Jakarta, Optimaise News – Alejandro Garnacho langsung babak belur di pramusim Aston Villa. Winger Argentina berusia 22 tahun itu hanya bertahan 43 menit saat Villa menghadapi BG Pathum United di True BG Stadium, Pathum Thani, Selasa (4/8/2026), sebelum diganti usai kena sikut yang membuat darah mengalir dari mulutnya.
Inti artikel
- Alejandro Garnacho langsung babak belur di pramusim Aston Villa
- Insiden itu terjadi pada laga kedua Garnacho bersama skuad Unai Emery, setelah debutnya di Jakarta melawan Indonesia All Stars
- Garnacho bergabung dengan Aston Villa musim panas 2026 dengan status pinjaman dari Chelsea
Insiden itu terjadi pada laga kedua Garnacho bersama skuad Unai Emery, setelah debutnya di Jakarta melawan Indonesia All Stars. Pantauan Optimaise News, tur Asia Villa yang semula memberi ruang tampil reguler justru menandai debut Asia yang keras bagi mantan pinjaman Chelsea ini.
Debut pramusim Aston Villa yang berakhir babak belur
Garnacho bergabung dengan Aston Villa musim panas 2026 dengan status pinjaman dari Chelsea. Ia langsung masuk rotasi pramusim di bawah Emery tanpa menunggu musim kompetisi resmi.
Debutnya berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, akhir pekan lalu. Villa menang 3-1 atas Indonesia All Stars pada Sabtu (1/8/2026), dan Garnacho sempat main sekitar setengah babak sebelum diganti.
Laga kedua di Thailand seharusnya jadi lanjutan adaptasi. Namun di True BG Stadium ia hanya bertahan 43 menit sebelum staf medis membantu dia keluar lapangan.
Insiden kena sikut dan darah mengalir dari mulut Garnacho
Kontak keras datang dari Ryan Edwards. Sikut lawan itu membuat Garnacho tampak terhuyung, dengan darah yang mengucur dari mulut sebelum wasit dan tim medis merespons.
Emery menariknya keluar. Penggantinya adalah pemain muda George Hemmings. Adegan itu jadi potret paling keras dari pramusim Villa di Asia sejauh ini.
Bagi pendukung di Indonesia yang baru melihatnya di GBK, perbandingan dua laga itu mencolok: debut relatif mulus di Jakarta, lalu babak belur di Pathum Thani hanya beberapa hari kemudian.
Adaptasi Garnacho setelah pinjaman dari Chelsea ke Villa
Musim lalu di Chelsea, Garnacho tampil 43 kali dan mencetak 8 gol, sebagian besar dari bangku cadangan. Minimnya menit penuh membuatnya mencari ruang bermain lebih stabil di Villa Park.
Usai debut di Jakarta, ia mengunggah Instagram Story yang memicu spekulasi sindiran ke klub lama. Ia menulis: “Sampai jumpa segera Bangkok. Start pertama setelah tiga bulan. Senang bisa menikmati sepak bola lagi. Satu persen setiap hari. Terima kasih Indonesia!”
Frasa “senang bisa menikmati sepak bola lagi” dibaca banyak penggemar sebagai reaksi atas masa sulit di Chelsea. Optimaise News merangkum, langkah pinjaman ke Villa justru ditujukan agar ia kembali rutin main dan membangun kepercayaan diri.
Kemenangan 3-1 Aston Villa vs Indonesia All Stars di GBK
Sebelum terbang ke Thailand, Villa menjalani latihan di GBK pada Jumat (31/7/2026) sebagai penutup persiapan di Indonesia. Garnacho ikut sesi itu bersama nama-nama lain, termasuk Victor Lindelof.
Laga lawan Indonesia All Stars, yang dipimpin Kurniawan Dwi Yulianto, berakhir 3-1 untuk Villa. Pertandingan itu bagian dari rangkaian tur pramusim Asia menuju musim Liga Inggris 2026/2027, sekaligus momen Garnacho kembali ke GBK dalam baju ungu.
Bagi penonton Tanah Air, dua kunjungan singkat itu memberi kesan kuat: pemain yang sempat jarang full 90 menit di London tiba-tiba menjadi sorotan di dua stadion Asia dalam sepekan.
Status transfer Garnacho ke Aston Villa dan catatan musim lalu
Statusnya di Villa adalah pinjaman satu musim dengan opsi dipermanenkan bila syarat penampilan terpenuhi. Klausul pembelian yang beredar di sejumlah laporan menyebut angka sekitar 43 juta poundsterling jika target penampilan tercapai.
Catatan 43 laga dan 8 gol di Chelsea musim lalu menegaskan ia butuh volume main yang lebih stabil. Emery menekankan adaptasi fisik dan taktik masih perlu waktu, sejalan dengan fakta bahwa laga lawan BG Pathum baru pertandingan keduanya di setelan Villa.
Timeline tur Asia Villa sendiri jelas: latihan GBK, menang di Jakarta, lalu duel di Pathum Thani. Dari sudut itu, babak belur Garnacho bukan penutup cerita, melainkan sinyal bahwa pramusim Asia ini masih menuntut pemulihan dan penyesuaian sebelum peluit kompetisi resmi berbunyi.







