Bandung, Optimaise News – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan belum ada ketentuan jam operasional khusus untuk lapangan padel di kota itu. Ia menyampaikan pernyataan ini di Bandung pada Senin 3 Agustus 2026 sambil menjanjikan penyusunan regulasi baru yang lebih ketat.
Inti artikel
- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan belum ada ketentuan jam operasional khusus untuk lapangan padel di kota itu
- Ia menyampaikan pernyataan ini di Bandung pada Senin 3 Agustus 2026 sambil menjanjikan penyusunan regulasi baru yang lebih ketat
- Langkah tersebut muncul setelah keluhan gangguan suara dari fasilitas olahraga padel di kawasan permukiman
Regulasi itu akan dilengkapi mekanisme pengawasan dan penegakan agar pelaku usaha tetap bisa beroperasi tanpa mengorbankan hak warga di sekitar lokasi. Langkah tersebut muncul setelah keluhan gangguan suara dari fasilitas olahraga padel di kawasan permukiman.
Video Keluhan Malam di Jalan Surya Sumantri Memicu Respons
Akun media sosial @ombenben membagikan rekaman suara teriakan keras dari area permainan yang merasuk ke dalam rumah sekitar pukul 23.00 WIB. Lapangan padel di Jalan Surya Sumantri disebut beroperasi hingga larut malam dan mengganggu kenyamanan warga selama berbulan-bulan.
Pemilik akun tersebut mengaku sudah dua kali menyampaikan laporan ke Pemerintah Kota Bandung. Namun hingga saat ini tindak lanjut konkret belum terasa di lapangan. Situasi ini menggambarkan tantangan pengelolaan fasilitas olahraga yang berdekatan dengan rumah tinggal.
Banyak lapangan padel kini berdiri di tengah kawasan residensial. Pengelola diminta menunjukkan tanggung jawab sosial yang lebih besar agar aktivitas olahraga padel tidak menjadi sumber konflik dengan tetangga. Suara raket padel dan sorakan pemain yang bergema malam hari menjadi keluhan utama.
Komunikasi dengan Warga Lebih Diutamakan daripada Sekadar Izin

Farhan menekankan bahwa kepatuhan perizinan formal saja belum cukup. Para pemilik usaha harus membangun dialog yang baik dengan masyarakat sekitar agar aktivitas tetap harmonis. Ia berencana memberikan penekanan langsung kepada pengusaha lapangan padel.
Menurut Farhan, selesai secara legal formal bukan berarti semua urusan beres. Ia mengingatkan bahwa kenyamanan warga di sekitar harus menjadi pertimbangan utama. Pendekatan ini bertujuan menyeimbangkan pertumbuhan bisnis olahraga padel dengan kualitas hidup permukiman.
Di Bandung, popularitas olahraga padel terus meningkat seiring hadirnya berbagai venue. Namun lokasi di tengah padat hunian menuntut pengelolaan yang bijak. Optimaise News mencatat pentingnya aturan yang tidak hanya tertulis tetapi juga bisa dipantau sehari-hari.
Rincian Rencana Regulasi dan Pengawasan Lapangan Padel
Pemerintah Kota Bandung akan merancang aturan baru terkait jam operasional. Farhan menjelaskan bahwa saat ini belum tersedia ketentuan khusus. Timnya akan menyusun ketentuan yang lebih ketat disertai sistem pengawasan agar aturan benar-benar dijalankan.
Tujuan utamanya agar kepentingan bisnis berjalan seiring dengan perlindungan hak warga. Pengawasan diharapkan mencegah pelanggaran berulang seperti operasi hingga tengah malam. Penegakan juga akan menjadi fokus agar keluhan tidak hanya berhenti di laporan.
Farhan menambahkan bahwa peraturan yang dibuat harus bisa ditegakkan dan dipantau secara konsisten. Dengan begitu, pengelola lapangan padel memiliki kepastian, sementara warga memperoleh jaminan kenyamanan. Langkah ini dinilai relevan mengingat banyak venue berada dekat rumah.
Dalam konteks tren olahraga padel nasional, Bandung menjadi salah satu kota dengan pertumbuhan fasilitas yang pesat. Kehadiran venue seperti casa de padel di berbagai sudut kota menambah pilihan olahraga raket. Namun tanpa batasan jam yang jelas, potensi konflik sosial meningkat.
Warga yang terdampak di Surya Sumantri mengharapkan respons cepat agar malam hari kembali tenang. Laporan berulang menunjukkan kebutuhan sistem pelaporan yang lebih responsif. Optimaise News menyoroti bahwa dialog antara pengusaha dan warga menjadi kunci jangka panjang.






