Bogor, Optimaise News – Mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Febrie Adriansyah menolak menjelaskan asal-usul 74 kg emas batangan saat dibawa ke rutan KPK Jumat malam, 24 Juli 2026. Ia mengalihkan semua pertanyaan ke jaksa penyidik seiring statusnya sebagai tersangka.
Inti artikel
- Ia mengalihkan semua pertanyaan ke jaksa penyidik seiring statusnya sebagai tersangka
- Sitaan dari rumah Sentul, kafe de’Clan Cipete, dan money changer mencapai ratusan miliar rupiah
- Temuan itu terhubung ke tiga perkara korupsi plus dugaan TPPU
Sitaan dari rumah Sentul, kafe de’Clan Cipete, dan money changer mencapai ratusan miliar rupiah. Temuan itu terhubung ke tiga perkara korupsi plus dugaan TPPU. Optimaise News merangkai peta nilai dan pergeseran narasi Febrie dari klarifikasi awal ke penolakan tegas.
Pernyataan Febrie Saat Dibawa ke Rutan KPK
Febrie menyampaikan penolakan itu di hadapan media saat hendak dimasukkan ke rutan KPK. Ia tidak bersedia menjawab soal kepemilikan emas maupun uang tunai yang disita.
“Tanyakan saja ke jaksa penyidik,” begitu intinya. Sikap ini berbeda tajam dari konferensi pers 10 Juli lalu saat ia masih berstatus pejabat aktif. Kini posisinya sebagai tahanan mengubah nada pernyataan sepenuhnya.
Penolakan itu muncul tepat setelah penetapan tersangka. Status baru itu membatasi ruang manuver publik yang sempat ia gunakan sebelumnya.
Peta Sitaan: Rumah Sentul, Kafe Cipete, dan Money Changer

Penggeledahan multi-lokasi menghasilkan temuan berlapis. Rumah di kawasan Sentul, Bogor, menjadi titik utama dengan 74 kg emas batangan plus valuta asing.
Dari Sentul juga keluar 4.767.300 USD, 14.083.800 SGD, dan Rp100 juta. Valuasi total di lokasi itu sekitar Rp476 miliar. Kafe de’Clan Cipete menyumbang valas dan rupiah setara Rp60 miliar plus dokumen serta ponsel. Rinciannya mencakup 3.130.000 SGD, 889.965 USD, dan Rp259.159.000.
Money changer di Cipete menambah 71 barang bukti berupa 16 jenis mata uang asing senilai sekitar Rp7,2 miliar. Gabungan tiga titik ini membentuk peta nilai yang jarang dirangkai utuh di liputan lain.
| Lokasi | Barang Bukti Utama | Estimasi Nilai |
|---|---|---|
| Rumah Sentul | 74 kg emas, 4.767.300 USD, 14.083.800 SGD, Rp100 juta | ~Rp476 miliar |
| Kafe de’Clan Cipete | 3.130.000 SGD, 889.965 USD, Rp259.159.000 plus dokumen & ponsel | ~Rp60 miliar |
| Money changer Cipete | 71 barang bukti, 16 jenis mata uang asing | ~Rp7,2 miliar |
Sintesis ini menunjukkan total valuasi melewati Rp543 miliar hanya dari tiga lokasi inti. Angka itu belum mencakup lokasi penggeledahan lain yang turut digelar.
Tiga Perkara Korupsi plus Dugaan TPPU di Balik Penggeledahan

Penyitaan terkait dugaan korupsi tata kelola batu bara PLN yang berujung blackout. Perkara Asabri periode 2020, 2025 juga menjadi fokus bersama penyelesaian utang PT CBS ke PT KNI.
Ketiganya digabung dengan dugaan tindak pidana pencucian uang. Model joint investigation ini memungkinkan penyidik menelusuri aliran dana lintas entitas swasta dan pejabat.
Barang bukti valas dalam jumlah besar dan emas batangan menjadi indikasi upaya menyamarkan asal-usul dana. Proses hukum masih berjalan di tahap penyidikan lanjutan.
Status Tersangka Mantan Jampidsus dan Pihak Swasta
Febrie Adriansyah ditetapkan tersangka bersama pihak swasta Don R. Status itu mengubah posisinya dari pejabat yang sempat memberi klarifikasi menjadi tahanan rutan KPK.
Ia kini menghadapi proses penahanan sesuai prosedur. Don R juga masuk skema yang sama terkait peran di transaksi yang diduga melanggar hukum.
Perubahan status ini membatasi komunikasi publik. Semua keterangan lanjutan wajib melalui jalur resmi penyidik.
Apa yang Sudah Dikatakan Febrie soal Rumah Sentul
Sebelum penahanan, Febrie pernah mengakui rumah Sentul sebagai kediaman pribadi yang lama dimilikinya. Ia juga mengklaim emas dan uang tunai punya pemilik serta kegiatan yang bisa dicek lewat prosedur hukum, bukan di forum pers.
Setelah status tersangka, ia menolak sama sekali menjelaskan asal-usul temuan. Kontras itu memperlihatkan pergeseran narasi dari pembelaan terbuka ke pengalihan penuh ke penyidik.
Apa yang disita di Sentul? Emas 74 kg plus valas dan rupiah senilai Rp476 miliar. Untuk perkara apa? Tiga kasus korupsi plus TPPU. Status hukum Febrie sekarang? Tersangka yang sudah ditahan di rutan KPK sejak 24 Juli 2026 malam.
Pertanyaan lanjutan soal kepemilikan hanya bisa dijawab melalui berkas penyidikan. Publik menunggu perkembangan pemeriksaan formal di KPK.







