Padang, Optimaise News – Banjir Padang menggenangi 15 titik di Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (3/8/2026) usai hujan deras sejak pukul 10.00 WIB. Air di sejumlah lokasi mencapai 1,5 meter setinggi orang dewasa, memaksa warga terjebak di rumah dan memutus akses jalan.
Inti artikel
- Banjir Padang menggenangi 15 titik di Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (3/8/2026) usai hujan deras sejak pukul 10.00 WIB
- Air di sejumlah lokasi mencapai 1,5 meter setinggi orang dewasa, memaksa warga terjebak di rumah dan memutus akses jalan
- Hujan tinggi memicu banjir bandang di Sumbar
Respons digelar berlapis. Wali Kota Fadly Amran meninjau Guo Kuranji, seluruh OPD disiagakan, sementara 71 personel SAR Brimob Polda Sumbar terbagi lima tim bergerak sejak pukul 15.00 WIB. Pantauan Optimaise News mencatat operasi masih berlangsung hingga malam tanpa angka korban final yang diumumkan.
Titik genangan dan ketinggian air di Kuranji hingga Nanggalo
Hujan tinggi memicu banjir bandang di Sumbar. BPBD Sumbar menandai dampak terparah di Kabupaten Agam, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kota Padang. Di ibu kota provinsi, genangan menyebar di Kuranji, Nanggalo, Koto Tangah, hingga kawasan tengah kota.
Perumahan Wahana 2 Rimbo Tarok, Kecamatan Kuranji, menjadi salah satu titik rawan. Mobil jenis minibus atau van terendam air keruh. Di DAS Guo, sungai meluap hingga ke jalan dan permukiman. Sejumlah warga dan pelajar sempat terjebak sebelum dievakuasi.
Gelondongan kayu besar hanyut di Batang Kuranji hingga kawasan Siteba. Di Taluk Sikumbang, Kelurahan Sungai Lareh, Kecamatan Koto Tangah, air masuk rumah setinggi tumit orang dewasa. Warga buru-buru mengangkat elektronik ke lantai lebih tinggi.
Jalur Lapai menuju Gunung Pangilun dan Tunggul Hitam tergenang 30 hingga 60 sentimeter. Kendaraan kesulitan melintas. Genangan juga muncul di Ulak Karang sekitar Kampus Universitas Bung Hatta. Di Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo, air membawa lumpur ke permukiman. Warga Pasa Lalang, Kuranji, sudah berhasil dievakuasi BPBD.
Gerak cepat Wali Kota Fadly Amran dan seluruh OPD

Wali Kota Padang Fadly Amran meninjau langsung banjir di kawasan Guo, Kecamatan Kuranji, di tengah hujan deras. Ia memastikan Tim BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, dan instansi lain sudah di lapangan.
Seluruh organisasi perangkat daerah Kota Padang disiagakan untuk percepatan penanganan. BPBD menurunkan perahu karet agar bisa menjangkau permukiman yang terisolasi. “Tim BPBD dan perangkat daerah terkait lainnya sudah turun melakukan langkah-langkah yang dianggap perlu, termasuk melakukan evakuasi kepada warga,” ujar Fadly Amran di lokasi.
Ia menekankan kesiapan penyaluran bantuan logistik. Respons cepat seluruh jajaran disebut kunci meminimalkan risiko keselamatan warga. Catatan Optimaise News menunjukkan instruksi siaga penuh diberikan selama cuaca ekstrem belum mereda.
Operasi 5 tim SAR Brimob dengan perahu karet

Polri mengerahkan 71 personel SAR Brimob Polda Sumatera Barat sejak pukul 15.00 WIB. Mereka terbagi lima tim ke titik terdampak di bawah Rencana Kontinjensi Aman Nusa II Tahun 2026. Pendataan korban dan pengungsi berjalan paralel dengan evakuasi.
Tim 1 berjumlah 10 personel dipimpin Aipda Masrizal di Kuranji, Kampung Lapau Munggu Guo. Tim 2 sebanyak 13 personel dipimpin Iptu Ferry Siahaan di Air Pacah. Tim 3 berjumlah 18 personel dipimpin Iptu M. Yusuf, S.H., di Tunggul Hitam.
Tim 4 dari Den Gegana berjumlah 15 personel dipimpin Ipda Hendra Eka Putra di Perumahan Villa Bukit Gading III, Sungai Sapih. Tim 5 sebanyak 15 personel dipimpin Ipda Andi Susandi juga di Air Pacah. Peralatan yang dibawa mencakup lima perahu karet bermesin tempel, life jacket, helm, tali karmantel, dan genset.
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan fokus utama adalah menyelamatkan masyarakat. Operasi kemanusiaan itu dilanjutkan hingga malam hari di lima kecamatan prioritas.
Peringatan BMKG dan ancaman galodo-longsor susulan
BMKG mengeluarkan peringatan dini untuk Sumbar pukul 13.20 WIB. Potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat diperkirakan berlangsung hingga 15.30 WIB di 11 kecamatan di Kota Padang. Hujan masih mengguyur hingga sore, memperpanjang rawan genangan.
Situasi memburuk dengan galodo di kawasan Gunung Sarik. Air bah menghantam tepian sungai yang berbatasan langsung dengan jalan. Longsor terjadi di Bukik Rumah Tigo, Gunung Sarik. Material longsoran menambah ancaman bagi warga di sekitar lokasi.
Camat Kuranji Rozaldi Rosman mengimbau warga menjauh dari pinggir sungai. Camat Nanggalo David Ferdinand melakukan koordinasi intensif untuk memetakan akses yang terputus. Evakuasi prioritas diarahkan ke anak-anak dan lansia di Kuranji, Nanggalo, dan Pauh.
Pendataan pengungsi paralel evakuasi malam hari
Hingga Senin malam, personel SAR Brimob masih bekerja di lapangan. Proses pendataan pengungsi digelar bersamaan dengan penyelamatan. Belum ada angka final korban atau total pengungsi yang diumumkan resmi pada waktu pelaporan.
Sintesis sebaran 15 titik di Kota Padang, ketinggian air hingga 1,5 meter, tinjauan wali kota, dan 71 personel SAR membentuk peta respons terpadu. Peringatan BMKG di 11 kecamatan membuat status operasi malam tetap aktif meski hujan sempat mereda di beberapa zona.
Warga diminta tetap waspada terhadap genangan susulan dan material hanyut. Pemerintah kota menekankan kesiapan logistik dan perahu karet untuk jangkauan permukiman terisolasi selama status siaga berlangsung.






