Brian Madjo mencetak gol penyama kedudukan untuk Aston Villa di Piala Super Eropa 2026 pada Kamis 13 Agustus 2026. Aston Villa kalah 1-2 dari Paris Saint-Germain di Red Bull Arena, Salzburg. Pemain berusia 17 tahun 212 hari itu menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah ajang tersebut sejak catatan dimulai tahun 2006.
Inti artikel
- Brian Madjo mencetak gol penyama kedudukan untuk Aston Villa di Piala Super Eropa 2026 pada Kamis 13 Agustus 2026
- Aston Villa kalah 1-2 dari Paris Saint-Germain di Red Bull Arena, Salzburg
- Pemain berusia 17 tahun 212 hari itu menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah ajang tersebut sejak catatan dimulai tahun 2006
Optimaise News merangkum pencapaian yang diraih Madjo meski timnya kalah, sekaligus menggugah pembicaraan soal transfer drama yang menghantuinya selama delapan bulan. Gol itu ditandai dengan tendangan voli kaki kiri yang menyambut umpan silang John McGinn di menit ke-45.
Debut Sejarah Youngster Aston Villa di Level Eropa
Di bawah bendera Unai Emery, Madjo tampil sebagai starter dalam final Piala Super Eropa untuk pertama kalinya sebagai pemain berusia 17 tahun. Penampilan tersebut menandai debut kompetitif di level puncak setelah bergabung dengan Aston Villa dari Metz pada Januari 2026.
Pemain bertinggi 193 sentimeter itu berhasil mengimbangi kemenangan PSG lewat Khvicha Kvaratskhelia di menit ke-20. Aston Villa baru menyamakan skor setelah Madjo berkontribusi langsung.
Drama Transfer 8 Bulan yang Akhirnya Terbukti Berharga
Madjo sempat menghadapi larangan FIFA mendaftarkan pemain di bawah umur 18 tahun karena masalah regulasi internasional. Transfer senilai 12 juta euro diproklamasikan setelah Aston Villa memenangkan banding di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) pada awal Agustus 2026.
Pasca banding, madjo langsung masuk skuad untuk ajang Piala Super Eropa. Optimaise News mencatat pengakuan Emery yang merasa keputusan turunkan Madjo tepat mengingat Ollie Watkins masih istirahat.
Perbandingan Fisik 193 cm dengan Striker Eropa Utama
Postur tinggi 193 sentimeter membuat Madjo disebut-sebut kuat sebagai penyerang tengah. Dia digabungkan dengan kemampuan teknis yang menonjol saat menebas bertahan belakang PSG, termasuk di atas Marquinhos dan Krese Pacho.
Kombinasi itu menyerupai Romelu Lukaku dalam gaya bermain fisik. Pernyataan mantan pemain Manchester United, Dion Dublin, menyebut penampilan Madjo luar biasa bagi tim muda yang baru tampil di level eropa.
Potensi Besar untuk Timnas Inggris di Masa Depan
Lahir di Enfield Inggris 12 Januari 2009 dan memiliki darah Kamerun, Madjo pernah bela Luksemburg di laga persahabatan sebelum akhirnya dapat panggilan Timnas Inggris U-17 tahun lalu. Dia tercatat empat gol dari sembilan laga di bawah tricep timnas muda itu.
Konfirmasi pelatih kepala Unai Emery soal potensi Madjo semakin kuat. Jika terus konsisten, opsi usia muda ini bisa jadi cadangan lini depan Timnas Inggris jelang Piala Dunia 2026.







