José Mourinho memberi Eduardo Camavinga kesempatan starter di laga persahabatan Real Madrid melawan Fiorentina agar bisa menilai kelayakannya di skuad utama. Respons di lapangan justru mengecewakan: penampilan yang dinilai salah satu terlemahnya bersama Los Blancos, penuh kesalahan konsentrasi dan umpan tidak akurat.
Inti artikel
- Hasil imbang 2-2 di Klagenfurt, Austria, memicu kritik keras media Spanyol
- Pelatih asal Portugal itu menurunkan gelandang Prancis itu sejak menit awal untuk mengukur apakah Camavinga masih bisa diandalkan
- Ia bermain penuh 90 menit, tetapi gagal memanfaatkan absennya sejumlah pemain inti untuk menguasai lini tengah
Hasil imbang 2-2 di Klagenfurt, Austria, memicu kritik keras media Spanyol. Catatan Optimaise News menunjukkan, klub kini siap mendengar tawaran tanpa ragu meski pemain berusia 23 tahun itu menegaskan ingin bertahan dan merebut kembali tempatnya.
Kesempatan starter Camavinga di bawah Mourinho berujung kritik keras
Pelatih asal Portugal itu menurunkan gelandang Prancis itu sejak menit awal untuk mengukur apakah Camavinga masih bisa diandalkan. Ia bermain penuh 90 menit, tetapi gagal memanfaatkan absennya sejumlah pemain inti untuk menguasai lini tengah.
Surat kabar Sport melaporkan umpan-umpan yang meleset, blunder teknis, serta hilangnya fokus yang tidak sepadan dengan bakatnya. Tomás Roncero dari harian As menilai penampilannya masih inkonsisten. “Camavinga masih seinkonsisten, tersebar, dan rapuh seperti musim yang mengecewakan sebelumnya,” ujar Roncero.
Cadena SER bahkan menyebutnya mata rantai terlemah di Real Madrid. Carlos Forjanes dari Diario AS menambahkan kritik lebih tajam. “Camavinga hampir menjadi bahaya publik dengan bola di kakinya,” kata Forjanes, sambil menyebut Mourinho belum sepenuhnya percaya pada posisinya di gelandang tengah.
Kesalahan berulang dan video blunder yang viral di media sosial

Kesalahan penempatan posisi dan konsentrasi Camavinga muncul berulang. Kehilangan bola menjadi hal biasa, sementara keputusan di lapangan terus memunculkan keraguan.
Potongan video blunder-blundernya beredar luas di media sosial dan memperkuat sorotan. Ia sempat mencatatkan satu assist, tetapi menyia-nyiakan peluang emas untuk mengoper ke penyerang baru yang berpeluang mencetak gol, menurut laporan Marca.
Situasi ini membingungkan karena Camavinga punya seluruh modal untuk sukses. Kini ia justru jadi sorotan utama karena kesalahan berulang, bukan karena kontribusi positif di tengah padatnya lini tengah Real Madrid.
Manajemen Real Madrid buka pintu tawaran meski pemain ingin bertahan
Dulu Camavinga termasuk pemain yang hampir tak tersentuh di Santiago Bernabéu. Sekarang manajemen klub siap mendengarkan tawaran yang masuk, termasuk dari Liga Primer Inggris, tanpa ragu.
Kendalanya ada pada sikap pemain. Ia telah menyampaikan kepada manajemen bahwa tidak berpikir hengkang dan ingin berjuang merebut kembali tempat utama. Fabrizio Romano melaporkan Camavinga masih ingin menjadi pemain Real Madrid, meski Manchester United dan Liverpool sudah berbicara dengan pihaknya sejak Mei.
Kontrak Camavinga masih berlaku hingga 2029. Ia bergabung dari Rennes pada 2021 dengan mahar sekitar 30 juta euro; nilai transfernya kini diperkirakan mencapai 50 juta euro. Beberapa laporan menyebut tawaran bagus dari Inggris bisa menjadi titik keputusan, sementara harian Daily Mail mencatat kesiapan klub melepasnya musim panas ini.
Penurunan level teknis dan ketergantungan pada kilatan individu
Level Camavinga menurun signifikan. Ia gagal mengamankan tempat tetap di skuad utama, dan perkembangan teknisnya tampak terhenti hingga justru mundur alih-alih naik.
Penampilannya naik-turun dan sangat bergantung pada kilatan individu, sementara keandalan di lapangan merosot. Musim 2025-2026 yang sulit, termasuk absen dari skuad Prancis di Piala Dunia, menambah tanda tanya besar soal kemampuan kembali ke performa terbaik.
Dalam tiga laga pramusim yang dijalani Real Madrid, Camavinga selalu jadi starter, tetapi penampilannya tetap menjadi perhatian negatif. Mourinho lebih menaruh harapan pada stabilitas lewat penempatan Trent Alexander-Arnold lebih dalam dan menantikan kedatangan nama seperti Rodri, karena kepercayaan pada duet Valverde-Camavinga masih dipertanyakan. Optimaise News menelusuri informasi bahwa spekulasi transfer ke Manchester United terus menguat sebagai opsi, meski pemain tetap memilih berjuang di Madrid.
Jadwal laga persahabatan berikutnya Real Madrid
Agenda Club Friendlies masih berlanjut. Fiorentina dijadwalkan lagi pada 7 Agustus 2026 pukul 01.00, diikuti laga Real Madrid kontra Ferencvaros pada 9 Agustus 2026 pukul 00.00.
Laga-laga itu akan jadi ujian lanjutan bagi Camavinga. Apakah ia bisa membalikkan keraguan atau justru memperkuat sinyal bahwa pintu keluar sudah terbuka, akan terlihat dari respons di lapangan pada hari-hari mendatang.






