Padang, Optimaise News – Tim SAR gabungan berhasil mengeluarkan lima warga, tiga orang dewasa dan dua balita, dari genangan di Air Pacah, Koto Tangah, Kota Padang pada Senin 3 Agustus 2026 sekitar pukul 21.10 WIB. Mereka diangkut memakai perahu karet saat air masih tinggi di sejumlah permukiman.
Inti artikel
- Mereka diangkut memakai perahu karet saat air masih tinggi di sejumlah permukiman
- Banjir Padang mulai terasa sekitar pukul 14.20 WIB setelah hujan berintensitas sedang hingga tinggi mengguyur sejak pukul 10.15 WIB
- Ketinggian air di beberapa titik terdampak dilaporkan mencapai 2,5 meter, memaksa respons cepat lintas kecamatan
Banjir Padang mulai terasa sekitar pukul 14.20 WIB setelah hujan berintensitas sedang hingga tinggi mengguyur sejak pukul 10.15 WIB. Ketinggian air di beberapa titik terdampak dilaporkan mencapai 2,5 meter, memaksa respons cepat lintas kecamatan.
Evakuasi malam lanjutan dan seruan tetap di tempat aman
Hendri Zulviton selaku kepala pelaksana BPBD Padang menilai proses penyelematan malam berjalan lancar sebagai kelanjutan operasi siang. Hujan juga mulai mereda, namun ia menegaskan warga belum boleh kembali ke rumah.
Menurutnya genangan masih tampak di berbagai kecamatan. Keputusan menunggu air surut total lebih aman daripada memaksa masuk ke rumah yang masih basah dan berisiko longsor atau arus sisa.
Optimaise News mencatat imbauan ini relevan bagi pemilik warung, bengkel kecil, dan toko di tepi jalan yang terbiasa cepat buka kembali setelah hujan. Menunda pembukaan sehari lebih baik daripada menanggung kerugian inventaris basah.
Peringatan dini saat air melewati satu meter

Ricky Januar dari Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD menjelaskan bahwa begitu muka air melampaui satu meter, peringatan langsung dikeluarkan dan personel diturunkan. Langkah itu mencegah korban terjebak lebih lama di dalam rumah.
Ia menambahkan perluasan genangan dipicu hujan lebat di wilayah hulu Kabupaten Solok. Air sungai dan saluran turun ke Padang dalam volume besar dalam waktu singkat.
Informasi ketinggian hingga 2,5 meter menjadi acuan praktis bagi warga dan pelaku usaha mikro. Barang elektronik, stok pangan, serta dokumen penting sebaiknya dipindah ke lantai atas atau lokasi lebih tinggi segera setelah peringatan berbunyi.
Sebaran genangan di Kuranji, Nanggalo, dan Pauh
Di Kuranji, genangan tinggi melanda sejumlah kelurahan termasuk area Lapau Munggu, Guo, Kampung Tanjung, serta Korong Gadang. Rute kecil antar-kampung terputus sementara dan akses darurat mengandalkan perahu karet.
Wilayah Nanggalo yang parah mencakup Tabing Banda Gadang, Lapai, dan Gurun Laweh. Sementara di Pauh, beberapa kawasan hunian juga tercatat tergenang dalam.
Pola sebaran ini menunjukkan banjir tidak hanya di pusat kota. UMKM di pinggiran yang mengandalkan jalan penghubung ke pasar induk perlu menyiapkan jalur alternatif dan stok cadangan untuk satu hingga dua hari.
Koordinasi SAR, BPBD, dan perangkat kelurahan tetap berlangsung hingga air benar-benar surut. Warga diminta memantau informasi resmi dan menunda perjalanan nonesensial di malam hari.
Dengan hujan hulu Solok sebagai faktor pemicu, kewaspadaan berlanjut meski intensitas di Padang sudah menurun. Menjaga jarak dari aliran deras dan mematuhi himbauan tidak kembali lebih dulu menjadi langkah paling aman bagi keluarga maupun usaha kecil setempat.






