Makassar, Optimaise News – Antrean yang mengular di banyak SPBU di Sulawesi Selatan dan sekitarnya sudah berlangsung lebih dari dua bulan. Pihak Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mengungkapkan penyebabnya adalah banyaknya pengguna BBM nonsubsidi yang beralih ke BBM subsidi karena disparitas harga yang tinggi.
Inti artikel
- Antrean yang mengular di banyak SPBU di Sulawesi Selatan dan sekitarnya sudah berlangsung lebih dari dua bulan
- Kondisi ini muncul sejak pertengahan bulan lalu di wilayah Makassar-Bulukumba dan jalur trans Sulawesi
- Jika tidak ada antrean, biasanya penyebabnya adalah stok yang kosong
Catatan pantauan Optimaise News menunjukkan antrean ini kadang berujung pada pertengkaran dan kasus kekerasan di beberapa titik SPBU. Kondisi ini muncul sejak pertengahan bulan lalu di wilayah Makassar-Bulukumba dan jalur trans Sulawesi.
Perpindahan Pengguna Nonsubsidi Picu Kemacetan di SPBU Makassar
Pantauan di sepanjang jalan raya antara Makassar dan Bulukumba pada 5 Agustus 2026 memperlihatkan antrean kendaraan mulai pagi hari dan berlangsung hingga sore ketika stok masih ada. Jika tidak ada antrean, biasanya penyebabnya adalah stok yang kosong.
Muhammad Haris, warga Gowa, mengisahkan pengalamannya dua kali berganti SPBU untuk mendapatkan solar. Antreannya sangat panjang, hampir satu jam baru mendapat giliran.
Kasus Konflik Mulai Muncul saat Stok Subsidi Habis
Banyak kendaraan seperti bus antarkota dan truk kontainer yang biasanya mengisi di pinggiran kota kini menyerbu ke dalam kota. Hal ini terjadi saat antrean sudah mengular dan stok BBM subsidi habis lebih dahulu.
Lilik Hardiyanto, Area Manager Communication Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, menyatakan pengguna nonsubsidi yang beralih adalah faktor utama antrean. Harga Pertalite yang jauh lebih murah daripada Pertamax menjadi daya tarik.
Pertamina Tambah Suplai 15 Persen dan Lakukan Pengawasan
Pertamina berupaya menambah suplai BBM subsidi hingga 15 persen, terutama di titik jalur trans Sulawesi yang ramai dilalui logistik. Mobil tangki industri dan petugas marshal sudah dikerahkan untuk mengurai antrean di lokasi padat.
Koordinasi dengan BPH Migas dan pemerintah daerah dilakukan agar penyaluran subsidi tepat sasaran. Upaya ini juga mencakup pengawasan dengan aparat penegak hukum agar tidak menimbulkan ketegangan lebih lanjut.
Harga Bbm Pertamina Turun tapi Permintaan Subsidi Naik
Penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan mulai 1 Agustus 2026, dengan beberapa jenis seperti Pertamax turun ratusan rupiah per liter. Sementara BBM subsidi seperti Pertalite tetap di Rp10.000 dan Biosolar di Rp6.800 per liter.
Menurut Liputan6 dan CNBC Indonesia, penurunan harga ini mengikuti tren minyak dunia dan nilai tukar rupiah. Namun permintaan Pertalite justru naik karena daya beli masyarakat yang lebih terjangkau.
Stok Bbm Aman di Bali dan Survei Dampak di Lainnya
Pertamina memastikan stok BBM di wilayah Bali aman meski ada lonjakan konsumsi. Sementara di Palembang harga Pertamax Rp16.300 dan Pertamax Turbo Rp18.700 per liter berdasarkan penyesuaian terbaru.
Di beberapa daerah seperti Beltim dan Nias Selatan terjadi tata ulang pembelian BBM subsidi dengan aturan baru agar lebih terkendali.







