Palembang, Optimaise News – Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, pada Kamis, 13 Agustus 2026 merespons ramainya klarifikasi Instagram Ruben Onsu. Ia menafsirkan ketiadaan nama di aplikasi pinjaman online sebagai akibat pengecekan yang baru dilakukan sekarang, plus kemungkinan utang sudah dilunasi, bukan sebagai bukti bahwa pinjol tidak pernah ada.
Inti artikel
- Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, pada Kamis, 13 Agustus 2026 merespons ramainya klarifikasi Instagram Ruben Onsu
- Sudut itu berbeda dari unggahan 31 Juli 2026 di akun @ruben_onsu, yang merepost @dhemith_is_back.01
- Bukti transfer atau riwayat screenshot lama belum muncul di material publik
Sudut itu berbeda dari unggahan 31 Juli 2026 di akun @ruben_onsu, yang merepost @dhemith_is_back.01. Dalam rangkuman Optimaise News, rantai klaimnya berjenjang: tuduhan Sarwendah, undangan cek ke Denny Sumargo, data kosong di aplikasi, lalu tafsir pelunasan dari kubu hukum. Bukti transfer atau riwayat screenshot lama belum muncul di material publik.
Kronologi Tudingan Pinjol hingga Klarifikasi Repost Instagram
Polemik Ruben Onsu dan Sarwendah masih berlangsung. Beberapa waktu sebelumnya, pihak Sarwendah menuding Ruben terlilit pinjaman online dan menegaskan pinjaman itu bukan atas nama dirinya, melainkan atas nama Ruben Onsu.
Ruben membantah. Pada Jumat, 31 Juli 2026 ia membagikan bukti di Instagram @ruben_onsu, berupa unggahan ulang akun @dhemith_is_back.01. Keterangan akun itu berbunyi persis: “Setelah kami cek data @ruben_onsu tidak ada di aplikasi pinjaman online atau pinjol mana pun, sudah gitu saja.”
Kalimat berikutnya: “Kami tidak bermaksud ikut campur masalah artis tapi Ruben sering bantu orang-orang yang kami tangani secara diam-diam jadi kewajiban kami balas kebaikan dia.” Beritasatu mencatat nama Ruben tidak terdaftar pada pinjaman online menurut unggahan yang sama. Akun itu juga meminta pihak yang tidak percaya mengonfirmasi ke Auditor Kepolisian, Kombes Pol Manang Soebeti di Itwasum Mabes Polri. Ruben juga mengunggah bukti tidak ada di APK pinjol mana pun, meski belum terverifikasi ke Yayasan Bangkit Menyala Hati.
Apa yang Dikatakan Chris Sam Siwu soal Data yang Hilang
Setelah unggahan itu ramai, kubu Sarwendah kembali bicara bersama Chris Sam Siwu. Mereka menduga pinjaman sudah dilunasi sehingga nama tidak lagi tercantum. Tribunstyle merangkum dugaan serupa: nama tak muncul karena pinjaman dilunasi terlebih dahulu.
Chris dikutip dari tayangan Intens Investigasi, Kamis, 13 Agustus 2026: “Kalau terkait pinjol-pinjol itu sebenarnya kalau dia ngeceknya baru sekarang ya sudah pasti enggak ada ya, apalagi kalau sudah dibayar.” Laporan Grid.ID terbit pukul 14:15 WIB, ditulis Nindya Galuh Aprillia. Optimaise News mencatat dari keterangan narasumber bahwa pernyataan Chris menempatkan waktu cek sebagai variabel, bukan semata ada atau tidaknya utang di masa lalu.
Artinya, cek aplikasi hari ini tidak otomatis membuktikan tidak pernah ada utang. Sebaliknya, tafsir pelunasan juga belum disertai bukti positif yang ditunjukkan ke publik, misalnya mutasi pembayaran atau arsip aplikasi sebelum data hilang.
Peran Denny Sumargo dan Klaim Identitas di KTP
Untuk menguatkan tuduhan awal, Sarwendah meminta Denny Sumargo mengecek sendiri di ponselnya. Di podcast Denny Sumargo pada 29 Juli 2026, Sarwendah mengaku pindah rumah karena debt collector datang. Ia menyebut tiga mobil debt collector mencari Ruben sekitar pukul 22.00 WIB, ada KTP, dan ia trauma.
Sarwendah juga mengatakan tunggakan mobil, pinjol, dan kartu kredit bukan atas namanya, melainkan atas nama Ruben Onsu. Nanda Persada, eks manajer Sarwendah, menyatakan tidak percaya Ruben terjerat pinjol karena ada limit pinjaman. Dua garis ini berjalan beriringan: pengalaman intimidasi penagih di satu sisi, dan keraguan orang dekat di sisi lain.
Fokus Mediasi Anak versus Polemik Aplikasi
Tribun Palembang mencatat konflik belum menemukan titik terang, namun kubu Sarwendah memilih fokus pada proses mediasi, termasuk persoalan anak. Polemik aplikasi menjadi latar, bukan satu-satunya meja perundingan.
Garis waktu ringkas dari material yang ada: podcast akhir Juli soal debt collector, unggahan 31 Juli soal data kosong, lalu pernyataan Chris 13 Agustus soal cek belakangan dan kemungkinan sudah dibayar. Yang masih terbuka adalah apakah publik akan melihat bukti historis, atau perkara ini berhenti di tafsir masing-masing kubu.







