Jakarta, Optimaise News – Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Gambir, Jakarta Pusat, dilanda kebakaran Jumat (7/8/2026) malam. Api menghanguskan enam lantai atas, dari lantai 11 hingga 16, sebelum petugas beralih ke pendinginan dini hari Sabtu (8/8/2026).
Inti artikel
- Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Gambir, Jakarta Pusat, dilanda kebakaran Jumat (7/8/2026) malam
- Api menghanguskan enam lantai atas, dari lantai 11 hingga 16, sebelum petugas beralih ke pendinginan dini hari Sabtu (8/8/2026)
- Laporan masuk sekitar pukul 21.30 WIB
Laporan masuk sekitar pukul 21.30 WIB. Pemadaman berlangsung lebih dari empat jam; tahap pendinginan dimulai pukul 01.53 WIB. Sabtu pagi, mengacu pada data sumber yang dirangkum Optimaise News, sekitar 24 unit pemadam masih di lokasi untuk menyisir titik panas, sementara Jalan Abdul Muis di sekitar gedung masih ditutup.
Rentang lantai 11-16 yang terdampak dan proses pendinginan
Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Bayu Meghantara memastikan kobaran merambah lantai 11 sampai 16. Gedung itu dipakai multi-instansi, termasuk Bapenda dan BPAD. Dia belum bisa mematok ruangan mana yang pertama terbakar.
Petugas sempat bertahan di lantai 10 dulu agar api tidak turun. Baru setelah perambatan terkontrol, tim menyisir lantai di atasnya. Angin kencang malam itu disebut Bayu sebagai faktor yang memudahkan api menjalar ke sisi lain bangunan.
Sabtu pagi, fokus bergeser ke pendinginan dan cek residual heat. Sebagian fasad atas tampak gosong; armada masih menyemprot titik rawan agar nyala tidak bangkit lagi.
Evakuasi pekerja serta respons medis di lapangan

Seorang pekerja di lantai 15 dievakuasi dan ditangani di RSUD Tarakan. Sebelum dibawa, saturasi oksigennya dinilai aman; terapi oksigen diberikan di lokasi untuk menstabilkan pernapasan akibat asap.
PMI Provinsi DKI Jakarta bersama PMI Kota Administrasi Jakarta Pusat merespons lewat Posko dan Jakarta Siaga 112 pukul 21.30 WIB. Mereka menurunkan total tiga unit ambulans, satu motor Unit Reaksi Cepat, satu mobil jenazah, serta 11 personel.
Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Provinsi DKI, Budhi Pranoto, menegaskan layanan pertolongan pertama dan dukungan medis harus cepat sampai ke warga maupun petugas di TKP. Satu korban gangguan pernapasan mendapat terapi oksigen dari petugas PMI di lapangan.
Jumlah armada damkar dan personel yang dikerahkan
Angka armada yang beredar antar sumber beda fase. Saat puncak pemadaman, laporan menyebutkan sekitar 37 unit mobil pemadam dan 185 personel, plus tiga unit Bronto Skylift untuk menjangkau lantai tinggi. Versi video lapangan sempat menyebut 20 unit dengan 100 personel di tahap awal.
Sabtu pagi, yang bertahan untuk pendinginan dan penyisiran dilaporkan 24 unit. Perbedaan itu wajar: total malam mencerminkan gelar penuh, sedangkan angka pagi mencatat armada yang masih di TKP setelah api terlokalisasi.
Unsur lintas instansi ikut bergerak: Gulkarmat, TRC BPBD DKI, AGD Dinas Kesehatan, Dishub, Satpol PP, PLN, PSKB/Tagana Dinas Sosial, kepolisian, dan TNI. Sinergi itu mempercepat penutupan akses, pengaturan arus, dan pengamanan perimeter.
Penyelidikan awal dan status jalan sekitar gedung
Penyebab pastinya masih diselidiki. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Elisa Partomuan Hutagalung mengatakan ada informasi titik awal di lantai 11 yang sedang direnovasi, namun belum dipastikan tanpa forensik.
Puslabfor Bareskrim Polri akan diturunkan untuk mencari sumber api setelah Dinas Pemadam memberi izin masuk TKP. Bayu Meghantara menegaskan pihaknya juga belum bisa memastikan lantai asal sebelum investigasi selesai.
Dalam rangkuman Optimaise News, penutupan Jalan Abdul Muis di sekitar gedung masih berlaku Sabtu pagi demi ruang gerak unit pendingin dan penyisiran. Warga dan pengguna jalan diminta memantau rambu Dishub serta arah pengalihan sementara.







