Bank Indonesia kerap disasar klaim palsu yang menyerang fungsi utamanya sebagai otoritas moneter. Tiga unggahan viral di Facebook sepanjang Januari 2025 hingga Juni 2026 memetakan pola serangan lewat klaim emisi uang baru fiktif dan gugatan hukum palsu terhadap pejabat. Klaim tersebut meliputi foto uang pecahan Rp5 juta bergambar Soekarno, video reels rupiah nominal kecil tanpa tiga nol, serta screenshot artikel palsu soal BI menggugat Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Inti artikel
- Bank Indonesia kerap disasar klaim palsu yang menyerang fungsi utamanya sebagai otoritas moneter
- Semua klaim itu sudah diverifikasi sebagai hoaks oleh Cek Fakta Liputan6.com
- Optimaise News merangkum jejak sebaran agar publik paham ancaman terhadap kredibilitas bank sentral
Semua klaim itu sudah diverifikasi sebagai hoaks oleh Cek Fakta Liputan6.com. Optimaise News merangkum jejak sebaran agar publik paham ancaman terhadap kredibilitas bank sentral. Pola ini termasuk ragam hoaks catut nama Bank Indonesia yang terus muncul di media sosial dan aplikasi percakapan.
Klaim Foto Uang Pecahan Rp5 Juta Bergambar Soekarno
Akun Facebook mengunggah foto yang diklaim sebagai uang baru pecahan Rp5 juta pada 28 Juni 2026. Caption unggahan itu berbunyi ‘Uang baru 1 lembar 5 juta’ lengkap dengan gambar wajah Soekarno di bagian depan. Foto tersebut langsung dibagikan banyak pengguna dan memicu perbincangan soal desain uang baru.
Bank Indonesia tidak pernah mengeluarkan pecahan Rp5 juta atau mengubah desain uang kertas resmi. Klaim ini menyerang langsung kewenangan BI sebagai satu-satunya lembaga yang berhak mencetak dan mengedarkan mata uang. Publik disarankan mengabaikan unggahan serupa karena hanya mengandalkan foto edit tanpa sumber resmi.
Video Reels Rupiah Nominal Kecil Tanpa Tiga Nol

Video reels beredar pada 15 November 2025 menampilkan tiga gambar bangunan putih. Di bawah masing-masing bangunan tertulis SATU RUPIAH, Dua Rupiah, dan LIMA RUPIAH. Caption video mengklaim ‘Uang baru resmi dikeluarkan Bi dan siap beredar’ tanpa tiga nol seperti uang yang biasa beredar sekarang.
Format reels ini memudahkan sebaran cepat di Facebook dan aplikasi percakapan. Tidak ada pernyataan resmi BI soal redesign nominal kecil tanpa nol. Klaim visual seperti ini sering dipakai untuk menciptakan kesan bahwa bank sentral sudah meluncurkan uang baru tanpa proses publik yang benar.
Screenshot Artikel Palsu BI Gugat Menteri ESDM Bahlil

Postingan 22 Januari 2025 menampilkan cuplikan layar judul palsu Detik.com. Judul itu berbunyi ‘Karier Bahlil Lahadalia dalam bahaya! Bank Indonesia Menggugat Bahlil Lahadalia’. Narasi tambahan di unggahan menyebut ‘BI Mengunggat sibahlul’ plus tuduhan politik bahwa pejabat itu ‘titipan mulyono’ dan merusak negara.
Screenshot artikel itu fiktif dan tidak pernah terbit di media mana pun. Elemen narasi politik ini membedakan hoaks Bahlil dari dua klaim uang sebelumnya. Motifnya bukan sekadar emisi fiktif, melainkan mengaitkan aksi hukum palsu dengan isu politik untuk merusak citra pejabat dan lembaga moneter sekaligus.
Jejak Sebaran lewat Facebook dan Aplikasi Percakapan
Ketiga klaim menyebar pertama kali lewat unggahan Facebook lalu meluas ke aplikasi percakapan. Tanggal kemunculan membentuk timeline jelas: Januari 2025 untuk gugatan Bahlil, November 2025 untuk uang tanpa nol, dan Juni 2026 untuk uang Rp5 juta Soekarno. Persistensi modus ini menunjukkan pola berulang yang menarget BI selama lebih dari setahun.
Dua dari tiga hoaks berpusat pada klaim redesign atau emisi uang baru. Satu sisanya fokus pada aksi hukum fiktif. Sintesis ini memberi gambaran utuh ancaman terhadap kredibilitas Bank Indonesia sebagai penerbit mata uang resmi. Optimaise News menekankan bahwa sebaran cepat di media sosial memperbesar risiko jika tidak dilawan dengan verifikasi dini.
Ciri Visual dan Narasi yang Sering Dipakai
Ciri visual yang sering muncul meliputi foto uang edit, video reels bangunan bertuliskan nominal, dan screenshot judul media palsu. Narasi biasanya memakai iming-iming ‘uang baru resmi’ atau tuduhan politik seperti ‘titipan’ dan ‘merusak negara’. Caption pendek dan gambar mencolok memudahkan unggahan viral tanpa butuh bukti kuat.
Panduan praktis berdasarkan fakta: verifikasi klaim uang baru atau gugatan BI hanya lewat situs resmi bi.go.id dan akun media sosial resmi bank sentral. Abaikan unggahan medsos yang menjanjikan viral atau menampilkan screenshot artikel. Cara ini memutus rantai sebaran ragam hoaks catut yang menarget otoritas moneter.







