Jakarta, Optimaise News – Faris Patria Chariansyah, pelajar MAN Insan Cendekia Serpong angkatan ke-29, meraih medali perunggu International Nuclear Science Olympiad (INSO) 2026. Ajang itu digelar di Jeddah, Arab Saudi, pada 2, 9 Agustus 2026.
Inti artikel
- Ajang itu digelar di Jeddah, Arab Saudi, pada 2, 9 Agustus 2026
- Ia menjadi bagian delegasi perdana Indonesia
- Empat utusan dikirim melalui seleksi Puspresnas dan BRIN dari peraih medali OSN Fisika serta Kimia
Ia menjadi bagian delegasi perdana Indonesia. Empat utusan dikirim melalui seleksi Puspresnas dan BRIN dari peraih medali OSN Fisika serta Kimia. Optimaise News merangkum perjalanan ini sebagai tonggak baru madrasah di kompetisi sains nuklir global.
Jalur Seleksi Empat Utusan ke Jeddah
Faris dan Hilmy Lazuardhy Nurramadhan mewakili MAN IC Serpong. Dua pelajar lain, Gusti Komang Abhika serta Aloysius Gonzaga Duta Setiawan, berangkat dari SMA Kesatuan Bangsa. Mereka dipilih setelah lolos screening antarmedalis olimpiade sains nasional.
Proses itu digelar Pusat Prestasi Nasional bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional. Fokus seleksi menargetkan pemain kuat di fisika dan kimia yang siap menghadapi materi energi nuklir, radiasi, dan reaktor.
Bagi Faris, pengalaman sebelumnya menjadi modal. Ia sudah memenangkan medali emas Olimpiade Madrasah Indonesia 2025 pada bidang Fisika Terintegrasi. Konsistensi itu mempermudah adaptasi ke level internasional.
Reaksi Sekolah atas Debut Indonesia

Kepala MAN IC Serpong Hilal Najmi menilai capaian Faris sebagai bukti bahwa siswa madrasah mampu bersaing di panggung sains dunia. Ia menekankan pembinaan internal yang terus dilatih agar siswa terbiasa berpikir ilmiah dan mengikuti laju sains-teknologi.
Hilal juga mengapresiasi Hilmy. Meski belum meraih medali, pengalaman berlaga di ajang internasional disebut sebagai pencapaian yang berharga. Semangat belajar dan proses berkelanjutan tetap digarisbawahi sebagai modal prestasi berikutnya.
Pihak sekolah melihat keempat utusan sebagai penanda dimulainya partisipasi Indonesia di INSO. Kehadiran dua siswa madrasah dalam tim kecil itu menempatkan lembaga berbasis keagamaan dalam peta kompetisi sains nuklir.
Konteks Kompetisi dan Arah Pembinaan
INSO menuntut penguasaan teori nuklir, penanganan data, serta etika keselamatan. Format soal jauh berbeda dari olimpiade sekolah biasa sehingga peserta harus memadukan fisika, kimia, dan aplikasi reaktor.
MAN IC Serpong menempatkan kompetisi internasional sebagai bagian kurikuler. Latihan rutin, diskusi riset, dan paparan perkembangan teknologi menjadi pola agar lulusan tidak hanya unggul di OSN lokal tetapi siap di level global.
Optimaise News mencatat bahwa debut empat pelajar ini membuka peluang lebih besar bagi madrasah lain untuk mengikuti jejak serupa. Prestasi Faris menjadi referensi konkret bahwa jalur OMI dan OSN bisa berlanjut ke podium luar negeri.







