Badan Kepegawaian Negara (BKN) membongkar poster dan tautan palsu di Facebook. Klaim itu menyebut pendaftaran CPNS dan PPPK 2026 sudah dibuka gratis. Tautan justru mengarahkan ke formulir pencuri data pribadi.
Inti artikel
- Badan Kepegawaian Negara (BKN) membongkar poster dan tautan palsu di Facebook
- Klaim itu menyebut pendaftaran CPNS dan PPPK 2026 sudah dibuka gratis
- Tautan justru mengarahkan ke formulir pencuri data pribadi
Unggahan muncul 21 Juli 2026 dengan narasi seolah resmi. BKN menegaskan info itu hoaks. Hanya portal SSCASN yang sah untuk seluruh proses CASN.
Klaim Resmi Dibuka lewat Unggahan Facebook 21 Juli
Sebuah unggahan Facebook bertanggal 21 Juli 2026 menyebar cepat. Isinya mengklaim pendaftaran CPNS dan PPPK resmi dibuka. Narasi lengkap berbunyi Pendaftaran CPNS dan PPPK Resmi Dibuka.
Warganet banyak yang tergoda karena iming-iming penempatan di seluruh Indonesia. Rekrutmen CASN 2026 sebenarnya belum diumumkan sama sekali. Penelusuran Cek Fakta Liputan6 yang terbit 25 Juli 2026 mengungkap kepalsuan klaim itu.
Modus serupa sudah berulang di platform lain. Masyarakat sering menerima siaran berantai tanpa sumber jelas. Hati-hati agar data pribadi tidak bocor.
Isi Poster dan Tujuan Tautan yang Beredar

Poster yang beredar menyebut lulusan SMA, D3, dan S1 boleh mendaftar. Penempatan dijanjikan di seluruh Indonesia sesuai domisili. Semua diklaim gratis untuk periode 2026-2027.
Di bagian bawah poster tertera tautan yang seolah resmi. Tautan itu bukan domain pemerintah. Tujuannya mengarahkan orang ke formulir digital berbahaya.
Banyak poster sejenis juga mencatut nama kementerian lain. Pola gratis dan sesuai domisili selalu jadi umpan. Jangan langsung percaya tanpa cek sumber.
Temuan Formulir Digital saat Link Diklik

Saat tautan diklik muncul formulir digital. Formulir itu meminta nama lengkap sesuai KTP. Nomor Telegram aktif juga diminta sebagai syarat lanjutan.
Permintaan data pribadi seperti itu indikasi kuat phishing. Domain tautan tidak memakai.go.id. Data yang masuk bisa disalahgunakan untuk penipuan lanjutan.
Optimaise News mencatat pola berulang di tautan palsu pendaftaran CPNS dan PPPK. Hampir selalu minta nama KTP plus nomor Telegram. Itu red flag yang wajib diwaspadai.
Pernyataan Juru Bicara BKN soal Poster Hoaks
Juru bicara BKN Wisudo Putro Nugroho menegaskan poster itu hoaks. Ia sampaikan pernyataan lewat situs resmi BKN. Informasi resmi hanya lewat kanal pemerintah dan portal SSCASN.
Wisudo mengingatkan masyarakat jangan percaya poster, siaran, atau tautan dari sumber tak jelas. Kepala BKN juga sudah konfirmasi rekrutmen 2026 belum dibuka. Semua proses hanya lewat sscasn.bkn.go.id.
Pernyataan ini merespons banyaknya keluhan warganet. Banyak yang sudah mengisi formulir palsu. BKN minta segera hentikan dan laporkan jika data sudah terkirim.
Cara Bedakan Kanal Resmi CASN dari Tautan Palsu
Cek domain tautan harus berakhiran.go.id. Abaikan poster yang janjikan gratis dan penempatan sesuai domisili. Hanya percaya portal SSCASN serta kanal BKN resmi.
Pola serupa terlihat di hoaks yang mencatut Kemenag, Kemenhut, dan Kemenkeu. Bahkan ada kasus pendaftaran cpns kemenkeu 2026 di tiktok yang sama-sama minta data Telegram. Sintesis ini bantu masyarakat lebih waspada.
Checklist praktis: buka sscasn.bkn.go.id langsung, jangan klik tautan dari media sosial, dan konfirmasi lewat akun resmi BKN. Kalau ragu, tanya langsung lewat layanan pengaduan BKN.
Apakah pendaftaran CPNS dan PPPK 2026 sudah dibuka?
Belum. BKN memastikan rekrutmen belum dibuka sama sekali. Poster di Facebook dan media sosial lain adalah hoaks.
Bagaimana cara bedakan tautan resmi dari palsu?
Periksa domain harus.go.id. Formulir yang minta nomor Telegram hampir pasti palsu. Gunakan hanya portal SSCASN BKN.
Apa yang harus dilakukan jika sudah mengisi formulir palsu?
Segera ganti kata sandi akun penting. Laporkan ke BKN dan pantau aktivitas mencurigakan di Telegram. Jangan kirim data tambahan apa pun.







