Serang, Optimaise News – Inter Miami memperpanjang rentetan kemenangan tanpa Lionel Messi menjadi lima laga beruntun. Luis Suarez mencetak brace yang membalikkan skor, lalu Preston Plambeck menyegel kemenangan 3-2 atas Chicago Fire di Nu Stadium, Miami, 23 Juli 2026 dini hari WIB. Gol penentu menit 87 itu merusak debut starter Robert Lewandowski bersama The Fire.
Chicago unggul lebih dulu lewat gol bunuh diri. Miami bangkit total di bawah kepemimpinan Suarez. Hasil ini menempatkan The Herons di peringkat dua Wilayah Timur dengan 34 poin dari 16 laga. Mereka unggul delapan poin dari Fire di peringkat tiga.
Urutan Gol Menit demi Menit di Nu Stadium
Chicago Fire membuka keunggulan di menit 18. Gol bunuh diri kiper Inter Miami Rocco Rios Novo membuat tuan rumah tertinggal 0-1. Tekanan langsung berbalik arah berkat aksi Suarez.
Penalti yang dieksekusi Luis Suarez di menit 27 menyamakan kedudukan 1-1. Di menit 51 Suarez kembali beraksi. Ia menyambut umpan tumit German Berterame untuk membuat skor 2-1 bagi Miami di Nu Stadium.
Robert Lewandowski diganti di menit 62. Lima menit kemudian Puso Dithejane menyamakan 2-2. Drama berlanjut hingga menit 87. Preston Plambeck mencetak gol penentu yang membawa Miami unggul 3-2 hingga peluit panjang berbunyi.
Suarez Ambil Alih Peran Saat Messi Absen

Lionel Messi absen total dalam laga ini. Luis Suarez tampil sebagai kapten dan mengambil alih peran utama di lini depan. Brace-nya membuktikan skuad Miami mampu beradaptasi tanpa bintang Argentina itu.
Gol pertama lewat penalti menunjukkan ketenangan di bawah tekanan. Gol kedua dari umpan tumit Berterame menampilkan chemistry solid di Nu Stadium. Suarez tidak hanya mencetak gol. Ia juga memimpin rekan-rekan menghadapi serangan balik Fire.
Rentetan lima kemenangan beruntun tanpa Messi menunjukkan kedalaman skuat. Miami tidak bergantung pada satu pemain saja. Peran Suarez menjadi kunci menjaga momentum di chase gelar Wilayah Timur.
Lewandowski Starter Lalu Ditarik, Fire Sempat Imbang
Robert Lewandowski memulai debutnya sebagai starter bersama Chicago Fire. Striker berpengalaman itu diharapkan membawa dampak langsung di lini depan. Namun ia diganti di menit 62 tanpa mencetak gol atau assist.
Penggantian itu membuka celah. Lima menit berselang Puso Dithejane memanfaatkan peluang untuk menyamakan skor 2-2. Fire sempat bangkit dan mengancam kemenangan tuan rumah di Nu Stadium.
Debut yang dinantikan berujung kekecewaan bagi Lewandowski. Ia menyaksikan dari bangku cadangan saat Plambeck mencetak gol kemenangan. Momen ini menandai awal sulit baginya di MLS.
Plambeck Putuskan Laga di Menit 87
Preston Plambeck menjadi pahlawan di menit-menit penutup. Golnya di menit 87 mematahkan perlawanan Fire yang baru saja menyamakan. Tendangan itu langsung mengubah suasana di Nu Stadium.
Gol penentu ini merusak debut Lewandowski secara total. Fire yang sudah berjuang keras harus pulang dengan kekalahan. Plambeck memastikan Miami terus melaju tanpa Messi di lapangan.
Kontribusi pemain seperti ini memperkuat klaim bahwa Miami punya opsi serang beragam. Kemenangan dramatis menambah kepercayaan diri skuad di fase kompetisi yang padat.
Dampak Klasemen: Miami Jauh di Depan Fire
Dengan kemenangan ini Inter Miami mengumpulkan 34 poin dari 16 laga. Mereka menempati peringkat dua di Wilayah Timur. Chicago Fire tertinggal delapan poin di peringkat tiga.
Lima kemenangan beruntun memberi jarak aman bagi chase gelar konferensi. Bagi pembaca awam, selisih delapan poin berarti Fire butuh setidaknya tiga kemenangan lebih untuk mengejar, plus Miami harus slip dulu. Momentum ini krusial di fase kompetisi MLS.
Timeline gol yang rapat digabung dampak klasemen menunjukkan Miami mampu bangkit di bawah tekanan. Suarez mengisi kekosongan Messi dengan brace-nya. Plambeck menutup debut buruk Lewandowski. Miami kini jauh di depan rival terdekat dan siap jaga jarak di Wilayah Timur.







