Untuk mencapai pemulihan rupiah ke level Rp17.000 per dolar AS, dibutuhkan syarat yang ketat sekali. Bukan sekadar pelemahan domestik yang ringan, melainkan koreksi ekstrem pada greenback yang tengah menguat di hampir semua mata uang dunia. Meski begitu, proyeksi akhir tahun tetap berada di atas level 18.000, memberikan gambaran bahwa fondasi ekonomi Indonesia masih kokoh.
Inti artikel
- Untuk mencapai pemulihan rupiah ke level Rp17.000 per dolar AS, dibutuhkan syarat yang ketat sekali
- Bukan sekadar pelemahan domestik yang ringan, melainkan koreksi ekstrem pada greenback yang tengah menguat di hampir semua mata uang dunia
- Meski begitu, proyeksi akhir tahun tetap berada di atas level 18.000, memberikan gambaran bahwa fondasi ekonomi Indonesia masih kokoh
Proyeksi Akhir Tahun: Rentang 17.800, 18.000 dan Arah di Atas 18 Ribu
DBS Indonesia memproyeksikan rupiah akan berada di rentang Rp17.800 hingga Rp18.000 pada akhir tahun 2026. Senior economist DBS Bank Radhika Rao meyakini arah pergerakan mata uang lokal tetap di atas level 18.000. Pelemahan yang lebih tajam butuh minimal dua hingga tiga katalis negatif. Saat ini, potensi utama yang bisa dimanfaatkan hanyalah arah kebijakan The Fed yang sedang berpengaruh.
Satu Katalis Global yang Masih Mengancam: Arah Kebijakan The Fed

Sebagian besar ketidakpastian pertumbuhan domestik sudah dinilai sudah tercermin di harga pasar. Jika kebijakan The Fed berubah arah, ini bisa menjadi katalis utama yang mengancam stabilitas rupiah. Investor perlu waspada terhadap perubahan tersebut agar bisa menyesuaikan portofolio mereka.
Selisih Imbal Hasil 2, 2,5% vs Risiko: Investor Asing Masih Menahan Diri
Imbal hasil bebas risiko di AS berada di kisaran 4,5 persen hingga 4,6 persen, sehingga memberikan selisih sekitar 2 persen hingga 2,5 persen terhadap aset Indonesia. Meski selisih ini menarik, investor asing masih menahan diri dari masuk ke pasar. Hal ini disebabkan oleh berbagai risiko yang ada di Indonesia.
Mengapa Level 17.000 Hanya Mungkin Jika Dolar AS Sendiri Anjlok Tajam
Kembalinya rupiah ke Rp17.000 bergantung sepenuhnya pada pergerakan dolar AS yang sedang menguat hampir terhadap semua mata uang dunia. Dibutuhkan reaksi sangat tajam pada dolar itu sendiri untuk berhasil membawa kurs USD ke Rp17.000. Jika hanya ada pelemahan domestik biasa, target tersebut sulit tercapai.
Resep Stabilisasi BI Dinilai Sudah Tepat: Rate Plus Langkah Non-Suku Bunga
Bank Indonesia menaikkan BI Rate total 100 basis poin sepanjang tahun ini, ditambah langkah non-suku bunga. Langkah ini dinilai berkontribusi signifikan untuk stabilisasi pasar keuangan dan obligasi. Dengan resep ini, BI berhasil menjaga kestabilan ekonomi tanpa harus melakukan intervensi yang berlebihan.
Secara keseluruhan, proyeksi DBS menunjukkan bahwa meski ada tantangan global, rupiah memiliki potensi untuk stabil. Optimaise News merekomendasikan investor untuk terus mengikuti perkembangan kebijakan moneter secara mendalam.







