Jakarta, Optimaise News – Operasi pendinginan gedung Bapenda DKI di Jalan Abdul Muis, Gambir, Jakarta Pusat, masih digelar Sabtu (8/8/2026) pagi. Armada pemadam dikurangi dari 35 menjadi 24 unit, dengan target overhaul selesai sekitar pukul 09.00 WIB agar titik hawa panas tidak bangkit lagi.
Inti artikel
- Operasi pendinginan gedung Bapenda DKI di Jalan Abdul Muis, Gambir, Jakarta Pusat, masih digelar Sabtu (8/8/2026) pagi
- Puing masih berjatuhan dan asap sesekali membubung
- Petugas SPBU di samping bangunan ikut mengangkat reruntuhan, sementara kerangka hitam bangunan tampak dari kejauhan
Puing masih berjatuhan dan asap sesekali membubung. Petugas SPBU di samping bangunan ikut mengangkat reruntuhan, sementara kerangka hitam bangunan tampak dari kejauhan. Optimaise News merangkum fakta dari sumber lapangan dan pejabat penanganan.
Target Overhaul 09.00 WIB: Hapus Titik Hawa Panas Sisa
Perwira Piket Gulkarmat Jakarta Pusat Karnawan menjelaskan, situasinya masih proses pendinginan atau overhaul. Titik-titik hawa panas residual wajib diamankan supaya api tidak menyala kembali.
“Untuk situasi pagi hari ini proses pendinginan, ini dilakukan overhaul dikarenakan masih ada titik-titik hawa panas yang masih ada. Jangan sampai terlewat nanti timbul kebakaran kembali,” kata Karnawan di lokasi, Sabtu (8/8).
Ia memberi jeda hingga sekitar pukul 09.00 WIB. “Untuk pendinginan ini mungkin ya kita kasih waktu jeda mungkin jam 09.00 pagi lah. Jam 09.00 pagi sudah akan betul-betul jangan sampai ada nyala api lagi,” ujarnya. Pendinginan sendiri dimulai sekitar pukul 01.53 WIB dini hari usai hampir lima jam pemadaman intensif.
Kerangka Hitam dan Puing Jatuh: Kondisi Bangunan Usai Malam Kebakaran

Bagian gedung yang dilahap api tampak menghitam dan rusak parah. Dari kejauhan bangunan tinggi itu seperti menyisakan kerangka saja. Interior hangus, sementara exterior ikut retak dan rusak.
Puing terus berjatuhan di sekitar lokasi. Petugas SPBU di samping gedung terlihat membantu mengangkat material yang jatuh. Asap tipis masih keluar sesekali dari dalam bangunan. Kondisi itu menggambarkan sisa panas yang belum sepenuhnya redam, meski kobaran besar sudah dikendalikan.
Lantai 11 Renovasi Jadi Dugaan Awal, Polisi Cek Saksi
Kebakaran terjadi Jumat (7/8/2026) malam. Laporan pertama diterima petugas sekitar pukul 21.30 WIB. Dugaan sementara menunjuk lantai 11, baik karena sedang direnovasi maupun ruang server di lantai itu.
Kapolres Metro Jakpus Kombes Reynold Elisa Partomuan Hutagalung mengatakan, “Tadi ada yang menyampaikan berawal dari lantai 11 di mana di lantai 11 itu sedang melakukan renovasi.” Kepala Seksi Operasi Gulkarmat Jakarta Pusat Triyanto menyebut hasil cek awal mengarah ke ruang server di lantai 11, meski penyebab pasti masih diselidiki.
Api merambat hingga lantai 16. Kepala Dinas Gulkarmat DKI Bayu Meghantara menegaskan yang terbakar dari lantai 11 sampai 16. Angin kencang semalam sempat membuat kobaran membesar ulang, sehingga petugas bertahan di lantai 10 untuk menahan perambatan dan menyisir sampai lantai 12 dini hari.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyatakan Puslabfor Polri sudah di lokasi untuk memastikan titik asal dan penyebab. Seorang warga berinisial G (30) mengalami gangguan pernapasan akibat asap, dievakuasi ke RS Tarakan; PMI juga turut memberikan terapi oksigen di lokasi dengan tiga ambulans dan total 11 personel.
Armada Turun, Personel Masih Sisir Lantai Atas
Pada puncak penanganan, sekitar 30 unit mobil pemadam dengan 185 personel dikerahkan, plus tiga unit bronto skylift untuk menjangkau lantai atas. Angka lain menyebut hingga 35-37 unit pada fase awal. Pagi ini tinggal 24 unit yang bertugas overhaul.
Dalam rangkuman Optimaise News, timeline utuh berjalan dari laporan 21.30 WIB Jumat, pemadaman hampir lima jam, pendinginan pukul 01.53 WIB, hingga target selesai overhaul sekitar 09.00 WIB Sabtu. Pengurangan armada dan bantuan petugas SPBU mengangkat puing menjadi potret operasi sisa pagi yang belum digabung secara lengkap di banyak laporan sebelumnya.
Investigasi forensik dan pemeriksaan saksi masih berlangsung. Warga diingatkan menjauh dari area yang masih rawan puing jatuh hingga overhaul dinyatakan tuntas.







