Giancarlo Abete, mantan Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), menolak keras wacana Pep Guardiola dilantik melatih Timnas Italia. Penolakan itu disampaikan di tengah pencarian pengganti Gennaro Gattuso yang mundur setelah Gli Azzurri gagal lolos Piala Dunia 2026.
Inti artikel
- Giancarlo Abete, mantan Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), menolak keras wacana Pep Guardiola dilantik melatih Timnas Italia
- Penolakan itu disampaikan di tengah pencarian pengganti Gennaro Gattuso yang mundur setelah Gli Azzurri gagal lolos Piala Dunia 2026
- Abete menekankan kapasitas pelatih Italia sendiri sudah cukup untuk bangkit
Abete menekankan kapasitas pelatih Italia sendiri sudah cukup untuk bangkit. Ia ingin federasi lebih dulu melirik talenta lokal berkapasitas internasional ketimbang mengejar nama besar asing.
Alasan Mantan Presiden FIGC Menolak Opsi Guardiola
Abete menyatakan ada pelatih Italia berkualitas yang layak dilirik. Ia menolak menyebut nama spesifik, tapi menegaskan fakta itu sudah cukup sebagai dasar keputusan. Sikap Eks Presiden FIGC Tolak Guardiola Latih Timnas Italia ini muncul sebagai penyeimbang niat federasi yang sedang agresif.
Baginya sederhana. Membangun lewat pelatih dalam negeri menjaga identitas dan kontinuitas. Mengejar bintang asing berisiko memutus rantai regenerasi kepelatihan lokal yang sudah terbukti di level klub dan nasional.
Langkah Maldini-Leonardo Temui Guardiola di Barcelona

Paolo Maldini selaku Direktur Teknik bersama Leonardo terbang ke Barcelona menemui Guardiola. Mantan pelatih Manchester City itu kini bebas kontrak setelah memutuskan mundur. Pertemuan tersebut menandai langkah konkret FIGC mendekati pelatih kelas dunia.
Guardiola sempat menikmati istirahat singkat bersama keluarga. Namun kehadiran dua petinggi Azzurri di Spanyol menunjukkan federasi tidak ingin melewatkan peluang. Optimaise News mencatat pendekatan ini sebagai bagian dari timeline singkat pencarian pelatih baru pasca-Gattuso.
Sikap Presiden Baru soal Anggaran Khusus untuk Bintang Asing

Presiden FIGC Giovanni Malago menyebut Guardiola sebagai pengecualian anggaran khusus. Federasi siap melebihkan budget demi mendatangkan pelatih kelas dunia. Posisi itu membuka ruang fleksibilitas finansial yang jarang diberikan untuk kandidat lain.
Malago memberi sinyal jelas. Nama sebesar Guardiola layak mendapat perlakuan berbeda. Sikap ini kontras tajam dengan penolakan Abete yang lebih menitikberatkan pada kualitas pelatih lokal yang sudah tersedia.
Pilihan Lokal vs Nama Besar: Dilema FIGC Usai Gattuso
Usai mundurnya Gattuso, FIGC menghadapi dilema klasik. Mengejar nama global atau membangun lewat pelatih lokal berkapasitas internasional. Andrea Pirlo dianggap calon pelatih baru Timnas Italia di sejumlah spekulasi, bersama Roberto Mancini yang pernah sukses sebelumnya.
Tarik-ulur internal menjadi jelas. Di satu sisi Maldini, Leonardo, dan Malago membuka pintu lebar ke Guardiola. Di sisi lain Abete mengingatkan prioritas identitas kepelatihan Italia. Sintesis niat agresif federasi versus pandangan eks pimpinan ini memberi gambaran utuh perdebatan di balik layar.
Pilihan akhir akan menentukan arah rebuild. Lokal menawarkan pemahaman kultur dan regenerasi jangka panjang. Nama besar membawa prestise instan dan metode yang sudah teruji di klub top Eropa.
Apa yang Diharapkan dari Proyek Bangkit Gli Azzurri
Proyek bangkit Azzurri menatap Nations League, Euro 2028, hingga Piala Dunia 2030. Pelatih baru dituntut membangun fondasi solid, bukan hanya hasil sesaat. Abete ingin fondasi itu digarap pelatih lokal yang paham DNA sepak bola Italia.
Bagi pembaca awam, tarik-ulur ini berarti dua jalur rebuild. Jalur Guardiola menjanjikan gebrakan taktik modern dengan biaya tinggi. Jalur lokal menjanjikan kontinuitas dan kebanggaan internal dengan risiko pengalaman internasional yang bervariasi. Keputusan FIGC dalam waktu dekat akan menentukan mana yang dipilih.
Optimaise News menilai perdebatan Abete versus langkah Maldini-Malago justru memperkaya diskusi publik. Publik Italia kini punya dua sudut pandang jelas sebelum nama pelatih baru diumumkan resmi.







