Palembang, Optimaise News – Umat Islam di Indonesia menyiapkan doa tolak bala pada Rabu 12 Agustus 2026 yang bertepatan 28 Safar 1448 H menurut kalender Hijriah Kementerian Agama RI. Amalan ini berakar tradisi Rebo Wekasan sebagai upaya memohon perlindungan dari marabahaya di akhir bulan Safar.
Inti artikel
- Amalan ini berakar tradisi Rebo Wekasan sebagai upaya memohon perlindungan dari marabahaya di akhir bulan Safar
- Pelaksanaan digelar kapan saja dari pagi hingga usai Asar sebelum Maghrib, karena pergantian hari Islam dimulai saat matahari tenggelam
- Optimaise News merangkum niat, tata cara, bacaan, serta amalan pelengkap agar jemaah bisa mengamalkannya dengan tenang
Pelaksanaan digelar kapan saja dari pagi hingga usai Asar sebelum Maghrib, karena pergantian hari Islam dimulai saat matahari tenggelam. Optimaise News merangkum niat, tata cara, bacaan, serta amalan pelengkap agar jemaah bisa mengamalkannya dengan tenang.
Asal Tradisi Tolak Bala Rebo dan Dasar Kitab
Tradisi Rebo Wekasan merujuk anjuran Syekh Ahmad bin Umar Ad-Dairabi lewat kitab Mujarrabat Ad-Dairabi. Praktik ini diwariskan lintas generasi sebagai momen khusus memohon keselamatan di hari Rabu terakhir Safar.
Konteks tolak bala rebo menjadi relevan di tengah tahun hijriah 1448. Banyak keluarga memanfaatkan momentum tersebut untuk menguatkan silaturahmi sekaligus memperbanyak sedekah.
Niat Sholat Sunah Mutlak atau Hajat
Sholat diniatkan sebagai sunah mutlak atau sunah hajat agar terhindar dari bencana. Bunyi niat lengkap: Ushalli Sunnatan lidaf’il bala’i rak’ataini lillahi ta’ala.
Artinya, seorang hamba berniat menunaikan sholat sunah dua rakaat demi menolak bala semata karena Allah Ta’ala. Niat diucapkan dalam hati sebelum takbiratul ihram.
Tata Cara Dua Rakaat dan Pilihan Surah
Gerakan mengikuti sholat sunah biasa. Dimulai takbiratul ihram, dilanjut Al-Fatihah, lalu surah pendek. Disarankan Al-Kautsar dibaca 17 kali, Al-Ikhlas lima kali, Al-Falaq dan An-Nas masing-masing sekali.
Setelah itu rukuk, iktidal, sujud pertama, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, berdiri untuk rakaat kedua, tasyahud akhir, lalu salam. Urutan ini sederhana dan mudah diingat jemaah.
Doa Sesudah Salam dan Tolak Bala Arab
Usai salam, disunahkan membaca doa pendek yang memohon perlindungan dari angin merah serta penyakit besar yang mengancam jiwa, darah, daging, tulang, kulit, dan urat. Doa panjang berbahasa Arab memuat kalimat ya syadidal quwa wa ya syadidal mihal ya azizu ikfini min syarri jami’i khalqika ya arhamar rahimin.
Di dalamnya juga ada permohonan ampun atas kejahatan hari itu. Rangkaian ini sering disebut kumpulan doa doa tolak agar hati lebih tenang. Versi tolak bala arab menjadi rujukan utama di banyak majelis.
Amalan Pelengkap dan Waktu Fleksibel
Selain sholat, amalan tambahan mencakup berdoa lebih khusyuk, memperbanyak sedekah, bersilaturahmi, dan berbuat baik kepada sesama. Kombinasi ini memperkuat makna tolak bala dan doa selamat dalam kehidupan sehari-hari.
Batas waktu hingga sebelum Maghrib memberi ruang bagi pekerja kantoran maupun ibu rumah tangga. Mereka bisa memilih momen yang paling tenang tanpa terburu-buru.







