Jakarta, Optimaise News – Presiden Prabowo Subianto mengajukan satu nama saja ke DPR, yakni Destry Damayanti, untuk mengisi kursi Gubernur Bank Indonesia. Surat usulan resmi diserahkan Senin 10 Agustus 2026 di kompleks parlemen.
Inti artikel
- Presiden Prabowo Subianto mengajukan satu nama saja ke DPR, yakni Destry Damayanti, untuk mengisi kursi Gubernur Bank Indonesia
- Surat usulan resmi diserahkan Senin 10 Agustus 2026 di kompleks parlemen
- Destry Damayanti kini sudah bertindak sebagai pejabat sementara Gubernur BI setelah Perry Warjiyo mundur
Destry Damayanti kini sudah bertindak sebagai pejabat sementara Gubernur BI setelah Perry Warjiyo mundur. Prasetyo Hadi, pejabat Kementerian Sekretariat Negara, memastikan hanya nama tersebut yang masuk berkas surpres kepada Puan Maharani dan Sufmi Dasco Ahmad.
Surpres Tunggal Tiba di DPR untuk Destry Damayanti
Proses pengajuan berlangsung cepat setelah lowongan terbuka. Prasetyo Hadi menjelaskan di Senayan bahwa usulan berisi nama tunggal: Ibu Destry Damayanti yang sedang memegang peran pejabat gubernur sementara. DPR selanjutnya akan menjalankan tahapan seleksi formal sesuai mekanisme undang-undang.
Langkah ini menempatkan Destry Damayanti bank indonesia di pusat perhatian publik karena ia sudah memimpin operasional harian lembaga moneter. Optimaise News mencatat bahwa pemilihan kandidat tunggal memangkas spekulasi multi-nama yang lazim terjadi pada periode sebelumnya.
Prasetyo menegaskan kutipan langsung: “Namanya tunggal, satu nama, yaitu atas nama Ibu Destry Damayanti yang sekarang beliau menjabat sebagai pejabat gubernur sementara.” Pernyataan itu disampaikan usai serah terima dokumen kepada pimpinan dewan.
Biografi Destry Damayanti dari Kampus hingga Institusi Moneter

Jejak pendidikan Destry dimulai di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Ia kemudian meraih gelar Master of Science konsentrasi Regional Science di Cornell University, New York. Pengalaman formal itu menjadi fondasi analisis makroekonomi yang ia pakai sepanjang karier.
Antara 2000 hingga 2003 Destry bertugas sebagai penasihat ekonomi senior bagi Duta Besar Inggris untuk Indonesia. Periode itu memberinya akses ke praktik kebijakan lintas negara dan pemahaman pasar keuangan global. Pada 2005-2006 ia kembali ke ruang kuliah sebagai peneliti sekaligus pengajar di fakultas ekonomi alma maternya.
Lebih dari dua dekade Destry aktif di ranah ekonomi dan keuangan. Fokus utamanya mencakup stabilitas makro, pergerakan pasar, serta pengawasan perbankan. Sejak 2019 ia menjabat Deputi Gubernur Senior BI, posisi yang membuatnya akrab dengan instrumen kebijakan harian bank sentral.
Profil ini membentuk biografi destry damayanti yang konsisten di sektor moneter tanpa lompatan ke industri swasta yang mencolok. Pengalaman akademik dan diplomatik tersebut memberi bobot teknis saat ia nanti menghadapi uji di komisi terkait.
Posisi Destry Damayanti Bank Indonesia Saat Transisi
Sejak Perry Warjiyo melepaskan jabatan, Destry Damayanti bank indonesia langsung mengisi kekosongan sebagai pejabat sementara. Status itu memberinya tanggung jawab menjaga kontinuitas kebijakan suku bunga, likuiditas, dan komunikasi pasar tanpa jeda.
Deputi Gubernur Senior sejak 2019 menjadi modal utama. Ia sudah terlibat dalam forum dewan gubernur dan koordinasi dengan kementerian keuangan. Karier panjang di makroekonomi dan perbankan membuat transisi relatif mulus di mata pengamat internal.
Jika lolos fit and proper test, Destry akan menjadi Gubernur BI definitif. Ia membawa latar belakang akademisi UI plus pengalaman penasihat asing yang jarang dimiliki kandidat serupa. Optimaise News melihat usulan tunggal ini juga mengurangi frekuensi spekulasi pasar soal nama-nama alternatif.
Proses selanjutnya ada di tangan DPR. Komisi terkait dijadwalkan membuka sesi klarifikasi guna menilai kapabilitas dan integritas calon. Publik menunggu kejelasan jadwal sidang agar kepastian kepemimpinan bank sentral segera tercapai.
Destry Damayanti memasuki fase krusial. Dari penasihat diplomatik, dosen, hingga pejabat sementara BI, seluruh bab kariernya kini diuji di ruang legislatif. Keputusan akhir akan menentukan arah komunikasi moneter Indonesia dalam periode mendatang.







