Grandy Prajayakti mengajukan pengunduran diri sebagai Direktur PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) hanya 12 hari setelah perusahaan melantai di Bursa Efek Indonesia. Surat permohonan masuk pada 22 Juli 2026 dengan alasan pribadi, jauh lebih cepat dari rentang normal pasca-listing.
Inti artikel
- Surat permohonan masuk pada 22 Juli 2026 dengan alasan pribadi, jauh lebih cepat dari rentang normal pasca-listing
- Saham RANS langsung bereaksi dan ditutup melemah 6,96 persen ke Rp214 pada 24 Juli 2026 sambil masuk daftar top losers
- Perseroan menerima surat resmi Grandy Prajayakti pada 22 Juli 2026
Saham RANS langsung bereaksi dan ditutup melemah 6,96 persen ke Rp214 pada 24 Juli 2026 sambil masuk daftar top losers. Manajemen melalui Direktur Keuangan Rumunggu Yokonapita menegaskan langkah itu tidak berdampak material, lalu akan dibawa ke RUPS sebagai pintu resmi pemegang saham.
Surat Mundur Masuk 22 Juli, Alasan Pribadi
Perseroan menerima surat resmi Grandy Prajayakti pada 22 Juli 2026. Di dalam dokumen itu tertulis alasan pribadi tanpa rincian tambahan yang diumumkan publik.
Direktur Keuangan Rumunggu Yokonapita menjadi narasumber resmi yang menyampaikan keterbukaan informasi ke BEI. Langkah ini mematuhi kewajiban emiten baru yang baru dua pekan berada di papan perdagangan.
Kabar direktur RANS mundur tersebar luas setelah pengumuman itu. Jarak sangat pendek antara debut bursa dan surat mundur memicu spekulasi di kalangan investor ritel.
Manajemen Tegaskan Operasional dan Keuangan Aman

Manajemen RANS menyatakan pengunduran Grandy tidak berdampak material pada operasional, aspek hukum, keuangan, maupun kelangsungan usaha. Pernyataan itu disampaikan resmi bersama keterbukaan informasi.
Bagi investor ritel, frasa tidak material berarti perubahan di jajaran direksi tidak mengubah fundamental bisnis secara signifikan. Tidak ada gangguan proyek, kontrak, atau arus kas yang dilaporkan.
Optimaise News melihat penegasan ini sebagai upaya menenangkan pasar yang masih memproses status RANS sebagai emiten baru. Perusahaan milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina ingin menjaga fokus pada agenda pasca-IPO.
Baru Dua Pekan di Bursa, Saham Sempat Masuk Top Losers

RANS resmi listing pada 10 Juli 2026. Emiten melepas sekitar 20,02 persen saham dengan harga IPO Rp135 dan mengumpulkan dana sekitar Rp429 miliar.
Seremoni di lantai bursa dihadiri tokoh bisnis besar seperti Haji Isam, Boy Thohir, dan Anindya Bakrie. Kehadiran mereka menandai jaringan kuat RANS di lingkaran pasar modal dan industri hiburan digital.
Hanya dua minggu kemudian saham tertekan. Pada penutupan 24 Juli 2026 harga jatuh 6,96 persen ke Rp214 dan masuk jajaran top losers. Kronologi rapat dari listing 10 Juli, surat 22 Juli, hingga reaksi harga 24 Juli jarang digabung utuh, padahal itu yang paling relevan bagi pemegang saham ritel.
Baru IPO, Direktur RANS Mundur menjadi headline yang menghubungkan tiga titik itu. Reaksi pasar menunjukkan sensitivitas tinggi terhadap berita internal emiten hiburan yang baru meramaikan papan bursa.
RUPS Jadi Pintu Resmi Persetujuan Pemegang Saham
RANS akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham untuk memutuskan permohonan pengunduran Grandy sesuai ketentuan yang berlaku. Forum itu menjadi tahap wajib sebelum susunan direksi berubah secara resmi.
Di RUPS, pemegang saham berhak memberikan suara setuju atau menolak. Bagi investor ritel, forum ini juga ruang untuk menanyakan rencana pengganti dan arah strategi media digital ke depan.
Proses merujuk aturan OJK terkait perubahan direksi emiten. Setelah RUPS selesai, perusahaan wajib melaporkan hasilnya kembali ke BEI sebagai bagian dari keterbukaan informasi lanjutan.
Jejak Profesional Grandy di Industri Media Digital
Grandy Prajayakti lahir tahun 1981. Ia membawa pengalaman lebih dari 20 tahun di pemasaran, pengembangan bisnis, operasional, serta industri media dan hiburan digital.
Latar belakang itu membuatnya masuk jajaran yang mendampingi RANS menuju listing. Pengunduran dini membuka ruang evaluasi susunan manajemen di fase awal sebagai perusahaan terbuka.
Profil profesionalnya tetap relevan di sektor yang sama. Emiten kini fokus menjaga stabilitas operasional sambil menunggu keputusan pemegang saham di RUPS.







