Luapan Sungai Batang Tumayo di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Sabtu (18/7/2026) malam memaksa 450 warga meninggalkan rumah dan menjebak 60 orang dari 20 kepala keluarga.
Hujan lebat sejak sore hingga malam, ditambah pendangkalan alur sungai pasca banjir bandang akhir November 2025, menjadi pemicu utama. Optimaise News mencatat tidak ada korban jiwa dan genangan sudah mulai menyusut pada Minggu (19/7/2026).
Faktor pendangkalan dan curah hujan pemicu luapan Batang Tumayo
Intensitas hujan yang tinggi menyapu wilayah Tanjung Raya sejak sore hingga malam hari. Aliran Sungai Batang Tumayo tidak tertampung sehingga meluber ke permukiman di sekitar bantaran.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Agam, Abdul Ghafur, menjelaskan pola ini sudah berulang. “Ini merupakan banjir yang sering terjadi, karena sungai mengalami pendangkalan pasca-banjir bandang melanda daerah itu pada akhir November 2025,” kata Abdul Ghafur di Lubuk Basung.
Pendangkalan menyisakan kapasitas tampung yang jauh berkurang. Saat curah hujan naik mendadak, air cepat meluap ke dua jorong yang paling dekat dengan sungai.
Sebaran dampak di Nagari Sungai Batang dan Jorong Labuah

Di Nagari Sungai Batang, 450 warga terpaksa meninggalkan rumah. Mereka menumpang di kediaman kerabat yang berada di zona lebih aman dari genangan.
Sementara 20 kepala keluarga atau 60 jiwa sempat terjebak karena arus air yang deras. Di Jorong Labuah, sebanyak 250 orang mengungsi setelah 20 unit rumah terendam setinggi sekitar 70 sentimeter.
Dua kawasan itu paling parah karena letaknya di jalur meluapnya Batang Tumayo. Data sebaran ini menunjukkan skala dampak lebih rinci dibanding sekadar total ratusan pengungsi.
Kolaborasi evakuasi mandiri serta tim gabungan BPBD-Basarnas-TNI-Polri

Sebagian warga sempat keluar dengan kekuatan sendiri sebelum air makin tinggi. Sisanya dibantu petugas multi-lembaga yang turun ke lokasi pada malam kejadian.
“Korban sudah evakuasi mandiri dan ada sebagian dievakuasi oleh tim gabungan dari BPBD Agam, Basarnas, PMI, Polri, TNI dan lainnya,” ujar Abdul Ghafur. Kolaborasi itu mempercepat penyaluran warga ke titik aman.
“450 warga itu mengungsi ke rumah kerabat yang aman dari banjir,” tambahnya. Model penampungan berbasis kerabat mengurangi tekanan pada pos pengungsian formal.
Kondisi pasca-banjir: air surut, warga mulai kembali, nol korban jiwa
Pada Minggu (19/7/2026), genangan sudah mereda. Sejumlah keluarga mulai memeriksa rumah dan perlahan kembali setelah jalur akses relatif aman.
Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dari kejadian malam itu. Pemulihan cepat ini menenangkan, meski kerusakan rumah dan barang tetap jadi beban bagi keluarga terdampak.
Menurut pantauan Optimaise News, konfirmasi nol korban jiwa dan status air surut menjadi penanda fase tanggap darurat beralih ke pemulihan awal. Fokus berikutnya ada pada kewaspadaan agar gelombang hujan berikut tidak mengulang skenario serupa.
Langkah kewaspadaan warga untuk antisipasi hujan ekstrem berikutnya
Abdul Ghafur mengimbau masyarakat tetap siaga kapan saja intensitas hujan naik. Evakuasi dini ke zona aman dinilai jauh lebih aman daripada menunggu air masuk rumah.
Warga diminta memantau ketinggian sungai dan mempersiapkan dokumen serta barang penting. Keluarga di bantaran Batang Tumayo juga dianjurkan menyepakati rute keluar darurat bersama tetangga.
Pendangkalan yang belum tuntas membuat risiko banjir berulang tetap terbuka. Kewaspadaan kolektif menjadi garis pertahanan utama sebelum normalisasi sungai diselesaikan.
FAQ
Berapa warga yang mengungsi dan sempat terjebak?
Sebanyak 450 warga Nagari Sungai Batang mengungsi ke rumah kerabat. 60 jiwa dari 20 KK sempat terjebak, sementara 250 warga Jorong Labuah juga mengungsi.
Apa penyebab banjir berulang di kawasan itu?
Curah hujan tinggi Sabtu sore-malam memicu meluapnya Sungai Batang Tumayo. Pendangkalan sungai pasca banjir bandang akhir November 2025 memperburuk kapasitas tampung alur.
Apakah ada korban jiwa dan bagaimana kondisi air sekarang?
Tidak ada korban jiwa. Air sudah mulai surut dan sebagian warga sudah kembali ke rumah, dengan imbauan tetap waspada saat hujan lebat.







