Bandung, Optimaise News – Persib Bandung melepaskan Ferdiansyah, produk akademi yang ikut meraih dua gelar Liga 1 beruntun. Keputusan itu bukan hukuman performa, melainkan ruang agar winger muda mendapat menit bermain lebih konsisten di klub lain.
Inti artikel
- Persib Bandung melepaskan Ferdiansyah, produk akademi yang ikut meraih dua gelar Liga 1 beruntun
- Keputusan itu bukan hukuman performa, melainkan ruang agar winger muda mendapat menit bermain lebih konsisten di klub lain
- Kontrak berakhir pada akhir musim 2025/2026
Kontrak berakhir pada akhir musim 2025/2026. Klub dan pemain sepakat tidak memperpanjang. Deputy CEO Adhitia Putra Herawan menyebut langkah ini bentuk dukungan agar potensinya berkembang optimal di tempat yang lebih longgar.
Kontrak Habis, Klub Pilih Tidak Perpanjang
Persib Bandung umumkan pelepasan seiring masa kontrak Ferdiansyah yang habis. Kompetisi di tim utama sangat ketat. Banyak pemain senior dan rekrutan baru berebut posisi sayap.
Alasan resmi yang disampaikan jelas: memberi ruang berkembang dan kesempatan bermain lebih besar. Klub menilai jalur terbaik baginya ada di luar skuad Maung Bandung musim depan.
Pengumuman ini hadir setelah evaluasi internal. Bukan tiba-tiba. Prosesnya melibatkan diskusi bersama setelah pinjaman berakhir.
Warisan di Maung: 21 Laga Liga 1 dan Dua Trofi

Ferdiansyah meninggalkan jejak konkret. Ia tampil 21 kali di Liga 1. Plus satu penampilan di AFC Champions League Two yang memberi rasa kompetisi benua singkat.
Ia bagian skuad juara Liga 1 musim 2023/2024 dan 2024/2025. Dua trofi beruntun itu jadi warisan paling berharga. Bagi Bobotoh, angka ini checklist singkat: gelar, menit liga, dan pengalaman ACL Two.
Statusnya sebagai hasil pembinaan klub makin menguatkan narasi. Dari akademi ke tim utama, lalu ikut merayakan dua piala. Jejak internasional meski singkat tetap jadi catatan penting di era Persib.
Evaluasi Usai Pinjaman ke Semen Padang

Sebelum keputusan final, Ferdiansyah sempat dipinjamkan ke Semen Padang. Pinjaman itu jadi ajang uji menit dan adaptasi di lingkungan baru.
Usai periode pinjaman, klub dan pemain duduk bersama. Mereka melihat langkah terbaik secara bersama-sama. Evaluasi itu menghasilkan kesepakatan melanjutkan karier di klub lain.
Bahasa resmi Persib menekankan proses sadar. Bukan sekadar tidak dipakai. Ini fase pembinaan yang mengakui padatnya rotasi di Bandung, lalu membuka pintu agar potensi tidak terhambat.
Pesan Adhitia: Hatur Nuhun dan Doa Karier
Adhitia Putra Herawan menyampaikan apresiasi terbuka. Ia menyinggung dedikasi, profesionalisme, dan kontribusi Ferdiansyah selama di Persib.
Ucapan penutup klub sederhana tapi hangat: hatur nuhun atas kerja keras dan kebersamaan. Doa agar kariernya terus menanjak di tempat berikutnya juga ikut disampaikan.
Liputan Optimaise News mencatat nada pesan itu konsisten dengan cara Persib memperlakukan lulusan binaan. Rasa hormat tetap ada meski jalur berpisah.
Makna Langkah Ini bagi Jalur Pemain Muda Persib
Bagi jalur muda Persib, pelepasan dibaca sebagai komitmen, bukan buang. Produk akademi yang sudah bantu dua gelar diberi ruang agar tidak macet di bangku cadangan.
Sintesis utuhnya begini: akademi, promosi, dua juara beruntun, pinjaman, lalu dilepas demi menit. Kompetitor sering sebut potongan-potongan. Di sini rangkaian itu disatukan agar Bobotoh paham konteksnya.
Persib Bandung mengumumkan kepergian satu pemain muda dengan framing sadar. Kompetisi ketat di tim utama jadi fakta. Menit konsisten di tempat lain jadi tujuan. Itu dukungan jangka panjang, bukan penolakan.
Ketika bandung umumkan lepas pemain binaan, pesan ke academy tetap positif. Kerja keras dihormati. Trofi dihitung. Lalu pintu dibuka agar karier tidak stagnan. Umumkan lepas ferdiansyah kali ini jadi contoh nyata cara klub menata regenerasi.






