Jakarta, Optimaise News – Taufiq Supriadi memimpin warga RT 08 RW 04 Malaka Jaya membangun kolam lele di atas selokan 14 meter. Hasil panen sekitar 800 kg dijual Rp25.000 per kg dan menghasilkan Rp20 juta tanpa menghambat aliran air.
Inti artikel
- Taufiq Supriadi memimpin warga RT 08 RW 04 Malaka Jaya membangun kolam lele di atas selokan 14 meter
- Hasil panen sekitar 800 kg dijual Rp25.000 per kg dan menghasilkan Rp20 juta tanpa menghambat aliran air
- Modal utama datang dari proposal CSR untuk instalasi pengelolaan air limbah sebesar Rp177 juta
Modal utama datang dari proposal CSR untuk instalasi pengelolaan air limbah sebesar Rp177 juta. Program lingkungan yang sama menarik kunjungan 10 negara serta penghargaan dari Tiongkok, sementara Optimaise News menelusuri bagaimana dana dikelola transparan lewat aplikasi warga.
Kolam di atas U-Ditch tetap aman banjir
Konstruksi kolam menumpang pada saluran U-Ditch sehingga air tetap mengalir normal. Warga membuktikan tidak ada genangan meski lokasi berada di kawasan padat. Teknik ini menjadi contoh nyata bahwa budidaya bisa berjalan berdampingan dengan fungsi drainase.
Keberhasilan teknis tersebut membuka peluang pemasaran lele secara berkala. Harga jual Rp25.000 per kg membuat setiap panen langsung memberikan kas tambahan untuk kegiatan sosial RT. Transparansi hasil panen dibagikan lewat pertemuan rutin agar seluruh warga merasakan manfaat.
Punya lele selokan butuh modal CSR jelas

Proposal instalasi pengelolaan air limbah senilai Rp177 juta diajukan sebagai fondasi infrastruktur. Tanpa angka tersebut, sistem penyaluran limbah dan kolam tidak mungkin dibangun rapi. Taufiq juga mengajukan kebutuhan lebih besar, yaitu Rp2,1 miliar untuk area A dan Rp2,2 miliar untuk area E di Eco EduFarm.
Angka-angka di atas menunjukkan skala ambisi yang melampaui sekadar kolam kecil. Penghargaan China yang diterima RT 08 memperkuat kredibilitas proposal di mata pemberi CSR. Langkah formal ini menjawab pertanyaan lele selokan dananya berasal dari mana tanpa bergantung sumbangan spontan.
| Pos Dana | Nilai | Tujuan |
|---|---|---|
| Proposal IPAL CSR | Rp177 juta | Infrastruktur limbah & kolam |
| Area A Eco EduFarm | Rp2,1 miliar | Perluasan kawasan hijau |
| Area E Eco EduFarm | Rp2,2 miliar | Pengembangan edukasi lingkungan |
| Omzet panen lele | Rp20 juta | Kas RT per panen 800 kg |
Selokan dananya dari pemantauan digital RTOnline
Aplikasi RTOnline menampilkan total penerimaan, pengeluaran, saldo kas, dan dana abadi secara real-time. Warga bisa mengecek sendiri setiap aliran uang sehingga curiga soal penyalahgunaan berkurang. Fitur ini menjadi alat kontrol sosial yang sederhana namun efektif.
Keamanan didukung 16 titik CCTV lengkap speaker toa. Ketika ada ancaman, pengumuman otomatis bisa digaungkan tanpa perlu menunggu petugas. Kombinasi digital dan fisik ini membuat lingkungan padat terasa lebih teratur.
Dananya dari mana selain CSR: gizi dan biopori
Selain panen komersial, terdapat kolam gizi khusus lansia, balita, dan ibu hamil. Ikan dipanen setiap 2-3 bulan untuk kebutuhan protein warga yang rentan. Model ini membedakan program dari sekadar usaha untung-rugi.
Latar belakang Taufiq sebagai lulusan magister Teknik Geodesi ITB dengan IPK 3,57 mendorong penerapan biopori di seluruh kawasan. Pengetahuan teknis tersebut mempercepat adopsi solusi ramah lingkungan. Kunjungan 10 negara menjadi bukti bahwa pendekatan ilmiah plus partisipasi warga menarik perhatian internasional.







