Palembang, Optimaise News – Rena Tabhita atau Bhita, peserta Dangdut Academy 8 asal Pangkalpinang, menembus babak Top 42 Group 5. Dukungan ibu dan rute pedesaan jadi fondasi utama. Mimpi masa kecilnya terwujud lewat apresiasi penuh juri.
Inti artikel
- Rena Tabhita atau Bhita, peserta Dangdut Academy 8 asal Pangkalpinang, menembus babak Top 42 Group 5
- Dukungan ibu dan rute pedesaan jadi fondasi utama
- Mimpi masa kecilnya terwujud lewat apresiasi penuh juri
Dia tampil perdana malam itu dalam format trio. Standing ovation langsung mengalir dari seluruh juri. Perjuangan Bhita gapai impian di Dangdut Academy 8 berawal dari tekad kuat yang dibawa jauh-jauh dari kampung halaman.
Tekad Mimpi Kecil dari Pangkalpinang ke Panggung Impian
Sejak kecil Bhita menyimpan cita-cita tampil di panggung Dangdut Academy. Dia memandang acara itu sebagai puncak bagi penyanyi dangdut daerah. Tekad itu tak pernah pudar meski jarak dari Pangkalpinang ke pusat audisi terasa jauh.
Dia terus berlatih di kampung halaman. Setiap kesempatan ia manfaatkan untuk mengasah vokal dan gaya panggung. Mimpi itu akhirnya membawanya ke jalur seleksi resmi di Palembang.
Optimaise News melihat bagaimana tekad sederhana itu berubah jadi langkah nyata. Bhita tidak menunggu kesempatan datang. Dia mengejarnya dengan persiapan matang.
Pendampingan Ibu di Rute 5 Jam Lewati Desa
Bersama sang ibu, Bhita menempuh 5 jam ke Palembang demi audisi. Mereka melewati wilayah pedesaan yang sepi dan berliku. Perjalanan itu bukan sekadar jarak, melainkan ujian ketahanan fisik dan mental.
Ibunya menemani dari berangkat hingga tiba di lokasi. Dukungan itu memberi rasa aman di tengah kelelahan. Rute pedesaan yang dilalui menjadi bagian penting cerita perjuangan Bhita.
Mereka tiba tepat waktu untuk audisi. Kehadiran ibu di sampingnya memperkuat semangat. Tanpa pendampingan itu, langkah menuju panggung Impian mungkin lebih berat.
Debut Trio Gerimis Melanda Hati Picu Standing Ovation

Di babak Top 42 Group 5, Bhita tampil sebagai penampil pertama malam itu. Dia bergabung dalam trio bersama Naela dari Banyumas dan Danil dari Sumenep. Ketiganya membawakan lagu Gerimis Melanda Hati.
Harmoni vokal mereka solid dan penuh emosi. Penampilan itu langsung memicu standing ovation dari semua juri. Reaksi meriah itu meramaikan suasana studio.
Momen standing ovation jadi sorotan utama. Bhita dan rekan trionya berhasil membuat juri bangkit dari kursi. Apresiasi penuh itu mengunci kesan positif di babak awal.
Lolos Top 42 Group 5 Usai Respons Positif Juri
Respons juri yang antusias membawa Bhita lolos ke babak selanjutnya. Dia resmi masuk Top 42 Group 5 Dangdut Academy 8. Wawancara usai penampilan digelar di Studio Emtek Indosiar.
Hasil positif ini mengukuhkan posisinya di kompetisi. Bhita siap menghadapi tantangan berikutnya. Sintesis kisahnya jelas: rute pedesaan plus dukungan ibu berujung langsung pada standing ovation dan tiket lolos.
Perjalanan fisik 5 jam ke Palembang demi audisi terbayar lunas. Mimpi masa kecil peserta dangdut daerah kini berlanjut ke level lebih tinggi. Optimaise News mencatat momen ini sebagai bukti nyata bakat daerah yang gigih.







