Deny Irawan: Serbuan Impor Tahan Utilisasi Elektronik di 65%

Deny Irawan APKONIK desak kendali impor usai utilisasi industri elektronik tertahan di 65% akibat banjir barang asing dan biaya produksi.

Author Image

Dyah

Deny Irawan: Serbuan Impor Tahan Utilisasi Elektronik di 65%

– Ketua Umum APKONIK Deny Irawan mengungkapkan utilisasi industri elektronik hanya di kisaran 65 persen. Desakan asosiasi menyoroti banjir produk impor termasuk barang ilegal plus lonjakan biaya produksi yang menahan pabrik lokal beroperasi penuh, bukan sekadar isu daya beli anjlok.

Inti artikel

  • Ketua Umum APKONIK Deny Irawan mengungkapkan utilisasi industri elektronik hanya di kisaran 65 persen
  • Pernyataan itu disampaikan dalam dialog Manufacture Check bersama Bunga Cinka di CNBC Indonesia pada 21 Juli 2026
  • Optimaise News merangkum laporan dari Jakarta, 22 Juli 2026, dengan fokus desakan kebijakan bagi rantai manufaktur

Pernyataan itu disampaikan dalam dialog Manufacture Check bersama Bunga Cinka di CNBC Indonesia pada 21 Juli 2026. Optimaise News merangkum laporan dari Jakarta, 22 Juli 2026, dengan fokus desakan kebijakan bagi rantai manufaktur.

Tiga Tekanan Sekaligus: Impor, Biaya, dan Gaya Belanja Baru

Produsen elektronik lokal menghadapi tiga tekanan yang berjalin erat. Serbuan produk impor menekan daya saing di pasar dalam negeri. Perubahan perilaku konsumen menggeser pola belanja ke barang asing yang lebih murah.

Gejolak geopolitik dan ekonomi global menambah beban yang sama. Deny Irawan menekankan ketiga faktor datang berbarengan. Pabrik sulit menaikkan output karena tekanan ini saling memperkuat.

Sintesis tiga sisi itu memberi gambaran utuh. Daya beli anjlok memang ada, namun bukan satu-satunya penyebab. Impor, biaya, dan gaya belanja baru harus dilihat bersama agar solusi tepat.

Mesin Pabrik Menganggur: Beban Produksi yang Melonjak

Mesin Pabrik Menganggur: Beban Produksi yang Melonjak
Ilustrasi Mesin Pabrik Menganggur: Beban Produksi yang Melonjak.

Kenaikan beban biaya produksi menjadi penahan utama utilisasi. Biaya bahan baku, energi, dan logistik naik sehingga pabrik menahan laju di 65 persen. Mesin yang menganggur membuat investasi tak efisien.

Pelaku usaha tak bisa mengalihkan seluruh kenaikan ke harga jual. Produk impor masuk dengan harga lebih rendah. Daya saing lokal makin tergerus bila beban tetap tinggi.

Kondisi ini menahan pabrik berputar penuh. Utilisasi industri elektronik hanya 65 persen mencerminkan keputusan bisnis yang terpaksa. Tanpa penyesuaian biaya, kapasitas menganggur berlanjut.

Desakan APKONIK: Kendalikan Arus Barang Elektronik Asing

Desakan APKONIK: Kendalikan Arus Barang Elektronik Asing
Ilustrasi Desakan APKONIK: Kendalikan Arus Barang Elektronik Asing.

APKONIK mendesak pemerintah kendalikan arus barang elektronik asing. Fokus mencakup impor legal yang berlebih maupun barang ilegal yang lolos pengawasan. Deny Irawan berharap dukungan konkret agar produsen dalam negeri mampu bersaing.

Desakan itu berisi poin kebijakan yang bisa ditindaklanjuti. Penguatan pengawasan pelabuhan menjadi prioritas. Pengetatan standar mutu dan insentif bagi manufaktur lokal ikut masuk daftar.

Tanpa langkah itu, serbuan impor terus menekan. Asosiasi menilai kendali seimbang membuka ruang bagi pabrik lokal naikkan kapasitas. Pelaku usaha siap berdialog agar regulasi pro-manufaktur.

Apa Arti 65% Utilisasi bagi Rantai Manufaktur Lokal

Angka utilisasi industri elektronik hanya 65 persen berdampak luas ke rantai. Bagi pekerja, itu berarti jam kerja terbatas dan risiko pengurangan tenaga. Permintaan komponen dari pabrik ikut turun.

Rantai pasok lokal melambat. Supplier bahan baku dan jasa pendukung merasakan efek domino. Daya saing jangka panjang terancam karena pabrik jarang beroperasi penuh sulit jaga kualitas dan inovasi.

Optimaise News melihat sinyal ini sebagai peringatan. Utilisasi rendah menahan pertumbuhan lapangan kerja. Intervensi cepat dibutuhkan agar rantai manufaktur tak semakin lemah di pasar global.

Harapan Intervensi Pemerintah dari Dialog Manufacture Check

Dalam dialog Manufacture Check, Deny Irawan menaruh harapan pada intervensi pemerintah. Pelaku usaha menginginkan langkah cepat menekan arus impor, termasuk ilegal. Dukungan itu diharapkan perbaiki utilisasi pabrik.

Dialog 21 Juli 2026 membuka ruang bagi kebijakan pro-manufaktur. Harapan meliputi regulasi seimbang antara buka pasar dan lindungi industri dalam negeri. Tanpa aksi, tekanan tiga sisi terus berlanjut.

Asosiasi siap memberi masukan teknis. Intervensi yang terukur bisa dorong mesin pabrik kembali berputar. Laporan dari Jakarta menandai momen penting bagi industri elektronik nasional.

FAQ: Mengapa Utilisasi Industri Elektronik Hanya 65 Persen

Apa faktor utama penahan utilisasi pabrik elektronik?
Menurut Deny Irawan, lonjakan biaya produksi dan serbuan impor menjadi penahan utama di samping perubahan gaya belanja konsumen.

Bagaimana dampak 65 persen utilisasi bagi rantai pasok?
Permintaan komponen turun, jam kerja terbatas, dan daya saing jangka panjang industri elektronik tergerus.

Apa desakan konkret APKONIK ke pemerintah?
APKONIK meminta kendali arus barang asing legal maupun ilegal agar pabrik lokal bisa naikkan kapasitas produksi.

Dyah
Redaktur Hiburan

Dyah adalah redaktur hiburan Optimaise News. Meliput film, selebriti, drama Asia, dan industri hiburan regional. Menyusun berita hiburan berbasis rilis, unggahan resmi, dan konteks industri agar pembaca mendapat ringkasan yang jelas, bukan sekadar copas judul viral.