap untuk investor Indonesia. Tren bulanan emas pertama dalam lima bulan meski ada koreksi akhir pekan menandakan potensi positif yang terus berlanjut.
Perhatikan juga bahwa data klaim pengangguran mingguan dan pergerakan dolar menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga emas lokal. Investor ritel di Indonesia pantau HPE Agustus sebagai acuan utama untuk penentuan posisi di pasar emas domestik.
| Komoditas | Harga Terakhir | Perubahan | Dampak untuk Investor Ritel |
|---|---|---|---|
| Emas Spot | US$4108.72 | +0,15% (Jumat) | Pantau untuk tren global |
| Emas Antam | Rp2.623.000 | +Rp7000 | Spread Rp225.000 per gram |
| Perak | US$59.02 | +0,06% (Jumat) | Komoditas pendukung emas |







