Jaksa penuntut umum langsung terkejut di Pengadilan Tipikor saat saksi Budiman Bayu Prasojo mengakui menerima amplop tebal dari PT Blueray Cargo. Pengakuan itu keluar dalam sidang kasus suap importasi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Bayu menjelaskan posisi uang dan ukuran amplop dengan gerakan tangan yang bikin suasana ruang sidang hening sejenak.
Inti artikel
- Pengakuan itu keluar dalam sidang kasus suap importasi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
- Bayu menjelaskan posisi uang dan ukuran amplop dengan gerakan tangan yang bikin suasana ruang sidang hening sejenak
- Ia lantas melaporkan barang tersebut ke pimpinan untuk keperluan dana operasional patungan
Menurut pantauan Optimaise News, saksi internal itu mengaku menerima empat kali sebelum menolak yang kelima di awal Februari. Ia lantas melaporkan barang tersebut ke pimpinan untuk keperluan dana operasional patungan. Detail ini melengkapi potongan kesaksian yang sebelumnya hanya muncul sepotong-sepotong di hadapan majelis.
Jaksa Kaget Saat Saksi Akui Terima Amplop dari Kargo
Jaksa langsung menajamkan pertanyaan begitu Bayu menyebut asal amplop. Ia bertanya soal bagian uang yang dijatah dari isi amplop itu. Bayu menjawab singkat bahwa dana itu untuk operasional Pak Bayu dan rekan-rekannya.
Ketika jaksa menanyakan ukuran amplop, Bayu mengangkat tangan dan membentuk isyarat tebal. Reaksi jaksa langsung keluar: wow. Momen itu jadi titik balik suasana sidang karena saksi menggambarkan barang haram dengan gerakan yang sangat visual.
Bayu Prasojo Menerima 4 Amplop Tebal dari PT Blueray
Bayu Prasojo mengaku menerima titipan amplop melalui Orlando sebanyak empat kali. Amplop itu berasal dari PT Blueray Cargo yang tengah berurusan dengan proses importasi di Bea Cukai. Ia menolak penyerahan kelima yang datang di awal Februari.
Penolakan itu ia sampaikan langsung ke pemberi. Setelah itu Bayu melapor ke atasannya agar dana bisa dialihkan sebagai patungan operasional. Pengakuan berurutan ini menyatukan seluruh rangkaian penerimaan yang sebelumnya terpecah-pecah dalam berita singkat.
Duit Amplop untuk Dana Operasional Patungan

Bayu menekankan bahwa isi amplop tidak ia ambil untuk keperluan pribadi. Uang tersebut diserahkan ke pimpinan dengan dalih dana operasional bersama. Jaksa sempat heran mendengar dalih rasa tak nyaman, padahal empat amplop sebelumnya tetap diterima.
Konteks ini penting karena saksi berasal dari internal Bea Cukai. Pengakuan Bayu membuka celah bagaimana aliran dana suap importasi disamarkan sebagai biaya operasional unit. Optimaise News mencatat bahwa pola serupa sering muncul dalam perkara Tipikor di jajaran kepabeanan.
Jaksa Tanya Kode dan Ukuran Amplop yang Ditunjuk dengan Tangan
Jaksa tidak berhenti di ukuran. Ia juga menanyakan kode atau jenis amplop yang dipakai. Bayu menjawab dengan isyarat tangan yang sama, menggambarkan ketebalan tanpa menyebut nominal pasti.
Gerakan itu membuat jaksa mengulangi kata wow. Majelis dan hadirin di ruang sidang menyaksikan saksi menggambarkan barang bukti secara fisik. Momen ini memperkuat kesan bahwa titipan dari PT Blueray Cargo memang berukuran mencolok.
Orlando dan Sisprian sebagai Terdakwa Suap Importasi
Orlando menjabat Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan. Sisprian adalah Kasubdit Intelijen. Keduanya menjadi terdakwa dalam perkara suap importasi yang melibatkan PT Blueray Cargo.
Bayu menyebut nama keduanya saat menjelaskan rantai titipan amplop. Ia bilang barang diserahkan lewat Orlando lalu dilaporkan ke Sisprian. Kesaksian ini menempatkan dua pejabat intelijen itu di pusat aliran dana yang digambarkan di sidang Tipikor.







