Banjir Padang Meluas 3 Kecamatan, 2 Balita Dievakuasi Perahu Karet

Banjir Padang meluas usai hujan lebat Senin 3 Agustus 2026. Tim SAR evakuasi dua balita dan tiga dewasa dengan perahu karet; siswa sempat terjebak di sekolah.

Author Image

Adel

– Banjir Padang menerjang permukiman Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (3/8/2026) usai hujan lebat sejak pagi hingga sore. Tim gabungan BPBD dan SAR mengevakuasi warga dengan perahu karet hingga malam, termasuk dua balita dan tiga orang dewasa di kawasan Air Pacah, Kecamatan Koto Tangah.

Inti artikel

  • Banjir Padang menerjang permukiman Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (3/8/2026) usai hujan lebat sejak pagi hingga sore
  • Air di sejumlah titik mencapai setinggi orang dewasa, mobil terendam, dan material kayu hanyut di arus sungai
  • Pelajar serta guru sempat terjebak di sekolah sebelum dibawa ke tempat aman

Air di sejumlah titik mencapai setinggi orang dewasa, mobil terendam, dan material kayu hanyut di arus sungai. Pelajar serta guru sempat terjebak di sekolah sebelum dibawa ke tempat aman. Optimaise News mencatat evakuasi berlanjut meski hujan mulai reda, karena genangan di beberapa ruas jalan dan rumah belum surut.

Perluasan banjir ke tiga kecamatan dan respons BPBD

Menurut data yang disampaikan BNPB merujuk BPBD Kota Padang, genangan meluas di tiga kecamatan utama: Kuranji, Koto Tangah, dan Bungus Teluk Kabung. Di Kuranji, dampak terasa di Lapau Munggu, Komplek Wahana, Kampung Tanjung, Pasar Lalang, hingga Gunung Sarik. Kawasan DAS Guo dan Rimbo Tarok juga tergenang parah.

Di Koto Tangah, air merendam Aia Pacah, area belakang RSUD, dan Perumahan Green Mandiri. Bungus Teluk Kabung meluas ke sejumlah kelurahan, termasuk ruas Jalan TMMD, Perumahan Abraka, Pasar Pagi, hingga Perumnas Cindakir. Laporan lapangan menambahkan genangan tinggi di Nanggalo dan Pauh, sehingga akses lalu lintas terputus di beberapa jalan utama.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan hujan berintensitas tinggi berdurasi panjang memicu air meluap ke permukiman dan jalan. Tim gabungan menerjunkan perahu polietilen untuk memindahkan warga ke lokasi aman. Pendataan korban dan kerugian masih berjalan seiring genangan yang belum menunjukkan tanda surut di sejumlah titik.

Evakuasi malam dengan perahu karet: balita dan dewasa terselamatkan

Proses evakuasi di Air Pacah berlanjut sekitar pukul 21.10 WIB. Tim SAR gabungan mengevakuasi lima warga: tiga orang dewasa dan dua balita, memakai perahu karet. Kalaksa BPBD Kota Padang Hendri Zulviton menyebut operasi malam itu lanjutan dari penanganan siang hari.

“Alhamdulillah proses evakuasi berjalan lancar, sampai saat ini kondisi hujan juga sudah mulai reda,” ujar Hendri Zulviton. Meski hujan mereda, ia meminta warga tidak langsung kembali ke rumah selama genangan masih terlihat di beberapa kecamatan.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Padang Ricky Januar menuturkan ketinggian air di sejumlah daerah terdampak mencapai 2,5 meter. Sejak air naik di atas satu meter, peringatan dikeluarkan dan tim diterjunkan. Di lokasi lain, genangan dilaporkan setinggi tumit hingga setinggi dada orang dewasa, sehingga perahu menjadi alat utama penyelamatan.

Dampak pada warga, mobil, dan kayu hanyut di jalanan

Di Perumahan Wahana 2 Rimbo Tarok, Kecamatan Kuranji, warga terjebak di dalam rumah. Video lapangan memperlihatkan minibus atau van terendam air keruh. Luapan Batang Kuranji membawa gelondongan kayu besar hingga kawasan Siteba, menambah risiko di jalanan yang sudah tergenang.

Di Taluk Sikumbang, Kelurahan Sungai Lareh, Kecamatan Koto Tangah, air masuk rumah hingga setinggi tumit. Warga memindahkan barang berharga ke lantai atau tempat lebih tinggi. Derasnya arus di jalan sempat menghanyutkan kendaraan bermotor milik warga, sebagaimana dikonfirmasi Direktorat Pengendalian Operasi BNPB dari laporan petugas lapangan.

Ratusan keluarga terdampak di beberapa kelurahan. Di Lapau Munggu, puluhan KK mengungsi dan membutuhkan makan malam serta selimut. Akses ke sejumlah ruas utama sempat macet karena genangan dan motor mogok, menandakan drainase setempat kewalahan menampung volume air hujan.

Imbauan tim SAR dan siswa yang terjebak di sekolah

Kantor SAR Kota Padang menurunkan tim dilengkapi perahu karet. Kepala Kantor SAR Padang Abdul Malik menyatakan banjir dipicu curah hujan tinggi sejak Senin siang. Tim siap memindahkan warga yang terjebak ke tempat aman. Hingga pukul 16.30 WIB, air sudah masuk rumah di Lubuk Minturun, Rimbo Tarok, Sungai Sapih, dan Kurao Pagang.

Pelajar SMP Negeri 27 Padang sempat terkurung di sekolah bersama guru. Tim SAR membantu evakuasi mereka usai hujan lebat memutus akses. Warga Sungai Sapih, Kuranji, menggambarkan air di luar rumah hampir setinggi dada orang dewasa, sehingga bantuan evakuasi sangat dibutuhkan.

Optimaise News menelusuri informasi bahwa imbauan kewaspadaan tetap berlaku. Masyarakat diminta pantau info resmi pemerintah daerah dan BPBD, serta segera ikut arahan petugas jika evakuasi diperlukan demi keselamatan bersama.

Penyebab hujan deras serta langkah waspada warga

Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi mulai sekitar pukul 10.00, 11.00 WIB dan berlanjut hingga sore. BNPB mencatat periode lebat sekitar pukul 11.00, 17.00 WIB. Ricky Januar menambahkan banjir meluas juga karena intensitas hujan di wilayah hulu, termasuk kawasan Kabupaten Solok, yang menambah volume air di sungai dalam kota.

BMKG sebelumnya mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem. Direktorat Meteorologi BMKG mendeteksi bibit siklon tropis 94W di Laut Filipina yang berpotensi meningkatkan hujan lebat di sebagian besar Sumatera bagian barat pada 3, 5 Agustus. Warga di zona rawan diminta menjauhi bantaran sungai, tidak memaksa melintasi genangan dalam, serta menyiapkan kebutuhan darurat jika harus mengungsi.

Hingga malam Senin, genangan di beberapa titik belum surut total. Pendataan kerugian masih berlanjut. Wali kota setempat dikabarkan mengerahkan OPD terkait untuk penanganan terpadu. Bagi pembaca di luar Padang, pantau perkembangan resmi agar keluarga atau rekan di wilayah terdampak mendapat informasi akurat tentang status evakuasi dan bantuan.

Adel
Redaktur Tren

Adel adalah redaktur tren Optimaise News. Meliput Google Trends, topik viral, dan isu hangat harian di Indonesia. Menyusun artikel tren agar pembaca paham kenapa topik naik dan apa konteksnya, bukan hanya meniru judul yang sedang ramai.