UEFA-CONCACAF mengumumkan boikot terhadap proposal penjualan saham FFE yang akan mengatur hak komersial Piala Dunia bernilai 20 miliar dolar AS. Dalam respons langsung, FIFA menyatakan akan mempertahankan rencana kontroversial itu meski menghadapi penolakan dari dua confederasi besar yang mencakup puluhan anggota.
Latar Belakang FFE: Anak Perusahaan FIFA yang Mengatur Hak Komersial Turnamen
FFE adalah anak perusahaan FIFA yang bertugas mengatur hak siaran, sponsor, dan operasional untuk berbagai turnamen besar seperti Piala Dunia pria, Piala Dunia wanita, serta Piala Dunia Klub. Dengan estimasi valuasi mencapai 20 miliar dolar AS, FFE menjadi aset strategis yang bernilai tinggi bagi FIFA dalam mengelola seluruh sisi komersial turnamen tersebut.
Penjualan 20 persen saham kepemilikan FFE kepada investor swasta merupakan rencana yang diusulkan untuk mengalirkan dana tambahan ke federasi anggota. Namun, rencana ini memerlukan persetujuan mayoritas dari 211 federasi anggota FIFA sebelum dapat dilaksanakan, sehingga menjadi langkah yang sangat sensitif.
UEFA-CONCACAF Kompak Tolak Proposal Penjualan Saham Piala Dunia

UEFA menolak proposal tersebut dengan tegas dan membawa 55 anggota Eropa sebagai koalisi pemimpin oposisi. Mereka menegaskan bahwa sepak bola bukanlah aset bisnis yang bisa dijual ke investor swasta seperti perusahaan biasa. Pernyataan ini disertai ancaman boikot terhadap seluruh kompetisi FIFA yang selama ini menjadi milik bersama seluruh dunia.
Sementara itu, CONCACAF ikut menolak dengan 41 anggota Amerika Utara dan Karibia. Gabungan kedua confederasi ini menciptakan koalisi yang kuat dan berpotensi merugikan turnamen-turnamen utama yang diatur FIFA, karena melibatkan sebagian besar negara-negara besar yang selama ini menjadi tulang punggung kompetisi tersebut.
FIFA Langsung Turun Tangan dengan Respons Langsung ke Penolakan
Menyusul penolakan massal tersebut, FIFA segera memberikan respons langsung dengan menawarkan dana bantuan sebesar 80 juta dolar AS per federasi hingga tahun 2037. Tawaran ini menjadi cara FIFA untuk menenangkan oposisi dan tetap melanjutkan proses voting yang akan berlangsung hingga 19 September 2026.
FIFA juga menekankan bahwa rencana ini akan tetap berjalan meski menghadapi tantangan besar dari Eropa dan Amerika. Respons langsung ini menunjukkan tekad FIFA mempertahankan model bisnis yang melibatkan penjualan saham FFE untuk mendukung operasional turnamen lebih lanjut.
Dampak Boikot bagi Kompetisi FIFA Pria, Wanita, dan Klub
Ancaman boikot dari UEFA dan CONCACAF berpotensi berdampak luas pada Piala Dunia pria dan wanita yang melibatkan negara-negara besar seperti Jerman, Inggris, Prancis, serta Spanyol. Tim-tim ini bisa kehilangan dukungan dan popularitas jika kompetisi dianggap tidak lagi aman dan bebas dari masalah komersial.
Bagi Piala Dunia Klub, dampaknya juga terasa karena turnamen tersebut bergantung pada model komersial yang sama dengan Piala Dunia pria dan wanita. Risiko boikot global ini menjadi tantangan serius bagi FIFA dalam mempertahankan rencana penjualan saham FFE yang selama ini dianggap strategis.
Erick Thohir Dukung Jual Saham Meski AFC Kecewa dan Penolakan Global
Erick Thohir menunjukkan dukungan penuh terhadap rencana jual saham FFE meskipun ada penolakan massal dari UEFA-CONCACAF. Bagi Indonesia, langkah ini dianggap penting untuk pengembangan sepak bola nasional melalui modal tambahan yang bisa mendukung infrastruktur dan program berkelanjutan.
Namun, AFC juga muncul kecewa dan ikut terlibat dalam diskusi penolakan massal tersebut. Konteks kecewa AFC menambah kompleksitas karena menunjukkan bahwa penolakan bukan hanya dari Eropa dan Amerika, melainkan juga dari benua Asia yang menjadi bagian dari FIFA.
Sintesis penolakan UEFA dan CONCACAF yang mencakup 55 plus 41 anggota menjadi satu narasi risiko boikot global yang sangat tinggi. Dengan hampir separuh federasi berpotensi menolak, ancaman ini menyentuh seluruh kompetisi FIFA pria, wanita, dan klub. Tabel perbandingan berikut menunjukkan skala penolakan yang melibatkan dua confederasi utama.
| Konfederasi | Jumlah Anggota | Negara Utama | Ancaman Utama |
|---|---|---|---|
| UEFA | 55 | Inggris, Prancis, Jerman, Spanyol, Italia, dan lain-lain | Boikot seluruh kompetisi FIFA, milik sepak bola bukan aset bisnis |
| CONCACAF | 41 | Amerika Serikat, Meksiko, Kanada, dan negara Karibia | Tolak tegas dan ikut ancam boikot |
Potensi dampak terhadap masa depan kepemimpinan Gianni Infantino juga muncul karena rencana ini dinilai kontroversial di tengah penolakan global. Meski AFC kecewa, dukungan dari Erick Thohir memberikan harapan bahwa FIFA tetap akan melanjutkan proses dengan tawaran dana tersebut.







