Impian Dusan Vlahovic ke Barcelona pupus setelah pelatih Hansi Flick menolaknya secara langsung. Status free agent usai kontrak Juventus berakhir justru membuka tarikan serius Besiktas yang siap paket empat tahun.
Inti artikel
- Impian Dusan Vlahovic ke Barcelona pupus setelah pelatih Hansi Flick menolaknya secara langsung
- Status free agent usai kontrak Juventus berakhir justru membuka tarikan serius Besiktas yang siap paket empat tahun
- Kepergian Robert Lewandowski memaksa Blaugrana mencari striker tengah di bursa musim panas 2026
Kepergian Robert Lewandowski memaksa Blaugrana mencari striker tengah di bursa musim panas 2026. Optimaise News merangkum, opsi alternatif free agent Serbia itu kalah dengan ambisi Julian Alvarez yang masih macet.
Penolakan Hansi Flick di Tengah Kebutuhan Striker Pasca-Lewandowski
Manajemen Barcelona dituntut segera mengisi posisi penyerang tengah agar lini depan tetap tajam. Target utama mengarah ke Julian Alvarez, tetapi negosiasi berjalan rumit dan belum membuahkan kesepakatan.
Di celah itu, Vlahovic sempat muncul sebagai alternatif gratis. Karakteristiknya mirip Lewandowski: striker murni yang gemar mencari ruang di kotak penalti, finishing tajam, serta postur tinggi dan kekar.
Namun penolakan langsung dari Flick menutup jalur Camp Nou. Prioritas pemain yang semula menyasar seragam Blaugrana pun goyah.
Opsi Free Agent vs Target Utama Julian Alvarez yang Macet

Kontrak Vlahovic di Juventus berakhir sekitar 1 Juli 2026. Ia berstatus free agent paling bernilai di pasar, dengan nilai pasar ditaksir Transfermarkt sekitar 35 juta euro.
Usianya baru 26 tahun dan empat musim terakhir di Turin masih konsisten dua digit gol. Status gratis seharusnya memudahkan klub besar, tetapi proposal konkret dari papan atas Eropa belum muncul.
Namanama yang sempat dikaitkan meliputi AC Milan, Napoli, Atletico Madrid, Arsenal, dan Manchester United. Tidak satu pun sampai ke tahap tawaran yang mendekati kesepakatan, sehingga dead-lock Alvarez di Barcelona tidak otomatis membuka pintu bagi Vlahovic.
Paket Gaji Besiktas dan Faktor Vincenzo Italiano

Laporan media Italia dan Turki menyebutkan Besiktas sudah lama mengincar dan intens berkomunikasi. Musim Liga Turki akan mulai pekan depan, sehingga klub Istanbul ingin menutup deal minggu ini.
Paket yang disiapkan disebut kontrak empat tahun dengan bayaran mencapai 10 juta euro per musim, plus bonus bergabung dan komisi agen. Faktor pelatih Vincenzo Italiano memperkuat tarikan itu. Keduanya pernah bekerja sama di Fiorentina.
Dalam rangkuman Optimaise News, opsi pulang ke Juventus semakin tidak menarik. Bianconeri menawarkan gaji lebih rendah setelah mendatangkan Randal Kolo Muani dari Paris Saint-Germain.
Mengapa Status Gratis Vlahovic Belum Laku di Klub Besar
Kendala utama bukan kualitas finisher, melainkan ekspektasi finansial. Gaji besar dan komisi agen yang dibanderol di kisaran 15-25 juta euro membuat negosiasi Barcelona maupun Besiktas sempat mandek.
Di kontrak lama Juventus, Vlahovic digaji sekitar 12 juta euro per musim. Tawaran perpanjangan yang lebih rendah, menuju rentang 6 hingga 8 juta euro plus bonus, dinilai kurang menarik baginya.
Sudah sekitar satu setengah bulan ia tanpa klub. Profil mirip Lewandowski tetap ditolak Flick karena manajemen Blaugrana masih mengejar Alvarez dan waspada beban gaji plus komisi agen.
Rekam Jejak Juventus dan Pilihan Langkah Berikutnya
Selama 4,5 musim di Juventus, Vlahovic mencatat 68 gol dalam 168 pertandingan dan menyumbang Coppa Italia 2024. Rekam jejak itu menopang status free agent elite, tetapi tidak otomatis menjamin klub top Eropa bergerak cepat.
Timeline desakan musim Turki yang akan kick-off pekan depan bentrok dengan harapan lamanya tetap di Spanyol, Italia, atau Inggris. Tanpa proposal konkret dari klub-klub tersebut, tarikan Besiktas makin serius dipertimbangkan.
Pembaca yang mengikuti bursa transfer melihat peta lengkap: penolakan Flick menutup Camp Nou, dead-lock Alvarez tetap menekan Barcelona, paket 10 juta euro dari Istanbul beserta faktor Italiano menawarkan kepastian segera, sementara gaji dan komisi agen tetap menjadi penghalang utama di pasar elite.







