Brian Madjo, striker tinggi berpostur 193 sentimeter dari Aston Villa, mencetak gol penyeimbang pada menit 45′ saat menghadapi Paris Saint-Germain di Piala Super Eropa 2026. Debu a ini terjadi di Red Bull Arena, Salzburg, pada Kamis 13 Agustus 2026, di mana Les Parisiens menang 2-1 meski mempertahankan trofi tahun lalu.
Inti artikel
- Penyerang muda Inggris ini menjalani debut resmi bersama Aston Villa di pertandingan kelas dunia itu
- Tinggi badan Madjo membuatnya sulit ditangani William Pacho dan Marquinhos yang bermain di belakang bangku PSG
- Striker ini mampu menekan dua bek asal Ekuador itu dan terus merepotkan lini pertahanan juara Liga Champions
Debut Kompetitif yang Bersejarah Melawan Juara Liga Champions
Penyerang muda Inggris ini menjalani debut resmi bersama Aston Villa di pertandingan kelas dunia itu. Sebelumnya, pihaknya ditransfer dari Metz pada Januari 2026 dengan harga 12 juta euro, namun proses registrasi sempat terkendala aturan FIFA soal usia dan eligibilitas.
Aston Villa akhirnya berhasil melalui Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) dan hanya delapan hari sebelum laga ini mencabut izin daftar pemain berusia di bawah 18 tahun tersebut.
Briant Madjo yang lahir di Enfield, Inggris, pada 12 Januari 2009, tampil 72 menit dengan 6 peluang dan satu gol dari tendangan voli yang menyamakan skor setelah Khvicha Kvaratskhelia membuka keunggulan PSG di menit 20.
Dampak Fisik 193 Sentimeter yang Menghukum Bek PSG
Tinggi badan Madjo membuatnya sulit ditangani William Pacho dan Marquinhos yang bermain di belakang bangku PSG. Striker ini mampu menekan dua bek asal Ekuador itu dan terus merepotkan lini pertahanan juara Liga Champions.
Performanya yang cepat dan fisik kuat membuatnya disebut sebagai calon wonderkid Inggris yang bisa menjadi alternatif pengganti penyerang utama Aston Villa.
Rekor Menghapuskan Patrick Kluivert yang Bertahan 30 Tahun
Dengan gol penyeimbang ini, Brian Madjo terpilih sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah Piala Super Eropa. Usianya baru 17 tahun 212 hari, mengalahkan rekor Patrick Kluivert yang bertahan 30 tahun sejak 1996.
Ia juga menjadi pemain termuda yang memulai pertandingan di gelaran tersebut sejak edisi pertama tahun 2006, meski Aston Villa masih gagal meraih trofi di babak kedua.
Keputusan Unai Emery yang Terbukti Membuahkan Hasil
Pelatih Villa mempercayakan Madjo sebagai starter di lini depan, di mana Ollie Watkins sempat absen setelah Piala Dunia dan Tammy Abraham sempat dari bangku cadangan.
Kata Unai Emery, pengalaman bermain di laga seperti ini sangat penting. Emery menekankan pentingnya konsistensi dan tuntutan pemain muda untuk menjaga level performa yang ditunjukkan di pramusim.
Madjo bahkan membela Luksemburg di laga persahabatan sebelum bergabung dengan Inggris U-17. Potensinya kini semakin menjanjikan untuk menjadi alternatif pengganti Harry Kane di Timnas Inggris di masa depan.
Masa Depan Wonderkid Inggris Pasca Antara Pengalaman CAS
Meski akhirnya kalah, Brian Madjo pulang dengan catatan istimewa setelah menantikan delapan bulan untuk merealisasikan debut kompetitifnya bersama tim senior.
Aston Villa kini memiliki opsi baru di lini depan jelang musim Liga Premier 2026/2027. Pengalaman ini diharapkan membuatnya semakin matang dan konsisten di level kompetisi papan atas.







