BCA mencatat laba bersih konsolidasian Rp29,5 triliun pada semester I 2026. Angka ini tumbuh 1,8 persen dibanding periode sebelumnya. Pencapaian moderat ini didukung milestone kredit pertama kali melampaui Rp1.000 triliun meski dihadapkan tekanan margin bunga serta likuiditas ketat.
Inti artikel
- BCA mencatat laba bersih konsolidasian Rp29,5 triliun pada semester I 2026
- Angka ini tumbuh 1,8 persen dibanding periode sebelumnya
- Ringkasan lengkap dari video Power Lunch CNBC Indonesia 29 Juli 2026 ini menggambarkan performa BCA secara utuh di paruh pertama tahun ini
Ringkasan lengkap dari video Power Lunch CNBC Indonesia 29 Juli 2026 ini menggambarkan performa BCA secara utuh di paruh pertama tahun ini.
Tonggak Kredit Produktif Lampaui Rp800 Triliun
Kredit produktif BCA mencapai Rp802 triliun naik 11 persen year on year. Kredit korporasi saja menyumbang Rp513,4 triliun dengan pertumbuhan 13,6 persen. Penyaluran ini menunjukkan fokus BCA pada sektor usaha yang lebih produktif termasuk fasilitas kredit ke emiten ritel seperti Grup Erajaya untuk mendukung ekspansi bisnis lokal.
Dominasi Dana Murah CASA Jaga Biaya Pendanaan

CASA naik 10,2 persen menjadi Rp1.082 triliun sehingga porsinya mencapai 84,3 persen dari total dana pihak ketiga Rp1.284 triliun. Pendekatan dana murah ini membantu BCA menekan biaya pendanaan secara efektif di tengah suku bunga pasar yang fluktuatif. Strategi CASA kuat menjadi benteng stabilitas keuangan perseroan.
Kualitas Aset dan Pembiayaan Hijau Berkelanjutan

Non performing loan BCA tetap rendah di 1,9 persen sementara loan at risk berada di 4,9 persen. Pembiayaan hijau mencapai Rp123 triliun naik 19 persen mendukung proyek hijau serta kredit kendaraan listrik di seluruh Indonesia. Kualitas aset yang solid ini menjadi modal kuat untuk ekspansi jangka panjang.
Reaksi Saham BBCA Plus Rekomendasi Analis
Saham BBCA sempat turun setelah rilis laporan semester I 2026 namun analis RHB Sekuritas tetap optimis dengan rekomendasi buy dan target harga Rp7.740. Proyeksi dividen Rp345 hingga 350 per saham memberikan potensi yield 5 hingga 6 persen di valuasi saat ini. Bagi investor ritel ini menawarkan upside sekitar 24 persen pasca koreksi pasar sehingga BCA tampak menarik sebagai pilihan defensif.
Prospek Paruh Kedua di Tengah Tekanan NIM
Operating income naik 2,2 persen menjadi Rp55,8 triliun meski net interest income turun 0,6 persen ke Rp42,4 triliun. Meski NIM industri mengalami tekanan paruh kedua tetap cerah dengan fokus kredit produktif serta inisiatif hijau. Ekspansi hati-hati ini menandakan strategi bisnis BCA yang matang dan berorientasi jangka panjang.
Sintesis lengkap milestone kredit produktif CASA kuat kualitas aset dan pembiayaan hijau ini menjadi panduan praktis bagi investor ritel. Dengan sinergi antar data tersebut BCA menawarkan peluang investasi menarik berupa dividen stabil dan potensi capital gain di tengah valuasi saat ini.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu CASA di BCA?
CASA atau Current Account Savings Account merupakan dana murah yang meningkatkan porsi keuangan perseroan dan menjaga biaya pendanaan.
Berapa target harga saham BBCA dari RHB Sekuritas?
Target harga adalah Rp7.740 dengan proyeksi dividen Rp345-350 per saham yang memberikan potensi return menarik.
Bagaimana pertumbuhan laba BCA?
Laba bersih tumbuh 1,8 persen menjadi Rp29,5 triliun didukung kredit produktif yang kuat.
Apa yang membedakan laporan BCA?
Ini adalah ringkasan lengkap dari paparan video Power Lunch CNBC Indonesia 29 Juli 2026 yang mencakup semua data kunci.







