Lewat unggahan Instagram Story, istri selebriti Arie Untung mengabarkan kepergian mertuanya pada Sabtu, 18 Juli 2026. H. Untung Rumekso bin Slamet Sumosudirjo meninggal pukul 11.14 WIB, menurut pantauan Optimaise News.
Fenita Arie menuliskan doa dan ayat suci sambil memohon ampunan bagi mendiang. Kabar duka yang sangat mendalam kembali menyelimuti keluarga pasangan selebriti itu.
Identitas Lengkap dan Waktu Kepergian Ayahanda
Almarhum dikenal dengan nama lengkap H. Untung Rumekso bin Slamet Sumosudirjo. Ia merupakan ayah kandung presenter sekaligus pengusaha Arie Untung.
Kepergiannya ditetapkan keluarga pada Sabtu, 18 Juli 2026. Detil jam yang disampaikan adalah pukul 11.14 WIB.
Fenita menuliskan keterangan resmi sebagai berikut. “Telah meninggal dunia bapak kami yang tercinta H. Untung Rumekso bin Slamet Sumosudirjo pada hari Sabtu 18 Juli 2026 pukul 11.14 WIB,” tulisnya.
Nama bin Slamet Sumosudirjo menegaskan garis keturunan yang dicantumkan keluarga. Informasi lokasi wafat atau riwayat sakit tidak disertakan dalam pengumuman singkat tersebut.
Cara Fenita Arie Menyampaikan Kabar lewat Insta Story

Fenita memilih kanal Instagram Story akun pribadinya sebagai media pemberitahuan. Format story memudahkan pesan duka menjangkau pengikut dalam hitungan jam.
Beberapa slide disusun dengan latar gelap agar suasana khidmat terasa. Optimaise News mencermati bahwa pengumuman tersebar di kalangan media hiburan sore hari yang sama.
Liputan serupa di media lain juga menyoroti waktu 11.14 WIB sebagai angka yang paling menonjol. Publik mengenal pasangan Arie dan Fenita sebagai sosok yang aktif di layar kaca dan kegiatan sosial.
Pilihan kanal personal, bukan siaran pers formal, membuat pesan terasa lebih personal. Banyak pembaca menangkap nada tenang dan penuh doa dari rangkaian slide itu.
Ayat Suci dan Doa yang Menyertai Unggahan

Unggahan dibuka dengan kalimat takziah yang akrab di telinga umat Muslim. Fenita mengiringinya dengan ayat dari Surat Al-Ankabut.
“Innalillahi wa Inna ilaihi Raji’un. Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan,” demikian bunyi unggahan Fenita.
Rangkaian INNALILLAHI yang dilanjutkan ayat suci itu menegaskan sikap pasrah. Kalimat ini menjadi penanda bahwa Fenita Arie sampaikan kabar duka secara terbuka kepada publik.
Ayat yang dipilih menegaskan bahwa setiap jiwa pasti merasakan kematian. Penutup ayat mengingatkan bahwa semua manusia akan dikembalikan kepada Tuhan.
Permohonan Maaf serta Harapan Keluarga
Di pengujung pesan, Fenita mewakili keluarga memohon maaf. Ia juga memanjatkan doa ampunan dan kelapangan kubur.
“Mohon dimaafkan segala kesalahan dan semoga Allah berikan ampunan atas segala dosanya, diterima amalnya dan dilapangkan kuburnya, aminn.”
Harapan itu mencerminkan sikap tawaduk. Keluarga meminta masyarakat ikut mendoakan mendiang agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Permohonan maaf di depan publik lazim dilakukan keluarga Muslim saat menyampaikan duka. Langkah itu membuka ruang doa bersama tanpa memperpanjang spekulasi soal kondisi almarhum.
Foto Mendiang dengan Bacaan Doa Arab
Slide berikutnya menampilkan potret almarhum. Fenita menyertakan bacaan doa dalam bahasa Arab di samping foto.
“Allahumaghfilarhu Warhamhu wa’afihu wa’fuanhu,” tulis Fenita di samping potret tersebut.
Doa itu meminta ampunan, rahmat, afiat, dan maaf atas dosa. Kombinasi foto dan doa menjadi penutup rangkaian story duka yang dibagikan sore itu.
Dengan potret dan doa Arab, pesan terasa lebih intim. Keluarga tidak menambahkan rincian prosesi atau jadwal pemakaman dalam unggahan yang beredar.
FAQ
Siapa yang meninggal dunia?
H. Untung Rumekso bin Slamet Sumosudirjo, ayah kandung Arie Untung dan mertua Fenita Arie.
Kapan dan pukul berapa beliau berpulang?
Sabtu, 18 Juli 2026 pukul 11.14 WIB, sesuai pengumuman keluarga lewat media sosial.
Bagaimana kabar duka diumumkan?
Fenita Arie membagikannya lewat Instagram Story akun pribadi, disertai ayat Al-Ankabut dan doa.
Apa isi permohonan keluarga?
Mereka memohon maaf atas kesalahan mendiang, ampunan Allah, diterima amal, serta dilapangkan kubur.
Ringkasan ini disusun agar pembaca mendapatkan detil waktu, nama lengkap, dan rangkaian doa tanpa spekulasi. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik dan keluarga diberi ketabahan.






