Jakarta, Optimaise News – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) membukukan laba bersih Rp252 miliar pada kuartal II-2026, naik dari Rp171 miliar di kuartal sebelumnya. Pendapatan bersih tumbuh 31 persen secara tahunan menjadi Rp5,7 triliun, sementara EBITDA grup yang disesuaikan melonjak 137 persen hingga melewati Rp1 triliun.
Inti artikel
- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) membukukan laba bersih Rp252 miliar pada kuartal II-2026, naik dari Rp171 miliar di kuartal sebelumnya
- Peta sumber laba berubah: segmen fintech (GoPay) untuk pertama kalinya mengungguli on-demand services
- Laba bersih kuartal kedua itu menegaskan tren hijau beruntun setelah kuartal I
Peta sumber laba berubah: segmen fintech (GoPay) untuk pertama kalinya mengungguli on-demand services. Catatan Optimaise News merangkum angka rilis, revisi guidance, serta sudut CFO Simon Ho dalam dialog Profit CNBC Indonesia pada Senin, 3 Agustus 2026, soal arah bisnis ke depan.
Angka laba bersih dan lonjakan EBITDA grup Q2-2026
Laba bersih kuartal kedua itu menegaskan tren hijau beruntun setelah kuartal I. Core GTV inti naik 83 persen year on year menjadi Rp164 triliun. Annual transacting users (ATU) tumbuh 19 persen ke 71 juta pengguna.
CFO Simon Ho mengaitkan kinerja positif dengan ekspansi platform dan efisiensi. EBITDA disesuaikan grup menembus ambang Rp1 triliun untuk pertama kalinya, indikasi kualitas operasional yang lebih kuat di luar faktor nonoperasional.
Analis Indo Premier Sekuritas, Ryan Winipta, mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp110 per saham. Ia mencatat laba bersih semester I-2026 sudah sekitar 60 persen dari ekspektasi konsensus setahun penuh. Per 30 Juli 2026, sekitar 73,3 persen analis masih merekomendasikan buy.
| Metrik | Nilai Q2-2026 | Perubahan YoY / catatan |
|---|---|---|
| Laba bersih | Rp252 miliar | Naik dari Rp171 miliar di Q1 |
| Pendapatan bersih | Rp5,7 triliun | +31% YoY |
| Core GTV | Rp164 triliun | +83% YoY |
| EBITDA grup disesuaikan | >Rp1 triliun | +137% YoY |
| ATU | 71 juta | +19% YoY |
| EBITDA fintech (GoPay) | Rp481 miliar | +447% YoY |
| EBITDA on-demand | Rp464 miliar | +41% YoY |
Fintech menggeser on-demand sebagai kontributor profit utama
EBITDA fintech Rp481 miliar mengalahkan kontribusi on-demand yang sekitar Rp464 miliar. CEO Hans Patuwo menekankan profitabilitas fintech melampaui on-demand services untuk pertama kali, bukti keseimbangan ekosistem.
Pendapatan bersih fintech naik 53 persen menjadi lebih dari Rp2 triliun. Monthly transacting users fintech mencapai 28,8 juta (+29 persen), transaksi 2,4 miliar (+91 persen), dan nilai buku pinjaman Rp11 triliun (+58 persen) dengan kualitas kredit yang diklaim terjaga.
On-demand tetap tumbuh: pendapatan bersih Rp3,6 triliun (+20 persen) dan pesanan selesai naik 3 persen. Manajemen kini lebih menekankan margin daripada volume semata, seiring perubahan struktur biaya transportasi.
Dampak aturan komisi 8% dan revisi pedoman on-demand
Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 532 Tahun 2026 menetapkan komisi 8 persen untuk transportasi roda dua daring mulai 1 Juli 2026. GOTO memastikan kepatuhan agar operasional tetap stabil; dampak penuh diperkirakan terlihat di laporan kuartal III.
Perseroan menurunkan proyeksi laba bisnis on-demand sekitar Rp300 miliar. Target EBITDA on-demand 2026 digeser ke Rp1,4, 1,5 triliun dari semula Rp1,7, 1,8 triliun. Sebaliknya target EBITDA fintech dinaikkan ke Rp1,7, 1,8 triliun dari Rp1,4, 1,5 triliun.
Hans Patuwo menyebut setelah satu bulan aturan berjalan, kondisi bisnis masih stabil. Optimaise News mencatat langkah ini sebagai penyeimbangan: on-demand dikoreksi, fintech dipercepat agar mesin laba grup tetap solid.
Basis pengguna, GTV, serta target EBITDA setahun penuh
ATU 71 juta berarti lebih dari sepertiga populasi dewasa Indonesia tersentuh ekosistem GOTO. Segmen affluent tumbuh 21 persen year on year dan menjadi salah satu penopang margin.
Manajemen mempertahankan target EBITDA grup disesuaikan 2026 di kisaran Rp3,2, 3,4 triliun. Laba usaha semester I mencapai Rp782 miliar dan diproyeksikan tetap positif hingga akhir tahun, meski laba bersih bisa dipengaruhi kepemilikan di Tokopedia, nilai tukar, dan valuasi investasi.
GOTO juga merencanakan pembatalan lebih dari 32 miliar saham tresuri, setara sekitar 2,7 persen saham beredar, menunggu persetujuan RUPSLB. Deretan target harga analis di pasar antara lain DBS Rp102, UBS Rp75, Jefferies Rp77, Citi Rp95, Macquarie outperform Rp72, dan BNI Securities Rp80.
Arah pengembangan bisnis menurut manajemen
Dalam dialog Profit CNBC Indonesia bersama Mercy Widjaja, CFO Simon Ho menempatkan pertumbuhan pengguna di atas 70 juta transaksi tahunan dan lonjakan EBITDA fintech sebagai penopang utama. Arah ke depan menitikberatkan fintech agar memberi kontribusi lebih besar usai pedoman on-demand diturunkan.
Strategi diversifikasi menuju margin lebih tinggi lewat pinjaman digital, pembayaran, dan sinergi super-app menjadi fokus. Kepatuhan komisi 8 persen dijaga agar volume ojek daring tidak goyah, sambil produk mass market diperluas setelah regulasi baru.
Bagi investor ritel, peta ini berarti kualitas laba tidak lagi hanya bergantung pada ojek. Mesin keuangan digital kini menanggung beban profitabilitas, sementara guidance grup dijaga meski komposisi internal berubah.





