Listen asal Kendal berhasil melaju dari Top 42 Group 5 D’Academy 8 meski tampil tanpa standing ovation. Yang jadi sorotan utama justru deretan pekerjaan rumah teknis dari tiga juri yang harus dibenahi sebelum Top 37 Group 3.
Inti artikel
- Listen asal Kendal berhasil melaju dari Top 42 Group 5 D’Academy 8 meski tampil tanpa standing ovation
- Yang jadi sorotan utama justru deretan pekerjaan rumah teknis dari tiga juri yang harus dibenahi sebelum Top 37 Group 3
- Sebagai anak didik Fildan Rahayu, Listen punya momentum singkat hingga 30 Juli 2026 untuk menerapkan semua masukan itu secara serius
Catatan Soimah, Dewi Perssik, dan Lesti Kejora mencakup energi, pengelolaan napas, tenaga dari awal, gerak panggung, penjiwaan, serta notasi. Sebagai anak didik Fildan Rahayu, Listen punya momentum singkat hingga 30 Juli 2026 untuk menerapkan semua masukan itu secara serius.
Hasil Top 42 Group 5: Lolos Tanpa Standing Ovation
Listen tampil di Top 42 Group 5 pada 21 Juli 2026. Penampilannya tidak mendapat standing ovation dari Soimah, Dewi Perssik, maupun Lesti Kejora.
Juri tetap memutuskan meloloskannya ke babak berikutnya. Naela dari Banyumas yang segrup dengannya justru tersenggol dan harus mengakhiri perjalanan di kompetisi ini.
Status sebagai anak didik Fildan Rahayu menambah bobot tanggung jawab di panggung. Lolos tanpa standing ovation menciptakan tekanan berbeda dibanding peserta di grup lain yang sempat meraih SO penuh atau ganda di penampilan serupa.
PR Vokal dari Soimah: Energi dan Pengelolaan Napas
Soimah menyoroti ciri khas vokal Listen yang berpotensi menonjol di panggung. Ciri itu hanya akan bersinar jika dibarengi energi yang cukup kuat sepanjang lagu.
PR utama yang digarisbawahi terletak pada pengelolaan napas. Napas yang tidak stabil berisiko membuat vokal putus atau melemah di tengah penampilan.
Latihan napas yang teratur menjadi bekal wajib ke depan. Dengan napas terkendali, energi vokal bisa terjaga utuh dari awal hingga akhir lagu.
Masukan Dewi Perssik: Tenaga Awal dan Gerak Panggung
Dewi Perssik menilai penampilan Listen baru menunjukkan tenaga di bagian belakang. Ia mengibaratkan kondisi itu mirip mesin diesel yang butuh waktu lama untuk panas penuh.
Ia meminta tenaga yang konsisten sejak baris pembuka. Gerak panggung juga harus menyatu dengan musik, bukan hanya mengikuti irama secara terpisah.
Konsistensi tenaga dan sinkronisasi gerak ini melengkapi catatan soal energi. Jika diterapkan, penampilan akan terasa utuh dan bertenaga sejak menit pertama di atas panggung.
Sorotan Lesti soal Penjiwaan serta Notasi
Lesti Kejora menyoroti penjiwaan yang masih perlu diperdalam. Emosi lagu belum sepenuhnya merasuk dan tersampaikan kepada penonton di studio.
Notasi juga sempat turun di beberapa bagian. Ketepatan nada menjadi penentu agar vokal terdengar rapi dan tidak goyah di tengah lagu.
Penjiwaan yang kuat digabung notasi akurat akan mengangkat keseluruhan kualitas. Catatan ini menutup daftar teknis yang harus digarap Listen dengan serius menjelang babak berikutnya.
Jadwal Top 37 Group 3: Momentum Perbaikan 30 Juli
Listen dijadwalkan tampil di Top 37 Group 3 pada Kamis 30 Juli 2026. Jarak sembilan hari sejak 21 Juli menjadi momentum berharga untuk evaluasi dan latihan intensif di bawah bimbingan Fildan.
Tiga catatan juri kini disintesiskan menjadi checklist bekal tunggal menuju babak itu. Pertama perkuat energi plus pengelolaan napas sesuai arahan Soimah. Kedua jaga tenaga konsisten dari awal lagu serta gerak panggung yang menyatu musik ala Dewi Perssik. Ketiga perbaiki penjiwaan mendalam dan jaga notasi stabil menurut Lesti Kejora.
Tekanan lolos tanpa standing ovation di Top 42 harus diubah jadi motivasi perbaikan. Jika checklist ini digarap matang, penampilan di Top 37 berpeluang lebih solid dan membuka ruang standing ovation dari para juri.







