Ekspansi Pusat Data DCII Anthoni Salim Kerek Aset Rp8 T

DCII portofolio Anthoni Salim catat aset Rp8 triliun dan laba Rp732,53 miliar di semester I-2026. Ekspansi fit-out JK6, gedung baru, dan landbank jadi.

Author Image

Dyah

Ekspansi Pusat Data DCII Anthoni Salim Kerek Aset Rp8 T

PT DCI Indonesia Tbk (DCII), emiten pusat data dalam portofolio Anthoni Salim, mengerek total aset menjadi Rp8 triliun per 30 Juni 2026. Kenaikan 20,6 persen itu ditopang fit-out sisa kapasitas JK6, pembangunan gedung baru, serta pembelian landbank.

Inti artikel

  • PT DCI Indonesia Tbk (DCII), emiten pusat data dalam portofolio Anthoni Salim, mengerek total aset menjadi Rp8 triliun per 30 Juni 2026
  • Kenaikan 20,6 persen itu ditopang fit-out sisa kapasitas JK6, pembangunan gedung baru, serta pembelian landbank
  • Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tetap tumbuh solid 18,7 persen ke Rp732,53 miliar di semester I-2026

Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tetap tumbuh solid 18,7 persen ke Rp732,53 miliar di semester I-2026. Optimaise News merangkum capaian keuangan DCII yang seimbang antara ekspansi agresif dan profitabilitas yang terjaga.

Pendapatan Tembus Rp1,77 Triliun Meski Beban Pokok Melonjak

Pendapatan DCII di semester pertama 2026 mencapai Rp1,77 triliun. Angka itu naik 33 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,33 triliun. Pertumbuhan omzet mencerminkan permintaan kuat atas layanan colocation dan konektivitas data center.

Beban pokok penjualan memang melonjak 50 persen menjadi Rp813,72 miliar. Namun laba bruto masih berhasil naik 21 persen ke Rp963,69 miliar. Margin bruto terjaga karena kenaikan pendapatan lebih cepat daripada kenaikan biaya langsung.

Manajemen memanfaatkan sisa kapasitas di fasilitas existing sambil menyiapkan infrastruktur baru. Pola ini menjaga arus kas operasional tetap positif di tengah fase ekspansi.

Laba Bersih dan EPS Menguat 18,7 Persen

Laba Bersih dan EPS Menguat 18,7 Persen
Ilustrasi Laba Bersih dan EPS Menguat 18,7 Persen.

Laba bersih yang diatribusikan ke pemilik entitas induk tercatat Rp732,53 miliar. Capaian itu naik 18,7 persen dari Rp616,94 miliar pada semester I-2025. Pertumbuhan bottom line menunjukkan efisiensi biaya operasional yang relatif terkendali.

Laba per saham dasar ikut menguat dari Rp259 menjadi Rp307 per 30 Juni 2026. EPS yang lebih tinggi memberi sinyal positif bagi investor jangka panjang yang mengikuti kinerja emiten data center.

Dalam Berita dengan Tags “Anthoni Salim”, DCII kerap disebut sebagai salah satu aset teknologi unggulan kelompok usaha. Kinerja laba yang konsisten memperkuat narasi itu di mata pasar modal.

Aset Naik 20,6 Persen dari Fit-out JK6 hingga Landbank

Aset Naik 20,6 Persen dari Fit-out JK6 hingga Landbank
Aset Naik 20,6 Persen dari Fit-out JK6 hingga Landbank.

Total aset DCII per akhir Juni 2026 menyentuh Rp8 triliun. Posisi itu naik 20,6 persen dari Rp6,6 triliun pada akhir 2025. Kenaikan aset non-lancar mendominasi seiring penambahan properti, pabrik, dan peralatan.

Pendorong utama adalah fit-out sisa kapasitas di JK6. Di samping itu, perusahaan memulai pembangunan gedung pusat data baru dan melakukan pembelian landbank di lokasi strategis. Kombinasi tiga inisiatif itu langsung terlihat di neraca.

Landbank memberi ruang ekspansi multi-tahun tanpa terburu-buru membeli lahan di harga puncak. Strategi ini mengurangi risiko supply constraint di masa depan ketika permintaan hyperscale melonjak.

Liabilitas Bertambah 24 Persen karena Pinjaman Capex

Liabilitas DCII naik 24,1 persen menjadi Rp3,3 triliun. Dari posisi Rp2,6 triliun di akhir 2025. Kenaikan terbesar berasal dari pinjaman jangka panjang yang dicairkan untuk membiayai capital expenditure.

Dana pinjaman dialokasikan ke fit-out kapasitas dan konstruksi gedung baru. Meski utang bertambah, struktur permodalan tetap seimbang karena aset tumbuh lebih cepat dan laba ditahan terus menumpuk.

Rasio utang terhadap ekuitas masih dalam batas wajar untuk industri padat modal seperti data center. Manajemen menjaga biaya bunga agar tidak menggerus margin laba bersih secara signifikan.

Strategi Ekspansi Gedung Pusat Data Baru

DCII menempatkan pembangunan gedung pusat data baru sebagai prioritas utama 2026-2027. Kapasitas tambahan dibutuhkan untuk memenuhi permintaan dari hyperscale cloud provider dan perusahaan enterprise lokal.

Pembelian landbank melengkapi peta jalan jangka panjang. Lahan cadangan memastikan perusahaan punya opsi lokasi yang fleksibel di Jabodetabek dan kota-kota lain yang sedang berkembang digital.

Optimaise News menilai langkah DCII sejalan dengan tren digitalisasi nasional dan kebutuhan kedaulatan data. Ekspansi yang terukur memberi ruang pertumbuhan pendapatan berulang di tahun-tahun mendatang.

Metrik Keuangan Semester I-2026 Perubahan
Pendapatan Rp1,77 triliun +33%
Laba bruto Rp963,69 miliar +21%
Laba bersih (ke pemilik) Rp732,53 miliar +18,7%
Laba per saham Rp307 dari Rp259
Total aset Rp8 triliun +20,6%
Liabilitas Rp3,3 triliun +24,1%

FAQ Kinerja DCII Semester I-2026

Berapa total aset DCII per 30 Juni 2026?

Total aset mencapai Rp8 triliun, naik 20,6 persen dari Rp6,6 triliun pada akhir 2025. Kenaikan terutama dari fit-out JK6, gedung baru, dan landbank.

Apa yang membuat laba bersih DCII naik meski beban pokok melonjak?

Pendapatan tumbuh 33 persen, lebih cepat daripada kenaikan beban pokok 50 persen. Hasilnya laba bruto masih naik 21 persen dan laba bersih tetap tumbuh 18,7 persen.

Mengapa liabilitas DCII naik 24 persen?

Kenaikan liabilitas berasal dari pencairan pinjaman jangka panjang untuk membiayai capex fit-out kapasitas dan pembangunan gedung pusat data baru.

Dyah
Redaktur Hiburan

Dyah adalah redaktur hiburan Optimaise News. Meliput film, selebriti, drama Asia, dan industri hiburan regional. Menyusun berita hiburan berbasis rilis, unggahan resmi, dan konteks industri agar pembaca mendapat ringkasan yang jelas, bukan sekadar copas judul viral.