Surakarta, Optimaise News – Kemitraan singkat intens Jay Idzes dengan bek Piala Dunia Tarik Muharemovic di Sassuolo berakhir usai rekan duetnya hijrah ke Leeds United. Kapten Timnas Indonesia itu kini menatap peran solo di lini belakang musim 2026-2027. Pengalaman semusim jadi bekal ambisi besar di Stadion Mapei.
Total 33 pertandingan mereka jalani bersama. Sebanyak 29 di antaranya digelar di Liga Italia. Chemistry yang terbangun cepat meski hanya satu musim penuh memberi fondasi bagi Idzes mengejar target lebih tinggi bersama klub Emilia-Romagna.
Rekrutmen Ganda Musim Panas 2025 di Mapei
Sassuolo menggebrak bursa transfer musim panas 2025 dengan dua bek baru. Jay Idzes diboyong dari Venezia seharga 8 juta euro. Tarik Muharemovic yang sempat dipinjam dari Juventus dipermanenkan dengan nilai 19,5 juta euro.
Keduanya langsung tiba di Stadion Mapei sebagai rekrutan anyar. Pelatih Fabio Grosso tak ragu memasangkan duo ini sejak awal. Formasi 4-3-3 jadi pilihan utama untuk menguji kecocokan di lini belakang.
Idzes menikmati kerjasama dengan bek asal Bosnia dan Herzegovina itu. Pengalaman Piala Dunia sang rekan memberi nuansa berbeda di lapangan. Adaptasi berjalan mulus berkat intensitas latihan dan laga awal musim.
Angka Transfer dan 33 Laga yang Membentuk Chemistry

Investasi Sassuolo untuk pasangan bek ini total 27,5 juta euro. Angka Idzes 8 juta euro jauh lebih ringan dibanding 19,5 juta euro untuk Muharemovic. Perbandingan biaya itu jadi konteks menarik karena chemistry justru terbentuk cepat dalam waktu terbatas.
Hasil di lapangan terukur lewat 33 laga kemitraan. Di kompetisi domestik mereka tampil 29 kali. Duet singkat itu membuktikan rekrutan ganda bisa langsung solid tanpa butuh waktu panjang penyesuaian.
Sintesis timeline-nya runtut: rekrutmen ganda 2025, pembentukan chemistry lewat puluhan laga, lalu kepergian Muharemovic ke Inggris. Ringkasan biaya versus volume pertandingan memperlihatkan nilai duet yang terbangun efisien. Optimaise News memandang fondasi ini sebagai modal Idzes melangkah tanpa tandem lama.
Pelajaran Skema 4-3-3 Grosso untuk Lini Belakang

Fabio Grosso konsisten menerapkan skema 4-3-3 sepanjang musim. Idzes dan Muharemovic menjadi poros bek tengah andalan. Mereka belajar mengatur jarak antar baris, menutup ruang, dan memulai build-up dari belakang.
Kehadiran bek berpengalaman Piala Dunia mempercepat penyesuaian Idzes di Liga Italia. Latihan harian dan laga kompetitif menajamkan komunikasi non-verbal. Lini belakang Sassuolo terlihat lebih rapi berkat pasangan rekrutan baru itu.
Pelajaran skema Grosso tetap relevan meski tandem berakhir. Idzes membawa pemahaman posisi dan intensitas kerja sama ke musim solo. Penyesuaian peran solo menuntut dia lebih vokal di dalam kotak penalti.
Tanpa Tandem Piala Dunia: Ambisi Kapten Timnas di Musim Baru
Kepergian Muharemovic ke Leeds United meninggalkan Idzes tanpa rekan duet Piala Dunia. Sebagai kapten Timnas, dia menggenggam ambisi besar di Sassuolo musim 2026-2027. Peran solo di lini belakang jadi ujian sekaligus kesempatan unjuk kualitas pribadi.
Pengalaman 33 laga memberi kepercayaan diri ekstra. Idzes siap memimpin pertahanan dan mendorong klub ke level lebih kompetitif. Ambisi individu sejalan dengan target kolektif di kompetisi Italia.
Implikasi berakhirnya kemitraan semusim terasa jelas. Dia harus lebih mandiri mengatur lini belakang tanpa sandaran rekan semusim. Kapten Timnas bertekad buktikan diri di musim penuh pertama tanpa tandem andalan.







