Meta kehilangan 20 juta pengguna di kuartal pertama 2026. Tekanan data internal itu memaksa Facebook menguji antarmuka video layar penuh mulai akhir tahun ini.
Inti artikel
- Meta kehilangan 20 juta pengguna di kuartal pertama 2026
- Tekanan data internal itu memaksa Facebook menguji antarmuka video layar penuh mulai akhir tahun ini
- Tom Alison mengumumkan rencana tersebut
Tom Alison mengumumkan rencana tersebut. Ironis, pada 2022 ia sempat bilang TikTok yang mengejar Facebook, bukan sebaliknya. Kini Facebook yang menyesuaikan diri.
Tom Alison: Uji Antarmuka Baru Mulai Akhir Tahun Ini
Tom Alison umumkan Facebook jajal tampilan baru di penghujung 2026. Sebagian pengguna akan merasakan pengalaman eksperimental lebih dulu.
Meta belum merilis contoh visual antarmuka tersebut. Fokus utamanya menjadikan video sebagai elemen utama saat aplikasi dibuka.
Optimaise News mencatat langkah ini sebagai respons langsung atas data kehilangan pengguna yang cukup tajam. Video kini jadi wadah utama percakapan, komunitas, dan perdagangan di dalam ekosistem Meta.
Buka Aplikasi Langsung Video Layar Penuh

Saat membuka aplikasi, pengguna langsung disuguhi video layar penuh. Format ini meniru pola yang sudah sukses di platform video pendek lain.
Gulir awal akan menampilkan konten video tanpa perlu mengetuk menu tambahan. Observasi internal Meta menunjukkan video menjadi pusat interaksi sehari-hari.
Pengguna di fase uji coba bisa merasakan perubahan ritme konsumsi. Tampilan baru makin mirip TikTok dalam cara menyajikan konten secara instan.
Negara Preferensi Video Tinggi Jadi Sasaran Awal, AS Menyusul

Uji coba digulirkan lebih dulu di negara dengan preferensi konten video tinggi. Indonesia dan kawasan Asia Tenggara berpeluang masuk gelombang awal karena konsumsi video yang sangat tinggi.
Perluasan ke pasar Amerika Serikat berpotensi terjadi tahun depan. Meta ingin mengukur respons sebelum merambah pasar yang lebih kompetitif.
Rencana bertahap ini memberi ruang penyesuaian teknis. Data dari negara preferensi video tinggi akan jadi acuan sebelum masuk pasar besar.
Dari Reels Instagram 2020 ke Facebook: Pola Strategi Meta
Meta meluncurkan Reels di Instagram tahun 2020 sebagai jawaban atas gelombang video pendek. Strategi serupa kini diterapkan ke Facebook agar tetap relevan.
Pola yang sama terlihat jelas: adaptasi fitur video layar penuh lintas aplikasi. Facebook jajal tampilan baru dengan meniru apa yang sudah berjalan di Reels dan TikTok.
Langkah ini menunjukkan konvergensi platform Meta ke satu model konsumsi. Video bukan lagi fitur sampingan, melainkan inti pengalaman pengguna.
Facebook Masih Nomor Satu Global, Tapi YouTube dan TikTok Menguntit
Facebook masih menempati posisi nomor satu global dari segi jumlah pengguna. Namun YouTube dan TikTok menguntit dengan pertumbuhan yang jauh lebih cepat.
TikTok mencapai 1 miliar pengguna bulanan hanya dalam tiga tahun setelah diluncurkan. Angka itu jadi pengingat keras bagi Meta soal kecepatan adaptasi.
Data kehilangan 20 juta pengguna di Q1 2026 jadi alarm. Facebook harus merespons dengan antarmuka yang lebih agresif ke arah video agar tidak semakin tertinggal.







